• Pemkab Kediri Ingatkan Jamaah Haji Pentingnya Jaga Kesehatan Selama di Tanah Suci

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau kepada ribuan jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun 2026 ini untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

    Imbauan tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat acara pembinaan manasik massal terintegrasi dan pelepasan 1.291 jamaah haji Tahun 1447 H.

    Disebutkan, dengan kondisi cuaca di tanah suci dan aktivitas ibadah yang padat, jamaah haji diminta untuk segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.

    “Menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik,” katanya saat membacakan sambutan pada acara yang digelar di Convention Hall, Simpang Lima Gumul (SLG), Selasa (7/4) itu.

    Selain mengimbau masalah kesehatan, jamaah haji selama di tanah suci juga diingatkan pentingnya menjaga kebersamaan antar jamaah. Saling membantu dan menjaga satu sama lain dinilai menjadi kunci supaya ibadah berjalan lancar.

    “Perjalanan ini bukan perjalanan biasa. Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik, menjaga kesehatan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tambahnya.

    Lebih lanjut, mewakili Mas Dhito, pihaknya juga menitipkan doa kepada para jamaah untuk Kabupaten Kediri yang baru saja memperingati hari jadi ke-1222 senantiasa menjadi daerah yang aman, tentram, dan sejahtera.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, Abdul Kholik Nawawi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam penyelenggaraan ibadah haji.

    “Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah yang memberikan perhatian besar terhadap jamaah haji, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan anggaran,” ungkapnya.

    Disebutkan Abdul Kholik Nawawi bahwa ribuan jamaah haji Kabupaten Kediri tahun 2026 terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Sebagian lainnya merupakan jamaah cadangan yang diharapkan tetap bersabar menunggu kesempatan berangkat.

  • Mas Dhito Tekankan Pentingnya Profesionalitas Pengelolaan KDKMP Supaya Bertahan

    Sebanyak 97 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kediri hingga Senin (6/4/2026) malam pembangunannya telah selesai 100 persen. Dari jumlah ini, 36 KDKMP secara simbolis telah menerima kendaraan operasional.

    Kendaraan operasional berupa truk roda 6 bagi 36 KDKMP di Kabupaten Kediri diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana beserta Forkopimda di Kawasan Monumen Simpang Lima Gumul.

    Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri mengatakan kendaraan operasional nantinya bakal disalurkan ke semua KDKMP. Di Kabupaten Kediri secara keseluruhan, dihitung dari jumlah desa dan kelurahan akan ada 344 KDKMP. Pembangunan koperasi ini pun hingga kini terus berjalan.

    “Bagi saya ini bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling lama bertahan mengelola koperasi karena mereka harus bisa memilah setiap potensi desa sesuai dengan fokusnya masing-masing,” kata Mas Dhito usai acara penyerahan kendaraan operasional KDKMP secara simbolis.

    Sebagaimana petunjuk pelaksanaan Menteri Koperasi nomor 1 tahun 2025 ada beberapa sektor yang bisa dilakukan di KDKPM. Yakni, gerai sembako atau perdagangan, gerai obat murah/apotek desa, outlet kantor koperasi, outlet usaha simpan pinjam, outlet klinik desa, outlet cold storage, logistik maupun usaha lain sesuai dengan kebutuhan anggota dan potensi desa.

    Mas Dhito mencontohkan, ketika suatu desa memiliki potensi pada komoditi pertanian nanas diharapkan komoditi yang dijual sudah dalam bentuk olahan. Diversifikasi produk inilah yang selama ini terus didorong sehingga selain memperluas pasar sekaligus juga menggerakkan pelaku UMKM desa.

    “Tidak menutup kemungkinan kita akan menguatkan UMKM naik kelas, supaya dapat menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT),” ucap Mas Dhito.

    Komandan kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah dalam kesempatan yang sama mengapresiasi atas dukungan yang diberikan bupati Dhito dalam membantu penyediaan lahan KDKMP di Kabupaten Kediri.

    Dhavid menyebut dalam satu gerai KDKMP mendapatkan 1 unit truk roda enam untuk kendaraan operasional. Nantinya secara bertahap akan disalurkan kendaraan 1 unit mobil pick up, kemudian 2 unit motor roda tiga.

