• Jaga Toleransi Sejak Dini, Mas Dhito Resmikan 3 Tempat Ibadah di SMP Negeri 3 Grogol

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan tiga tempat ibadah di SMP Negeri 3 Grogol sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mendukung kebebasan beragama dan penguatan toleransi antar umat di lingkungan pendidikan.

    Ketiga tempat ibadah yang diresmikan yakni Mushola Al Ikhlas, Gereja Imanuel dan Pura Widya Loka. Berdirinya tiga tempat ibadah ini diharapkan dapat memfasilitasi para siswa dalam menjalankan kegiatan peribadatan sesuai keyakinan masing-masing di lingkungan sekolah.

    “Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” kata Mas Dhito, Rabu (19/8/2026).

    Mas Dhito mengaresiasi semangat keluarga besar sekolah dan wali murid dalam membangun tempat ibadah tersebut. Secara swadaya dan semangat gotong royong, tiga tempat ibadah didirikan berdampingan dan selesai dibangun sekitar 4 bulan.

    Menurut Mas Dhito, toleransi antar umat beragama merupakan karakter yang terbentuk dari sikap saling menghormati dan mau menjaga keharmonisan dalam perbedaan. Semangat itu pun telah terbentuk dan tercermin di Kabupaten Kediri.

    “Toleransi antar umat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” ungkapnya.

    Tak hanya di SMP Negeri 3 Grogol yang berada di wilayah Barat Sungai Brantas. Di wilayah sebelah Timur, sekolah dengan fasilitas tiga tempat ibadah dan berdiri berdampingan juga ada di SD Negeri Besowo 2 Kecamatan Kepung.

    “Ini artinya Kabupaten Kediri dari Timur sampai Barat toleransi beragama sangat tinggi,” tambahnya.

    Orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu berpesan supaya semangat toleransi antar umat beragama yang telah terbentuk tersebut dapat diteruskan antar generasi. Pemerintah Kabupaten Kediri siap untuk membantu fasilitas pendukung lain yang masih dibutuhkan.

    Kepala SMP Negeri 3 Grogol, Musiin dalam kesempatan tersebut mengapresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Bupati Kediri untuk sektor pendidikan. Nantinya, halaman tiga tempat ibadah tersebut diakui akan dibantu untuk pemasangan paving.

    Menurut dia, pendidikan tidak hanya semata untuk mengejar capaian nilai akademik, namun juga secara spiritual. Pihaknya bersyukur, tempat ibadah yang sebelumnya masih menjadi impian kini telah berdiri.

    “Kami berharap fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik tapi juga secara spiritual,” ucapnya.

  • Curi Perhatian, Raffi Ahmad Kenakan Pakaian Khas Kabupaten Kediri di Upacara Kemerdekaan

    Pakaian khas Kabupaten Kediri yang diluncurkan pada periode pertama kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana kembali mencuri perhatian publik.

    Selebriti Raffi Ahmad tampil mengenakan wastra Kediri saat hadir mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara, Senin (17/8/2026).

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menyampaikan, menjadi suatu kebanggaan pakaian khas Kabupaten Kediri turut diperkenalkan di panggung nasional saat upacara kemerdekaan.

    “Kami, Pemerintah Kabupaten Kediri menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Raffi Ahmad yang telah berkenan mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri pada upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara,” katanya.

    Raffi Ahmad yang juga merupakan utusan khusus presiden bidang pembinaan generasi muda dan pekerja seni ini mengenakan busana Wdihan Kadiri Satria. Busana ini mencerminkan keagungan budaya Kediri yang sarat makna, agung dan berwibawa.

    Lengkap dengan menggunakan iket Jayabhaya, penampilan Raffi sebagaimana diunggah dalam akun @rafffinagita1717 terlihat gagah. Sementara, Nagita Slavina tampil anggun mengenakan kebaya merah.

    “Kita berharap ini menginspirasi anak muda Kabupaten Kediri untuk lebih bangga mengenakan pakaian khas daerah,” ungkapnya.

    Penggunaan pakaian adat Nusantara dalam upacara kemerdekaan ini menjadi simbol kuat persatuan di tengah keanekaragaman budaya bangsa.

    Tak hanya di Istana Negara, sejak diperkenalkan ke publik di Kabupaten Kediri setiap momen upacara peringatan ulang tahun kemerdekaan, pakaian khas ini juga selalu selalu dikenakan.

