Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau kepada ribuan jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2026 ini untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat acara pembinaan manasik massal terintegrasi dan pelepasan 1.291 jamaah haji Tahun 1447 H.
Disebutkan, dengan kondisi cuaca di tanah suci dan aktivitas ibadah yang padat, jamaah haji diminta untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik,” katanya saat membacakan sambutan pada acara yang digelar di Convention Hall, Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (7/4) itu.
Selain mengimbau masalah kesehatan, jamaah haji selama di tanah suci juga diingatkan pentingnya menjaga kebersamaan antar jamaah. Saling membantu dan menjaga satu sama lain dinilai menjadi kunci supaya ibadah berjalan lancar.
“Perjalanan ini bukan perjalanan biasa. Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik, menjaga kesehatan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tambahnya.
Lebih lanjut, mewakili Mas Dhito, pihaknya juga menitipkan doa kepada para jamaah untuk Kabupaten Kediri yang baru saja memperingati hari jadi ke-1222 senantiasa menjadi daerah yang aman, tentram, dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholik Nawawi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang memberikan perhatian besar terhadap jamaah haji, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan anggaran,” ungkapnya.
Disebutkan Abdul Kholik Nawawi bahwa ribuan jamaah haji Kabupaten Kediri tahun 2026 terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Sebagian lainnya merupakan jamaah cadangan yang diharapkan tetap bersabar menunggu kesempatan berangkat.

Tinggalkan komentar