    Kemudian, di dalam gerai sendiri nantinya juga dilengkapi dengan fasilitas seperti etalase, AC, serta mesin kasir. Begitu juga untuk klinik akan dilengkapi tempat pemeriksaan, peralatan kesehatan dan sarana prasarana pendukung lain.

    “Nanti akan diserahkan secara simbolis untuk setiap tahapannya, untuk sekarang ini tahap pertama kita mendapatkan 36;unit kendaraan truk roda 6,” ungkap Dandim 0809/Kediri.

  • Mas Dhito Turunkan TPT Hingga Sentuh Angka 4,71 Persen

    Kabupaten Kediri — Upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kediri tahun 2025, TPT Kabupaten Kediri tercatat sebesar 4,71 persen, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan, pada 2021 TPT Kabupaten Kediri sebesar 5,15 persen dan sempat mengalami lonjakan pada 2022 menyentuh angka 6,83 persen. Pun demikian, TPT berangsur membaik pada tahun-tahun berikutnya.

    “Pada 2022 sempat mengalami lonjakan eksponensial karena ada Covid 19, (sedangkan) dari tahun 2024 ke 2025 jumlah pengangguran berkurang sekitar 11.000 jiwa,” terang Bupati yang akrab disapa Mas Dhito pada Rabu, (1/4/2026).

    Penurunan ini menjadi indikator penting bahwa berbagai program intervensi di sektor ketenagakerjaan yang dilakukan mulai memberikan dampak. Baik dari sisi peningkatan kompetensi tenaga kerja, hingga optimalisasi sistem informasi pasar kerja melalui aplikasi E-Kerjo.

    Capaian tersebut, lanjut Mas Dhito, tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis yang dilakukan termasuk memberikan fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi pencari kerja. Di sisi lain, upaya hilirisasi dilakukan melalui perluasan kesempatan kerja seperti program padat karya dan penyelenggaraan job fair.

    Dari sisi anggaran, Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan lebih dari Rp14,44 miliar untuk mendukung program-program penurunan TPT, yang mencakup pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga fasilitasi dunia usaha.

    Tidak hanya itu, berbagai strategi keberlanjutan juga terus disiapkan, seperti pemberian insentif bagi dunia usaha, kemudahan perizinan, hingga penyusunan roadmap tenaga kerja makro untuk periode 2026–2030.

    “Harapannya setelah saya purna nanti bisa dibawah rata-rata Povinsi, karena provinsi ada di bawah 3,88, sedangkan saat ini kita berada di bawah rata-rata nasional,” jelas Mas Dhito.

    Pemerintah daerah menekankan bahwa penurunan TPT bukan hanya soal angka, melainkan juga tentang memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

    Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad menambahkan, sinergi dengan berbagai OPD menjadi kunci keberhasilan program. Melalui hal ini, intervensi terhadap TPT dinilai lebih tepat sasaran.

    Di samping itu, waktu penyelenggaraan job fair juga menjadi pertimbangan. Menurutnya, waktu terbaik untuk jobfair ini tak berselang lama dengan masa kelulusan sekolah.

    “Kami selenggarakan jobfair sekitar bulan Mei. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kesempatan kerja,” pungkasnya.