    Sebagaimana pada upacara 17 Agustus 2026 di Stadion Canda Bhirawa Pare. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana beserta jajaran OPD dan Forkopimda juga mengenakan pakaian khas.

    Dalam momen upacara kemerdekaan itu, kedua putri bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini juga ikut serta dan terlihat cantik mengenakan busana khas Kabupaten Kediri.

    Dengan terus dikenalkannya wastra Kediri oleh figur-figur publik, Mustika mengajak kepada seluruh masyarakat utamanya generasi muda untuk ikut melestarikan kekayaan budaya daerah.

    “Kita warga Kabupaten Kediri harus bangga, ikut melestarikan dan mengenalkan supaya budaya Kediri semakin dikenal luas,” pungkasnya.

  • Upacara HUT RI ke-81, Mas Dhito Ajak Rawat Patriotisme

    DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar upacara HUT RI ke-81. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana berharap momentum peringatan kemerdekaan menjadi tonggak untuk meningkatkan kecintaan kepada bangsa.

    Hal ini disampaikan melalui Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo pada Senin (17/8/2026) pagi.

    Menurutnya, kemerdekaan republik ini tidak didapatkan dengan cuma-cuma melainkan dengan semangat juang, pertumpahan darah dan keringat para pahlawan. Pihaknya berharap kaum muda bisa terus merawat jiwa patriotisme.

    “Agar generasi muda kita iling dan terus mengingat kepada para pendiri bangsa khususnya Bung Karno dan Bung Hatta”“, terangnya usai upacara yang digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri ini.

    PDI Perjuangan, kata Suwignyo, selama ini konsisten menjaga semangat kebangsaan. Salah satu konsistensi ini ditunjukkan dengan instruksi DPP Partai yang mewajibkan kadernya menyelenggarakan upacara HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya.

    Menindaklanjuti hal tersebut, lanjut Suwignyo, pihaknya berharap agar agenda positif semacam ini bisa ditularkan kepada seluruh kader sampai tingkat akar rumput.

    “Bahkan harapannya kedepan agar ranting dan anak ranting kedepan bisa ikut menyelenggarakan upacara semacam ini,” katanya.

    Adapun Adi Suwignyo dalam agenda ini bertindak sebagai inspektur upacara dan Wakil Ketua Bidang Politik dan Reformasi Sistem Hukum Nasional DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, bertugas sebagai komandan upacara. Selain struktur DPC, upacara ini juga diikuti oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) PAC se Kabupaten Kediri serta Satgas Partai.

    Usai upacara, seluruh kader yang hadir menutup kemeriahan peringatan kemerdekaan tahun ini dengan menggelar lomba-lomba untuk meningkatkan soliditas antar kader.

  • Mas Dhito Akomodir Usulan Jalan Usaha Tani di Peresmian Jembatan Garuda

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan kesiapannya mengakomodir usulan penguatan jalan usaha tani yang berada di perbatasan antara Desa Ngancar dan Desa Pandantoyo.

    Komitmen Mas Dhito ini disampaikan saat menghadiri peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Ngancar tersebut pada Kamis siang (13/8/2026).

    “Tadi ada jalan dengan ruas kurang lebih 450 meter yang diminta Bu Kades untuk diperkuat kita akan berikan nanti, kita bantu BKK (Bantuan Keuangan Khusus) sifatnya,” kata Mas Dhito.

    Jalan usaha tani yang diminta untuk diperkuat tersebut berada tepat masuk di Desa Pandantoyo dan berada di sisi jembatan. Adapun, kondisi jalan yang berada di Desa Ngancar kondisinya telah diaspal.

    Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang dibangun atas sinergi dengan jajaran Kodim 0809/Kediri dan diresmikan itu memiliki panjang bentang 18 x 3 meter.

    Selain jembatan tersebut, pada hari yang sama Polres Kediri juga menggelar tasyakuran revitalisasi Jembatan Merah Putih di Kecamatan Kandangan.

    “Jadi serentak (secara nasional) diresmikan di beberapa titik oleh Bapak Presiden, hari ini untuk Kabupaten Kediri ada dua titik di Kandangan dan Ngancar,” ungkapnya.

    Mas Dhito berpesan kepada masyarakat untuk dapat menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun dan dilakukan revitalisasi tersebut sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

    Sementara itu Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengungkapkan, keseluruhan di wilayah Kodim 0809 ada 14 titik jembatan yang menjadi target dimana 9 titik telah selesai.

    “9 jembatan itu sudah selesai semua dan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar,” terangnya.

