• Lantik Lima Pejabat, Mas Dhito Berharap Kekosongan Jabatan Kadis Segera Terisi

    Kediri – Kekosongan jabatan kepala dinas di beberapa instansi Pemerintah Kabupaten Kediri secara bertahap mulai diisi. Bupati Hanindhito Himawan Pramana, Kamis (8/1/2026) melantik dan mengambil sumpah lima pejabat tinggi pratama untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas.

    Mas Dhito dalam kesempatan itu menyoroti terkait jenjang karir di Pemerintah Kabupaten Kediri yang jaraknya masih terlalu jauh. Pihaknya pun mengingatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk memperhatikan regenerasi jenjang karier pegawai di pemerintah daerah tersebut.

    “Tadi Kepala BKPSDM (baru) sudah saya lantik, setelah ini saya akan rapat dengan Kepala BKPSDM untuk Plt-Plt itu (pelaksana tugas kepala dinas) supaya diisi sama yang difinitif,” katanya.

    Adapun kepala BKPSDM Kabupaten Kediri kini dijabat Randi Agatha Sakaira yang sebelumnya menjabat sekretaris KPU Kabupaten Kediri. Empat pejabat tinggi pratama lain yang dilantik yakni, Subur Widono yang sebelumnya menjabat Camat wates diangkat menjadi Kepala Dinas Sosial.

    Selanjutnya, Mustika Prayitno Adi, sebelumnya Kabag Umum Setda Kabupaten Kediri diangkat menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Mohamad Nizam Subekhi sebelumnya menjabat Camat Pare diangkat Kepala Dinas Perhubungan dan Wirawan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diangkat menjadi Inspektur Kabupaten Kediri.

    Selain Kepala BKPSDM, dalam kesempatan itu Mas Dhito juga memberikan tugas bagi para kepala dinas lain yang baru saja dilantik. Seperti Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang diminta menangani kebocoran retribusi.

    Kadinsos diminta untuk melakukan perbaikan data kemiskinan, termasuk kecepatan penyaluran bantuan sosial. Kemudian, Inspektor Kabupaten Kediri ditugasi untuk meningkatkan level Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

    Mas Dhito dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan bagi para kepala dinas lain di Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kinerja. Pihaknya pun bakal melakukan mutasi kepada pejabat yang dinilai tidak mampu bekerja.

    “Kepada kepala OPD yang sedang menjabat pesannya jangan merasa ada di zona nyaman,” tegas Mas Dhito.

  • Pengumpulan ZIS Kembali Lampaui Target, Mas Dhito Apresiasi Keterbukaan Baznas Kabupaten Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri.

    Keterbukaan ini dinilai meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas. Terbukti pengumpulan ZIS tahun 2025 mencapai Rp7,6 miliar atau melampaui 66 persen dari target yang ditentukan oleh Baznas Jatim, yakni Rp4,6 miliar.

    “Ini sangat luar biasa kenaikannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” kata Mas Dhito usai mendengarkan laporan dari Pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Rabu (7/1/2026).

    Menurut Mas Dhito, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Hal ini menunjukkan hal yang positif. Sebagai contoh, tahun 2024 dari target pengumpulan ZIS Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan Rp7,4 miliar.

    Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini pun optimis selain keterbukaan laporan, ketika semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tiap OPD tertib melakukan penyetoran, target capaian pengumpulan ZIS akan terus meningkat dan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan menerima manfaat.

    Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM. Iffatul Lathoif dalam laporannya menyebutkan ZIS yang dikelola didistribusikan untuk berbagai kegiatan. Yakni, pemberian paket sembako dan biaya hidup dhuafa, pemberian makanan bergizi, kemudian pemberian beasiswa bagi santri dan siswa.

    “Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 insyaalloh selanjutnya kita tingkatkan 100,” ungkap Gus Thoif.

    Distribusi juga untuk beberapa kegiatan lain diantaranya pemberian biaya hidup fakir dan lansia secara rutin, bantuan marbot, pemberian santunan yatim piatu, bedah rumah/RTLH, bantuan mualaf, sarpras pendidikan, masjid/mushola, pemberian biaya transport berobat rutin, termasuk pemberian bantuan alat bantu jalan.

    Disebutkan Gus Thoif, pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah dilakukan audit dari auditor Kementerian Agama. Pihaknya bersyukur hasil audit menunjukkan hasil yang baik.

    “Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulilah kemarin secara umum baik” bebernya.