  • Bupati Kediri Larang WFA untuk Instansi Pelayanan Publik Jelang Libur Lebaran

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak berlaku untuk dinas yang memiliki fungsi pelayanan publik di Kabupaten Kediri.
    Kebijakan WFA bagi pegawai pemerintah menjelang libur Lebaran mulai diterapkan pada Senin (16/3/2026). Namun, sejumlah instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap diwajibkan bekerja seperti biasa.
    “Dinas-dinas yang berkaitan dengan pelayanan publik tidak bisa mengajukan WFA,” kata Hanindhito, Senin (16/3/2026).
    Beberapa dinas yang tidak diperbolehkan menerapkan WFA antara lain Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
    Menurut pria yang akrab disapa Mas Dhito itu, instansi tersebut harus tetap siaga untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama periode libur Lebaran.
    Ia juga meminta Satpol PP meningkatkan kesiapsiagaan serta mengintensifkan operasi pengawasan guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban sebelum maupun setelah Lebaran.
    Selain itu, Dinas Kesehatan diminta tetap memberikan pelayanan maksimal, terutama di puskesmas dan rumah sakit daerah seperti RSUD Kabupaten Kediri (RSKK) dan RSUD Simpang Lima Gumul (RS SLG).
    Sementara itu, Dinas Perhubungan juga diminta tetap bertugas selama masa libur Lebaran untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik rawan.
    “Dishub wajib berada di titik-titik yang rawan kemacetan, seperti di simpang Mengkreng dan beberapa lokasi lainnya,” ujarnya.
    Tidak hanya dinas pelayanan publik, Dinas Pariwisata juga tidak diperbolehkan menerapkan WFA. Hal ini karena sektor pariwisata diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
    Mas Dhito menegaskan bahwa di setiap destinasi wisata harus tersedia tim medis untuk mengantisipasi keadaan darurat.
    “Terkait destinasi wisata, wajib ada tim medis di lokasi. Saya minta tim medis standby,” tegasnya.
    Di sisi lain, Bupati Kediri juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus memantau distribusi serta ketersediaan bahan pokok dan barang penting (bapokting) agar tetap aman dan stabil hingga perayaan Lebaran.

  • Mas Dhito dan Mbak Cicha Ajak 200 Anak Yatim Kediri Beli Baju Lebaran di Mall

    Kediri – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebahagiaan sederhana seperti memiliki baju baru menjadi momen yang paling dinantikan anak-anak. Hal itu yang mendorong Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa, mengajak ratusan anak yatim berbelanja baju lebaran.
    Sebanyak 200 anak yatim dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri diajak berbelanja langsung di pusat perbelanjaan Kediri Town Square, Kamis (12/3/2026). Wajah-wajah ceria terlihat saat mereka bebas memilih pakaian yang disukai untuk dikenakan saat Lebaran.
    Mas Dhito mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah.
    “Tidak semua anak bisa mendapatkan sebagaimana yang anak-anak lain dapatkan seperti baju lebaran baru atau pun makanan. Harapan kita tak lain hanya ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah bersama anak-anak ini,” ujarnya didampingi Mbak Cicha.
    Ia mengungkapkan, pada awalnya Pemkab Kediri bersama TP PKK berencana memberikan paket makanan kepada anak-anak yatim. Namun karena menjelang Lebaran biasanya banyak bantuan makanan yang datang, akhirnya diputuskan untuk memberikan baju lebaran agar lebih bermanfaat.
    Dengan diajak langsung ke pusat perbelanjaan, anak-anak juga mendapat kesempatan memilih sendiri pakaian yang mereka sukai. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman baru bagi sebagian anak yang belum pernah berkunjung ke mal.
    Program berbagi ini sebenarnya juga pernah digelar pada tahun sebelumnya. Bedanya, kali ini anak-anak tidak diberi uang tunai, melainkan voucher belanja senilai Rp500 ribu untuk masing-masing anak.
    “Kita berikan dalam bentuk voucher ini supaya bisa dimaksimalkan oleh anak-anak,” tambah Mas Dhito.
    Selama berbelanja, anak-anak didampingi dua pendamping dari masing-masing kecamatan serta petugas dari pusat perbelanjaan. Setelah selesai, mereka diajak menuju Pendopo Panjalu Jayati untuk mengikuti buka puasa bersama.
    Kebahagiaan anak-anak pun semakin lengkap. Selain mendapatkan baju baru, mereka juga menerima bingkisan Lebaran dan tas sekolah sebagai bekal untuk menunjang kegiatan belajar.