    Pembangunan jembatan ini, lanjut Dhavid, merupakan salah satu program unggulan TNI Angkatan Darat. Program unggulan lain, yakni TNI manunggal air bersih.

    “Warga kabupaten Kediri yang membutuhkan air silahkan laporkan ke kita. Kita ada program dari Angkatan Darat untuk air bersih, ada pula sumur bor untuk keluarga maupun pertanian,” ucapnya.

  • Kukuhkan Paskibraka, Mas Dhito : Jadilah Contoh dan Jaga Ideologi Pancasila

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengukuhkan 75 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Kediri di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (13/8/2026).

    Dalam pengukuhan itu, Mas Dhito (sapaan akrabnya) berpesan agar seluruh Paskibra bisa terus menegakkan Ideologi Pancasila sekaligus menularkannya kepada teman dan penerusnya.

    “Harus terus mewarisi ideologi Pancasila, dan mewariskan ke adik-adiknya,” kata Mas Dhito usai pengukuhan yang dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa juga jajaran Forkopimda dan orang tua Paskibraka.

    Paskibraka, kata Mas Dhito, merupakan anak-anak terpilih dari berbagai sekolah. Sehingga mereka diharapkan mampu memberikan contoh yang baik dalam berbagai kegiatan positif dan produktif.

    Dalam kesempatan ini pula, Mas Dhito kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini. Sebagaimana disampaikannya di berbagai kesempatan saat bertemu anak-anak muda.

    Untuk mengatasi persoalan ini, lanjut Mas Dhito, tidak cukup dengan intervensi Pemerintah daerah namun juga dibutuhkan kerja bersama termasuk pengawasan orang tua.

    “Tidak bisa hanya pemerintah Kabupaten, tapi juga peran serta orang tua,” tambahnya.

    Puluhan Paskibraka tersebut sebelumnya telah diseleksi ketat oleh pemerintah daerah dalam beberapa tahapan, mulai seleksi administrasi hingga Pantukir.

    Dari 900 peserta Calon Paskibraka yang mendaftar dan mengikuti tahapan seleksi ini, akhirnya terpilih 77 Paskibraka. Dimana 75 Paskibraka nantinya bertugas di Lapangan Canda Bhirawa, Pare pada 17 Agustus.

    “Yang dua harus berangkat ke provinsi untuk mengikuti pemusatan tingkat provinsi,” terang Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko.

    Usai pengukuhan, para Paskibraka ini masih akan digembleng untuk melakukan geladi hingga H-1 Upacara Peringatan HUT RI. Latihan tersebut diintensifkan guna pemantapan formasi.

    Yuli menambahkan, untuk tahun ini formasi upacara mengalami perubahan dari tahun sebelumnya yang menyesuaikan standar Istana Negara. Dimana tiang bendera pada tahun sebelumnya sedikit di tepi lapangan, tahun ini akan bergeser dan diletakkan di tengah lapangan upacara.

    “Akan kita lanjutkan sampai hari minggu untuk geladi kotor dan bersih,” pungkasnya.

  • Rencana Penataan Perangkat Daerah, Mas Dhito Sebut Bakal Ada OPD Baru

    Sejumlah Perangkat Daerah di Pemerintah Kabupaten Kediri bakal mengalami penataan ulang dalam rangka menciptakan organisasi yang efektif, efisien, dan proporsional sesuai dengan kebutuhan.

    Rencana penataan perangkat daerah ini mendapatkan persetujuan bersama legislatif yang dituangkan dalam Raperda perubahan kedua atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Kediri.

    Penandatanganan Raperda ini dilakukan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama pimpinan DPRD Kabupaten Kediri dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Tegowangi, Selasa (11/8/2026).

    “Jadi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dirampingkan, disederhanakan tetapi efisien, transparan dan proporsional,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini usai mengikuti rapat paripurna.

    Penataan perangkat daerah tersebut sekaligus bakal mengurangi kekosongan jabatan kepala perangkat daerah yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Kediri. Pasalnya, beberapa perangkat daerah jabatan kepala masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

    “Dalam perangkat daerah itu masih ada jabatan yang diisi Plt, dan ini akan kita selesaikan,” ungkap Mas Dhito.

    Penyusunan SOTK (Susunan Organisasi dan Tata Kerja) sebagai awal rencana penataan perangkat daerah tersebut diakui telah selesai dan tinggal menunggu proses fasilitasi dari Gubernur.