  • Kediri Ngunduh Mantu, Mbak Cicha: Berikan Kepastian Hukum Pasangan Pengantin di Hari Ibu

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar acara Kediri Ngunduh Mantu. Sebanyak 44 pasangan pengantin yang telah dicatatkan pernikahannya dirayakan di Convention Hall, SLG bertepatan dengan peringatan hari ibu, Senin (22/12/2025).

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menyambut baik acara Kediri Ngunduh Mantu yang digelar pada peringatan hari ibu tersebut.

    Acara itu dinilai tidak sekedar seremoni melainkan aksi nyata untuk memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga. Pasalnya, dari 44 pasangan pengantin tersebut, sebagian merupakan pasangan yang sebelumnya hanya diikat pernikahan siri.

    Setelah sebelumnya mengikuti isbat nikah massal dan pencatatan pernikahan, 44 pasangan tersebut dalam acara Kediri Ngunduh Mantu tersebut diberikan legalitas dokumen resmi seperti buku nikah, akta nikah dan kartu keluarga.

    “Ini upaya kita di Pemerintah Kabupaten Kediri supaya pernikahannya selain sah secara agama juga memiliki kekuatan dan kepastian secara hukum negara,” katanya.

    Diungkapkan, dampak dari pernikahan yang belum tercatat secara resmi tidak hanya dirasakan oleh ibu tetapi juga anak-anak. Selain tidak mendapatkan jaminan nafkah dan rawan penelantaran, anak akan kesulitan mendapatkan akta kelahiran, atau hak-hak lainnya.

    Melalui program Kediri Ngunduh Mantu, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan kepastian hukum, terutama bagi perempuan dan anak. Dalam momen tersebut, melalui Mbak Cicha, bupati Kediri juga menyampaikan pesan kepada kaum perempuan untuk menghindari pernikahan siri.

    “Di hari ibu ini, saya ingin menekankan, perempuan berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum. Jangan korbankan diri dan masa depan demi hubungan yang tidak memberi kepastian,” tandasnya.

  • Berikan Fasilitas Laptop, Mas Dhito Dorong Pelajar SMA Boarding School Masuk PTN

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong supaya para pelajar kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School dapat lolos tes masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

    Untuk menyemangati para siswa, Pemerintah Kabupaten Kediri pada Jumat (19/12) siang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa laptop dari Bank Jatim, PT Sekar Pamenang dan PT Irfai Groub untuk 126 siswa kelas XII.

    Bantuan laptop yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa untuk menunjang proses belajar. Termasuk pula sebagai fasilitas untuk siswa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur tes.

    “Dari tiga itu kita kumpulkan supaya adik-adik ini bisa mengakses (ujian masuk perguruan tinggi) melalui laptop, karena mereka harus siap-siap 4 bulan lagi masuk ke perguruan tinggi,” kata Mas Dhito usai acara penyaluran bantuan laptop.

    Sementara itu, dari tryout yang telah diikuti para siswa kelas XII untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesuai dengan jurusan yang dipilih dari passing grade yang ditetapkan, 32 persen dinyatakan lolos.

    “Saya minta tiga bulan ke depan dikejar minimal 50 persen dari angkatan itu sudah bisa diterima di perguruan tinggi,” tambahnya.

    Selain menyalurkan bantuan laptop, pada kesempatan tersebut Mas Dhito juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi santri, pelajar tingkat SMP/MTS, SMA dan untuk guru paud.

    Plt Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Ahmad Rizqi Mubarok membenarkan dari tryout yang diikuti dengan jurusan yang dipilih para siswa, 32 persen memperoleh nilai diatas passing grade yang ditentukan.

    “Sisanya yang (mau masuk) sekolah kedinasan dan swasta. Kalau di general sebenarnya semuanya sudah terakomodasi, kalau yang masuk passing grade mereka yang mau masuk kampus negeri,” urainya.

    Bantuan laptop yang diterima diakui Rizki akan sangat membantu para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara digital. Termasuk pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini tengah berkembang.

  • Mas Dhito Sebut DPPI Sebagai Ujung Tombak Membumikan Nilai Pancasila pada Kalangan Generasi Muda

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar pengukuhan Pelaksana Daerah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kediri Periode 2025-2029 di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (8/12).