  • Mas Dhito Gagas Pendirian Kawasan Budidaya di Kabupaten Kediri

    Kediri – Sebagai salah satu sentra budidaya ayam petelur, peternak layer di Kabupaten Kediri masih menghadapi kendala lahan pendirian kandang yang ideal untuk pengembangan usaha sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah.
    Menyikapi kondisi ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap di periode kedua kepemimpinannya, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan yang masih dialami para peternak ayam petelur ini dalam melakukan pengembangan usaha.
    “Kemarin dari DKPP mengajukan untuk melakukan kajian kawasan industri peternakan, ini bagus tapi mengapa tidak sekalian kawasan budidaya,” kata Mas Dhito saat bertemu dengan jajaran pengurus dan anggota Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK), Jumat (6/3/2026).
    Dengan pendirian kawasan budidaya tersebut menurut Mas Dhito tidak hanya mengatasi persoalan peternak layer. Sebab, kawasan budidaya itu juga bisa mencakup budidaya sektor lain seperti perikanan air tawar maupun pertanian.
    Di Kabupaten Kediri, populasi layer atau ayam petelur per 6 Maret 2026 ada 7.569.539 ekor dengan produksi telur 5.917.100 kg/bulan. Dari jumlah produksi itu Kediri tiap bulannya mengalami surplus karena kebutuhan telur hanya 891.700 kg/bulannya.
    Adapun, jumlah peternak unggas besar di Kediri hingga saat ini kurang lebih ada 60 orang dan untuk pengusaha kecil/mikro kurang lebih mencapai 2.800 orang. Dari usaha ini, anggota KPPUK dapat menyerap tenaga kerja antara 1000-1200 orang.
    “Anggota KPPUK saat ini sebarannya pasti masih tidak tersentralisasi, ini perlu nanti dijadikan satu kawasan dan 2026 ini dibuat kajiannya,” tambah Mas Dhito.
    Sementara itu Ketua KPPUK Eko Sanjoyo mengapresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Mas Dhito untuk kemajuan KPPUK. Diakui Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus melakukan pendampingan.
    “kami berharap KPPUK ini dapat terus bersinergi dan mendukung program-program pemerintah daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri secara luas,” ucapnya.

  • Jelang Mudik Lebaran, Bupati Kediri Minta PUPR Gerak Cepat Tangani Jalan Berlubang

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengebut pekerjaan perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan saat musim mudik lebaran Idul Fitri 1447 H.
    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama menyampaikan, perbaikan ini difokuskan untuk penanganan kerusakan pada titik-titik lubang utamanya ruas jalan poros yang menjadi jalur mudik.
    “Sesuai intruksi mas bupati (Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito) jalan-jalan yang berlubang kita dulukan untuk ditangani. Penanganan jalan berlubang ini harus kita selesaikan sebelum H-7 lebaran,” katanya, Senin (2/3/2026).
    Diungkapkan Irwan, perbaikan jalan sebenarnya terus dilakukan sejak Januari-Februari lalu dengan cara lapen (lapis penetrasi). Hanya saja, karena intensitas hujan yang masih tinggi, penanganan yang dilakukan terlihat tidak linier atau sebanding dengan kerusakan jalan yang muncul.
    “Padahal setiap hari ada penanganan, tapi tingkat kerusakan lebih cepat,” ungkapnya.
    Irwan menerangkan, berdasarkan pengecekan kerusakan tidak terjadi sepanjang ruas jalan melainkan hanya berada di titik-titik tertentu yang umumnya tergenang air karena kondisi drainase sekitar yang buruk. Genangan air tersebut menyebabkan aspal terkelupas dan berlubang.
    “Jalan aspal maupun cor tidak boleh tergenang air lebih dari 6 jam. Jalan kalau sudah tergenang air pasti rusak,” terangnya.
    Jalan yang berlubang, lanjut dia, ditangani dengan dilakukan penambalan baik itu menggunakan lapen maupun hotmix dan prioritas utama ruas jalan poros yang menjadi jalur mudik seperti ruas Gurah-Pagu hingga nanti perbatasan Jombang, ruas Pare-Papar, ruas Wates hingga perbatasan Kota Kediri.
    “Kita tangani lubang-lubang yang memang parah. Nanti setelah hari raya kita lakukan penanganan secara regular,” imbuhnya.
    Dengan kondisi kerusakan yang ada dan waktu yang terus berjalan, penanganan perbaikan jalan dilakukan dengan langsung menerjunkan 6 tim yang menyebar pada titik-titik yang ditentukan. Adapun pada titik yang diperbaiki, pihaknya meminta penanganan termasuk pada drainase sekitar untuk mencegah kembali muncul genangan air.
    “Seperti hari ini, dua tim bergerak untuk penanganan ruas Pagu-Bogo, Badas-Kunjang, besuk dua tim untuk ruas Bogo – Kunjang dan Badas – Kunjang,” urai Irwan.
    Adapun ruas jalan yang sudah dikerjakan berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Kediri yakni ruas Mojokerep-Purwoasri, Kras-Kanigoro, Sambirejo-Sumberejo, Wates-Plosoklaten, Tertek-Siman, Kranding-Petungroto, Wonosari-Bulupasar, Gurah-Pagu, Karangdinoyo-Puncu, Kranggan-Plosoklaten.