    Penataan perangkat daerah berdasarkan dalam rapat paripurna tersebut rencananya dilakukan pada kelembagaan yang membidangi urusan pangan, pertanian, perikanan, perumahan dan kawasan permukiman, pekerjaan umum dan penataan ruang, serta kepemudaan dan olahraga.

    Mas Dhito belum menyebutkan nantinya perangkat daerah yang membidangi urusan tersebut bakal dibagi dalam berapa kelembagaan. Pun begitu, disinggung mengenai kemungkinan ada kelembagaan baru, pihaknya pun memastikan nantinya bakal akan ada perangkat daerah baru.

    “(OPD baru) ada,” ungkapnya.

    Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro menyebutkan terkait dengan penataan perangkat daerah, kalangan legislatif berharap nantinya jabatan kepala dinas diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai kelembagaan yang akan dipimpin.

    “Pembentukan OPD yang baru ini harapan kami OPD yang memegang itu sesuai dengan bidang dan keahliannya,” ucapnya.

  • Dorong Penguatan Nilai Tambah Hasil Pertanian, Mas Dhito Siap Gandeng UGM

    Pemerintah Kabupaten Kediri membuka pintu kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada untuk penguatan nilai tambah hasil pertanian.

    Pertemuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan delegasi Departemen Teknologi Industri Pertanian pada Selasa (11/8) menjadi langkah awal penjajakan kerja sama ini.

    Berlokasi di Pemkab Kediri, pertemuan itu membahas beberapa potensi yang dapat dikerjasamakan. Diantaranya, penerapan teknologi pasca panen untuk menjaga kualitas komoditas, maupun pengembangan produk olahan hasil pertanian.

    Mas Dhito, sapaan Bupati Kediri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri sejauh ini terus berupaya menguatkan sektor pertanian, mengingat 80 persen penduduk memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani.

    Manajemen industri pasca panen diakui masih menjadi tantangan di Kabupaten Kediri. Meski Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sektor industri olahan hasil pertanian terjadi kenaikan, petani masih banyak yang memilih menjual komoditas secara langsung saat panen.

    “Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” katanya.

    Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, memiliki komoditas unggulan seperti padi, jagung, nanas, cabai termasuk mangga podang. Dari sekian komoditas tersebut, cabai kerap menemui persoalan saat harga anjlok dan mangga podang yang bergantung pada siklus musiman dinilai masih butuh perhatian.

    Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Kediri kini tengah memetakan potensi unggulan daerah guna menyambut rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji pada 2027.

    “Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” ungkap Mas Dhito.

    Perwakilan delegasi dari UGM Prof. Adi Djoko Guritno mengungkapkan beberapa skema yang nantinya dapat dilakukan seperti pendampingan, maupun kegiatan pengabdian mahasiswa maupun dosen turun langsung ke lapangan untuk transfer teknologi.

    Diungkapkan pula saat ini ada teknologi supaya bahan baku menjadi lebih awet, termasuk membuat rekayasa supaya komoditas bisa tetap panen diluar musim. Pihaknya berharap nantinya dari pertemuan itu dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama.

    “Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal dimana titik-titik kita bisa kerjasama,” ucapnya dalam pertemuan penjajakan kerjasama tersebut.

  • Mas Dhito Minta Camat Proaktif Pantau Perubahan Desil Warga

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menekankan kepada camat untuk memantau perubahan data kesejahteraan warganya yang masuk dalam pengelompokan desil.

    Langkah ini dilakukan guna menghindari program bantuan sosial tidak tepat sasaran. Termasuk dalam pelayanan kesehatan gratis karena terhapus datanya sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)

    “Banyak laporan yang masuk desilnya tertukar. Dampaknya orang yang seharusnya mendapatkan bantuan tidak mendapatkan bantuan,” kata Mas Dhito dalam pertemuan dengan Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026).

    Mas Dhito menegaskan, pihaknya tidak menginginkan di pemerintahannya ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, namun terkendala karena persoalan administrasi. Utamanya dalam pelayanan kesehatan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar.

    Terlebih, sektor kesehatan sendiri menjadi salah satu program prioritas Mas Dhito. Pada sektor ini pihaknya pun terus menggenjot peningkatan mutu layanan kesehatan di setiap tingkatan faskes. Begitu pula dengan capaian Universal Health Coverage (UHC) atau sistem penjaminan kesehatan bagi warga.

    “Pelayanan kesehatan hati-hati betul, jangan sampai ada unsur apalagi anggapan bahwa kita abai,” ungkapnya.