    Pengukuhan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta Keputusan Kepala Badan Pembina Indiologi Pancasila (BPIP) Nomor 50 Tahun 2024 tentang pengangkatan DPPI.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito melalui wakilnya Dewi Mariya Ulfa menyampaikan rasa bangga kepada para Paskibraka yang dikukuhkan sebagai DPPI.

    “Duta Pancasila merupakan ujung tombak dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Kediri,” katanya.

    DPPI disebut memiliki peran strategis sebagai teladan integritas, kedisiplinan, dan kepribadian luhur sesuai dengan etos Paskibraka. Duta Pancasila juga diharapkan mampu menjaga persatuan serta menumbuhkan toleransi dan semangat keberagaman di lingkungan masing-masing.

    “Kalian adalah penjaga gawang ideologi bangsa di tingkat daerah. Buktikan bahwa Pancasila hidup dan relevan, bukan hanya dalam teks tetapi dalam perilaku sehari-hari,” tambahnya.

    Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan program-program DPPI ke depan. Mas Dhito berpesan supaya Pelaksana Daerah DPPI Kabupaten Kediri dapat berkolaborasi aktif dengan sekolah, organisasi kepemudaan, hingga perangkat pemerintah daerah.

    Keseluruhan, sebanyak 7 Paskibraka dikukuhkan dalam kepengurusan Pelaksana Daerah DPPI Kabupaten Kediri Periode 2025-2029. Mereka, Moh. Faishal Rizkiawan Kodiri sebagai Ketua, Imam Maulana Faqih sebagai Wakil Ketua, dan Rizqi Fajar Rahmawati sebagai Sekretaris.

    Struktur organisasi diperkuat dengan penunjukan empat kepala bidang, yakni Wina Amel Tristanti sebagai Kepala Bidang Dukungan Pembentukan Paskibraka Duta Pancasila, Ricky Ramadhan sebagai Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi, Finna Amelia Putri Sugiantari sebagai Kepala Bidang Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, serta Linda Mustika Dewi sebagai Kepala Bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi.

    Mas Dhito menegaskan kepada para pengurus DPPI Kabupaten Kediri yang baru saja dikukuhkan supaya menjadikan amanah yang diberikan sebagai ladang pengabdian terbaik serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda.

    “Dengan semangat Pancasila, diharapkan pembangunan di Kabupaten Kediri berjalan selaras dengan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kebhinekaan,” pungkasnya.

    Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, perwakilan BPIP Republik Indonesia, Ketua Pelaksana DPPI Pusat dan Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri, dan Kabupaten Tulungagung, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kediri.

  • Karya Kreatif Penyandang Disabilitas Kediri Akan Dipamerkan di Puncak Hari Disabilitas Internasional

    Kediri – Sebanyak 350 paket produk hasil karya penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri akan dipromosikan sebagai souvenir pada puncak peringatan Hari Disabilitas Nasional.

    Kegiatan ini merupakan inisiatif Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

    Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Anissa Hanindhito menyampaikan, Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan potensi penyandang disabilitas.

    Pada momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk menampilkan berbagai produk kreatif hasil karya para penyandang disabilitas kepada masyarakat luas.

    “Mereka memiliki produk-produk yang layak ditampilkan, dan insyaallah akan dipamerkan pada puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Kabupaten Kediri yang akan dilaksanakan 9 Desember,” kata Mbak Cicha melalui Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, Senin (8/12).

    Beragam produk yang ditampilkan terdiri dari 15 item dalam satu tas atau goodie bag, mulai dari makanan seperti kue kering, kue kacang, bolu manis, kue bawang, madu garlic, keripik pisang, emping melinjo, telur asin, dan produk olahan lainnya.

    Selain produk makanan, ditampilkan pula berbagai kerajinan tangan seperti tas anyaman bambu, centong nasi kayu, kotak pensil, sikat cuci baju, hingga sikat botol.

    Produk-produk tersebut menurupakan hasil karya dari anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB), Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA), Disabilitas Motor Indonesia (DMI), dan Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK).

    Dengan menampilkan sebagai souvenir di puncak peringatan Hari Disabilitas Nasional tersebut, Mbak Cicha berharap semakin banyak para pemangku kepentingan yang mengetahui produk-produk berkualitas hasil karya disabilitas yang layak dipesan.

    “Harapannya, dengan semakin dikenalnya produk-produk ini, para penyandang disabilitas dapat semakin mandiri,” tambahnya.