  • Pemkab Kediri Larang Bunyikan Pengeras Suara Bervolume Tinggi Saat Sahur Keliling

    Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) pada saat kegiatan sahur keliling di Bulan Ramadan.

    Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 300.1.1/1/418.40/2026 tentang pengaturan kegiatan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

    Ditetapkan pada 20 Februari 2026, SE ini ditandatangani Sekda Mohamad Solikin atas nama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam rangka menciptakan kondisi ketentraman dan ketertiban umum.

    Seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, dalam imbauan yang disebutkan diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat umum dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

    “(Tidak) menggunakan dan membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) dalam kegiatan sahur keliling,” bunyi imbauan dalam SE tersebut.

    Larangan penggunaan pengeras bervolume tinggi tersebut termasuk pada saat pelaksanaan takbir keliling. Kemudian, larangan aksi kebut-kebutan atau balap liar dan konvoi di jalan raya.

    Pemkab Kediri juga melarang masyarakat membuat, memperjualbelikan dan membunyikan petasan, kembang api atau bahan peledak lainnya.

    Disampaikan pula pada SE itu, dalam rangka menyukseskan program dari Kementerian Agama terkait masjid ramah pemudik, setiap masjid yang berada di tepi jalan raya atau jalur mudik diminta untuk buka 24 jam.

    Adapun bagi pelaku usaha restoran, kafe, rumah makan, warung nasi, kedai kopi sesuai edaran tersebut diminta untuk tidak berjualan atau menjajakan dagangannya secara terbuka di siang hari. Sedang, bagi pelaku penjualan takjil diminta untuk tidak menggunakan bahu jalan.

    “Masyarakat dan atau organisasi masyarakat agar tidak melakukan sweeping ke restoran/kafe/rumah makan/warung nasi/kedai minum dan sejenisnya,” bunyi imbauan lain di edaran itu.

    Selanjutnya, kepada pelaku usaha pariwisata diminta untuk mengikuti ketentuan jam operasional selama Bulan Ramadhan, yakni mulai pukul 21.00-24.00 WIB. Pelanggaran atas ketentuan yang ada dalam SE akan dikenakan sanksi oleh instansi berwenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Momen Mas Dhito Kulineran di Pasar Wates Larisi Dagangan Pedagang

    Kediri- Kedatangan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito di Pasar Wates untuk menikmati kuliner malam, Selasa (3/2/2026) membawa kebahagiaan bagi para pedagang. Malam itu, Mas Dhito bahkan menyempatkan mengunjungi rumah salah satu pedagang.

    Supatmi, pedagang yang diajak mengobrol Mas Dhito tak menyangka rumahnya yang tepat berada di selatan pasar dan dekat dengan sungai itu di datangi orang nomor satu di Kabupaten Kediri. Kondisi rumah pedagang ini terlihat rusak.

    Mas Dhito yang saat itu didampingi, camat, kepala Dinas Sosial termasuk kepala desa setempat pun langsung berembug mencari solusi untuk bisa membantu pedagang itu. Termasuk juga kepada beberapa pedagang lain.

    Malam itu, Mas Dhito tidak hanya sekedar kulineran, bermula dari mengajak mengobrol pedagang, dia juga mendengarkan mereka bercerita dan membantu sesuai persoalan yang dialami.