    Dari laporan yang masuk terkait ketidaksesuaian pendataan desil dengan kondisi lapangan, Mas Dhito menyebut perlunya ada langkah perbaikan data.

    “Data menjadi kata kunci dalam mengambil kebijakan walaupun sifatnya kita usulan. Usulan dari kita ke Kementerian Sosial kemudian Kementerian Sosial yang menentukan desilnya,” pungkasnya.

  • Deklarasi Asosiasi Driver Indonesia (ADRONE) Resmi Digelar di Malang

    Malang – Sebanyak 60 orang anggota Asosiasi Driver Indonesia (ADRONE) menggelar silaturahmi sekaligus deklarasi bersama di Cafe Lembah N’KLA, Jalan Kemantren 3, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, pada Senin (27/7/2026) pukul 13.00 hingga 16.45 WIB.

    Kegiatan yang digelar atas nama seluruh pengemudi Indonesia tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum ADRONE, Budi Andri Yanto. Dalam deklarasi yang dibacakan secara resmi, para pengemudi profesional dari berbagai penjuru Indonesia menyatakan tekad dan komitmen bersama untuk bersatu dalam wadah ADRONE.

    Dalam naskah deklarasi disebutkan bahwa profesi pengemudi merupakan urat nadi perekonomian bangsa, garda terdepan dalam mobilitas masyarakat, sekaligus pilar penting kemajuan transportasi nasional. Atas dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ADRONE resmi dideklarasikan untuk mewujudkan kesejahteraan, keselamatan, dan martabat pengemudi Indonesia.

    Isi deklarasi memuat empat poin utama. Pertama, persatuan dan solidaritas, yakni menyatukan seluruh pengemudi tanpa memandang jenis kendaraan, suku, agama, ras, maupun golongan dalam satu wadah kekeluargaan yang erat. Kedua, profesionalisme dan keselamatan, dengan menjunjung tinggi standar keselamatan berlalu lintas, mematuhi peraturan perundang-undangan, serta terus meningkatkan kompetensi sebagai pengemudi profesional.

    Ketiga, kesejahteraan dan perlindungan hukum, yaitu berjuang bersama demi terciptanya jaminan sosial, perlindungan hukum, serta kesejahteraan yang layak bagi seluruh anggota pengemudi beserta keluarganya. Keempat, peran sebagai mitra strategis bangsa, yakni aktif menjadi mitra pemerintah, pelaku industri transportasi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan berkeadilan.

    Deklarasi ditutup dengan pernyataan penuh kesadaran dan tanggung jawab demi kemajuan serta kemartabatan insan pengemudi Indonesia. Naskah tersebut ditandatangani di Malang pada 27 Juli 2026 oleh Budi Andri Yanto selaku Ketua Umum Pengurus Pusat/Deklarator Asosiasi Driver Indonesia (ADRONE).

  • 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Solidkan Barisan Jaga Semangat Demokrasi

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar malam renungan bertepatan dengan peringatan 30 tahun peristiwa ‘Kudatuli’ pada Minggu (26/7/2026).

    Peristiwa kelabu yang terjadi di Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58 Jakarta pada 27 Juli 1996 itu menjadi sejarah penting dalam perjalanan demokrasi Bangsa Indonesia.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Dodi Purwanto mengatakan, peringatan peristiwa Kudatuli bukan untuk membangkitkan kebencian atau mengungkit sejarah kelam bangsa.

    Malam renungan yang dilanjutkan dengan doa bersama tersebut disebut sebagai momentum bagi para kader partai untuk menjaga ingatan sejarah dan menghormati para pejuang demokrasi.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen supaya praktik praktik penindasan terhadap kedaulatan rakyat tidak pernah terulang lagi.

    “Peristiwa tersebut menjadi pengingat kader partai bahwa demokrasi, kebebasan berpendapat dan hak rakyat harus terus dijaga,” katanya.

    Melalui peringatan peristiwa Kudatuli, menurut Dodi, seluruh kader partai dari tingkat pusat hingga anak ranting melakukan gerakan satu barisan tegak lurus dan solid bergerak menjaga semangat demokrasi dan membumikan Pancasila.

    Menjaga semangat itu terus menyala, PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik diakui terus aktif turun ke tengah masyarakat dan mengawal kebijakan-kebijakan yang pro rakyat.

    “Melalui pergerakan akar rumput kami berharap seluruh struktural partai ini mampu untuk menangis dan tertawa bersama rakyat,” pungkasnya.