    Dyah Saktiana pun menyampaikan pesan Mbak Cicha kepada para pengrajin disabilitas supaya terus semangat dan bersama-sama berjuang supaya karya mereka semakin dikenal luas.

  • Pemkab Kediri Lepas Kontingen NPCI, Mas Dhito Minta Atlet Jaga Semangat dan Sportivitas

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan arahan khusus bagi Kontingen National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kediri yang akan berlaga dalam Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur 2025 di Surabaya, 5-7 Desember 2025.

    Arahan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin dalam acara pelepasan kontingen di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (5/12).

    Mas Dhito menyampaikan rasa kebanggaan dan dukungan kepada 35 atlet, pelatih, serta ofisial yang akan berangkat mewakili Kabupaten Kediri. Keikutsertaan para atlet difabel pada ajang provinsi ini menurut dia sebagai wujud nyata ketangguhan dan semangat juang.

    Mas Dhito berpesan kepada para atlet untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas, semangat kegigihan, dan menjaga kondisi fisik selama bertanding.

    “Yang terpenting bukan pada hasil akhirnya, tetapi bagaimana para atlet menjaga semangat, tetap gembira, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Pertemuan dengan atlet dari berbagai daerah adalah pengalaman berharga yang dapat memperluas wawasan dan membangun kepercayaan diri,” pesan Mas Dhito.

    Bupati juga menyoroti kerja keras para atlet NPCI selama masa persiapan. Pihaknya menerima laporan bahwa para atlet tersebut telah berlatih intensif, termasuk pada pagi hari sebagai bentuk komitmen menghadapi kejuaraan.

    “Semangat itu harus terus dijaga. Dedikasi panjenengan semua adalah modal penting untuk meraih prestasi,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Mas Dhito kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan pembinaan dan kesejahteraan atlet difabel. Pemerintah daerah, melalui berbagai program yang diusung terus memperluas dukungan terhadap NPCI, termasuk akses ketenagakerjaan bagi atlet berprestasi.

    Ketua NPCI Kabupaten Kediri, Lilik Kumaidah menyebut pada Kejuaraan Paralimpiade tahun 2025 ini Kabupaten Kediri mengirim empat kontingen. Pihaknya menargetkan peringkat Kabupaten Kediri dapat naik ke enam besar.

    “Untuk kontingen yang dikirimkan yaitu atletik, voli duduk, powerlifting, serta satu tim atletik tambahan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

  • Isbat Nikah Massal, Bentuk Kepedulian Mas Dhito dan Mbak Cicha pada Kesejahteraan Keluarga di Kabupaten Kediri

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri menggelar isbat nikah massal sebagai bagian dari peringatan Hari Ibu ke-97.

    Sidang isbat nikah massal yang digelar di Gedung Bagawanta Bhari pada Jumat (5/12) itu diikuti sebanyak 26 pasangan. Acara ini menjadi wujud kepedulian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito terhadap peningkatan ketertiban administrasi dan kesejahteraan keluarga.

    Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri Nurwulan Andadari menyampaikan, Mas Dhito dan Mbak Cicha memberi perhatian besar terhadap pasangan yang belum memiliki pencatatan perkawinan. Menurutnya, pernikahan yang belum tercatat dapat menyulitkan keluarga dalam memperoleh layanan dasar.

    “Perkawinan yang tidak tercatat dapat menghambat hak-anak dalam pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan. Karena itu Mas Dhito dan Mbak Cicha sangat peduli agar masyarakat segera mendapatkan legalitas,” katanya.

    Kegiatan ini, lanjut dia, memberi kemudahan bagi pasangan untuk memperoleh dokumen resmi seperti akta nikah, KTP, dan Kartu Keluarga. Nurwulan juga mengapresiasi dukungan Pengadilan Agama, Kemenag, dan Dukcapil yang mempercepat proses administrasi.

    Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Muslich dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya menghindari nikah siri karena berpotensi menimbulkan masalah hukum.

    “Nikah siri akan mempersulit hak-hak keluarga, terutama dalam hal warisan dan status anak-anak. Kami berharap masyarakat Kabupaten Kediri tidak lagi menikah siri, karena sekarang nikah resmi di KUA sudah gratis,” ungkapnya.

    Muslich juga menyampaikan apresiasi atas perhatian serius yang diberikan Mas Dhito dan Mbak Cicha dalam menangani isu sosial terkait pencatatan perkawinan.