    Kebahagiaan dari kedatangan Mas Dhito di Pasar Wates malam itu juga dirasakan pedagang luar pasar yang sempat ditemui. Dia, Mamik, pedagang yang setiap harinya membuat dagangan untuk dititipkan di tempat pedagang jajanan.

    “Alhamdulilah, ikut dapat pesanan kue pastel basah dari Mas Dhito, semoga barokah untuk selamanya,” akunya.

    Mamik mengaku dapat merasakan kebaikan sosok bupati muda ini. Menurut dia, dari kunjungan di Pasar Wates dan kedekatan dengan pedagang maupun pengunjung, bupati muda itu terlihat sosok yang ramah dan mau melayani warganya.

    “Beliau itu mau melayani orang-orang kecil seperti kami seperti tidak ada jarak,” ucap Mamik.

    Dalam kesempatan mengobrol dengan pedagang malam itu, Mas Dhito memberi masukan kepada mereka untuk mencantumkan daftar harga dagangannya. Harapannya, kepercayaan konsumen akan semakin meningkat dan berdampak pada kunjungan di kuliner Pasar Wates yang semakin ramai.

    Pasar Wates sendiri pasca direvitalisasi, beroperasi dalam tiga shift. Dimulai dari pedagang sayur pada dini hari hingga pagi, dilanjutkan pedagang los dan kios, baru kemudian sore sampai tengah malam digunakan pedagang kuliner.

    “Saya doakan semoga seluruh pedagang Pasar Wates mulai yang shift dini hari hingga shift malam berkah, rezekinya lancar, bahagia dunia akhirat,” ungkap Mas Dhito.

    Kuliner Pasar Wates memang telah memberikan peluang bagi banyak warga untuk bisa ikut berdagang. Bahkan, pada akhir pekan pedagang bisa mengantongi omset Rp1-1,5 juta. Setelah melihat langsung kulineran Pasar Wates, Mas Dhito mengaku model kulineran di pasar tradisional itu juga bakal diterapkan di pasar lain yang ada di Kabupaten Kediri.

    “Inilah yang akan kita terapkan di pasar-pasar lainnya, mohon doanya khususnya warga Ngadiluwih yang sekarang pasarnya sedang dibangun semoga bisa menyamai dengan Pasar Wates,” terang Mas Dhito.

  • Sinergi Pemkab Kediri dan Kodim 0809, TMMD ke-127 Segera Figelar

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kodim 0809/Kediri menggelar rapat persiapan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Aula Balai Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Rabu (4/2). Rapat ini bertujuan mematangkan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan TMMD berjalan optimal.

    Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah melalui Pabung Kodim 0809/Kediri Mayor Inf. Ngatari menyampaikan, rapat tersebut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kediri untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan TMMD.

    TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan direncanakan dibuka pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam rapat ini juga dibahas teknis pelaksanaan pembukaan agar berjalan tertib dan lancar.

    “Ini perlu kita semuanya berkolaborasi. Karena di dalam kegiatan TMMD itu nanti diharapkan masyarakat akan betul-betul bisa memanfaatkannya,” katanya.

    Mayor Ngatari menjelaskan, sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan jalan sepanjang sekitar 1.657 meter dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Dusun Sumberbahagia dan Dusun Kapasan, Desa Gadungan. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas pertanian dan perdagangan warga.

    Selain itu, TMMD juga mencakup rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi Mushola Al-Ikhlas, pembangunan 5 sumur bor, pembangunan MCK dan sanitasi di 10 titik, penanaman 1.000 bibit tanaman, serta pengecatan SDN Gadungan 3. Adapun sasaran nonfisik berupa pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat dari berbagai OPD.

    Sementara itu, Kepala Desa Gadungan Dari Purwanto menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Dusun Sumberbahagia sebagai lokasi TMMD. Ia menilai program tersebut sangat membantu, mengingat wilayahnya berada di kawasan hutan dan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

    “Dengan dibukanya akses jalan penghubung antar dusun serta adanya program RTLH dan jambanisasi, masyarakat kami akan sangat terbantu,” ungkapnya.

    Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0809/Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, serta seluruh pihak yang terlibat, seraya berharap TMMD dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gadungan.