    “Sebanyak 26 pasangan mengikuti sidang isbat dalam kegiatan ini. Dengan adanya penetapan resmi, para pasangan kini memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat serta kemudahan akses layanan publik,” jelasnya.

    Sebagai rangkaian peringatan Hari Ibu, pada 22 Desember 2025 Pemkab Kediri akan menggelar resepsi khusus bagi pasangan peserta isbat.

  • Kejurnas Horseback Archery 2025 Digelar di Kawasan Wisata Gunung Kelud

    Kediri – Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Horseback Archery 2025 yang digelar di Kawasan Wisata Gunung Kelud. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6-7 Desember 2025 dan diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Mohammad Solikin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sehingga Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah pada kejuaraan Horseback Archery 2025.

    “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen. Terima kasih karena Kabupaten Kediri telah dipilih menjadi tuan rumah Kejurnas ini,” katanya saat pembukaan acara Sabtu (6/12).

    Persiapan Kejurnas teeebut, menurut dia dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun berkat sinergi seluruh pihak, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    Kejurnas Horseback Archery 2025, lanjutnya, disebut sebagai momentum penting dalam pengembangan sport tourism di Kabupaten Kediri.

    “SemogaIa event ini dapat diagendakan secara rutin untuk memperkuat sektor pariwisata daerah,” pesan Mas Dhito yang dibacakan Sekda.

    Ketua Komisi Horseback Archery PP Pordasi Deri Asta menyebutkan bahwa Kejurnas 2025 diikuti 72 atlet dari 17 provinsi. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri atas dukungan fasilitas dan infrastruktur sehingga seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

    “Ini merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurnas Horseback Archery di Indonesia,” ungkapnya.

    Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo menyebut Kejurnas tersebut menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju level internasional. Untuk itu, pihaknya mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan atlet dan kuda selama pertandingan.

    “Yang terbaik akan kami dukung untuk mewakili Indonesia di ajang dunia,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Pordasi Jawa Timur, Sentot Jamaludin menambahkan, penyelenggaraan Kejurnas di Gunung Kelud melibatkan beberapa komisi di bawah PP Pordasi.

    “Hari ini PP Pordasi juga menggelar Kejurnas Prospek Horseback Archery dengan peserta 230 orang dari berbagai provinsi,” jelasnya.

    Nomor yang dipertandingkan meliputi memanah di atas kuda dan memanah di darat (on ground). Dengan pemilihan Kabupaten Kediri sebagai lokasi kejurnas pihaknya berharap dapat memperkuat citra Kabupaten Kediri sebagai destinasi sport tourism di tingkat nasional.

  • Pemkab Kediri Gelar Dialog HUT Korpri ke-54, Fokus pada Penguatan Disiplin dan ASN BerAKHLAK

    Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar acara diialog dan sarasehan yang berlokasi di Ruang Auditorium Gedung A Lantai 3 RSUD SLG, Rabu (3/12).

    Mengusung tema “Pembinaan Disiplin, Wawasan Kebangsaan, dan Jiwa Korps Korpri dalam Mewujudkan ASN BerAKHLAK” acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri sekaligus Dewan Pembina Korpri, Mohamad Solikin.

    Pihaknya menegaskan pentingnya penguatan jiwa korps serta implementasi nilai-nilai ASN Berakhlak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Menurutnya, ASN harus mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    “Orientasi pelayanan harus menjadi prinsip dasar setiap ASN, disertai akuntabilitas, loyalitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, nilai-nilai berAKHLAK harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.

    Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Kediri, Kurniawati Asmara yang membawakan materi penegakan disiplin pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Dalam paparannya, Kurniawati menjelaskan ketentuan regulasi terkait penegakan disiplin, mekanisme pengawasan, dan upaya pencegahan pelanggaran di lingkungan kerja.

    Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kediri, Yuli Marwanto berharap kegiatan tersebut dapat memperkokoh jiwa korps dan mempererat persatuan antar anggota Korpri. Pihaknya juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi ASN dalam melayani masyarakat, termasuk menerima kritik sebagai konsekuensi pelayanan publik.

    “ASN harus siap menghadapi kritik dan tetap profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, kegiatan dialog dan sarasehan tersebut diikuti oleh kepala perangkat daerah, camat, Direktur RSUD, dan sekretaris desa ASN. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap terbangun kesamaan persepsi dalam memperkuat disiplin, wawasan kebangsaan, dan soliditas Korpri.