• Pemkab Kediri Rencanakan Buka Kembali Wisata Air Panas Gunung Kelud

    Pemerintah Kabupaten Kediri terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor-sektor produktif, termasuk potensi pariwisata berbasis alam.

    Tahun 2026 ini, setelah memperpanjang jam kunjungan wisata Besuki di kawasan Gunung Wilis, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri bergeser ke Gunung Kelud.

    Rencana membuka kembali ikon wisata air panas di kawasan Gunung Kelud pun terus dimatangkan. Survei lokasi telah dilakukan pekan ini.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi menyampaikan, wisata air panas di Gunung Kelud lama ditutup akibat erupsi 2014 silam.

    Harapannya dengan bisa dibukanya kembali ikon tersebut dapat menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung untuk datang di kawasan wisata Gunung Kelud.

    “Kita telah lakukan survei, potensinya luar biasa sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk yang pernah datang supaya tertarik datang kembali,” katanya, Minggu (26/7).
    .
    Menurut Mustika, sebagaimana arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, pengelolaan potensi wisata Gunung Kelud dan Gunung Wilis harus ditata dan dimaksimalkan.

    Untuk membuka kembali wisata air panas itu survei dilakukan dengan menggandeng jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngancar termasuk komunitas pelaku wisata Gunung Kelud.

    Salah satu yang harus dimatangkan dalam membuka wisata tersebut yakni memastikan keamanan akses jalur untuk menuju ke lokasi.

    Adapun untuk menuju ke wisata air panas tersebut dari lokasi parkiran baru, pengunjung harus turun berjalan kaki dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

    “Kita lihat dulu mana jalur yang bisa dilalui, semoga saja pembukaan wisata air panas ini bisa segera terwujud,” ungkapnya.

  • Wah, Geger Korupsi Batubara PLTU! Negara Rugi Rp5 Triliun? 🔥

    Bro, sis, bayangin aja: listrik sering mati mendadak (blackout) di mana-mana, ternyata ada yang main curang di balik pasokan batu bara buat PLTU. Polri lagi gerak cepat nih, Kortas Tipidkor baru aja naikin status kasusnya dari penyelidikan jadi penyidikan resmi!

    Menurut Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, ada tiga modus utama yang diduga dipake:

    1. Manipulasi kualitas batu bara — Dokumennya dibuat seolah-olah bagus, padahal pasokan jelek.
    2. Manipulasi kuantitas — Katanya kirim banyak, tapi realitanya kurang.
    3. Penyimpangan pembayaran — Bayar sesuai kontrak gede, tapi barang yang diterima nggak sesuai.

    Akibatnya? Pasokan batu bara ke PLTU terganggu, listrik padam di Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, sampe Jabodetabek. Kerugian negara diindikasikan mencapai Rp5 triliun! Angka ini masih sementara ya, lagi diaudit bareng BPK biar pasti.

    Polri sekarang bakal dalemin: periksa saksi, sita dokumen & data elektronik, susuri aliran duit, dan cek keterlibatan perusahaan maupun orang-orangnya. Di tahap awal, penyimpangan melibatkan PT OBP dan PT BRA.

    Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) langsung dukung langkah Polri. Direktur Eksekutifnya, Yusri Usman, bilang kalau serius, gampang banget ungkap semua pemainnya. Dia juga saranin ambil sampel batu bara langsung dari stockpile PLTU dan cek surveyor independennya.

    Kasus ini lagi hot banget karena nyambung sama masalah pemadaman listrik yang bikin masyarakat kesel. Semoga Polri tuntas sampe ke akar-akarnya, biar sektor energi bersih dan listrik lebih andal ke depan.

    Gimana menurut kalian? Korupsi kayak gini emang harus diberantas habis-habisan! Komen di bawah ya.

    Sumber: 

    https://nasional.kontan.co.id/news/polri-bongkar-dugaan-korupsi-batubara-pltu-kerugian-negara-diindikasikan-capai-rp5-t/?page=all

  • Gertek 2026, Mas Dhito Hadirkan Teknologi Pertanian Terbaru untuk Petani

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menunjukkan komitmennya untuk memajukan petani supaya lebih berdaya saing melalui Gelar Inovasi dan Teknologi Pertanian (Gertek) 2026.

    Kegiatan yang diadakan di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan pada Senin (6/7) ini menghadirkan lebih dari 77 perusahaan. Perusahaan ini bergerak di bidang benih unggul, pupuk, pestisida, alat dan mesin pertanian hingga sektor perbankan.

    Hadirnya perusahaan-perusahaan ini, petani juga ditunjukkan berbagai inovasi pertanian baik itu melalui demplot, pameran dan demo alat mesin pertanian modern. Selain itu, petani juga mendapatkan informasi mengenai akses permodalan.

    “Hadirnya perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam Gertek ini, petani juga semakin dimudahkan untuk memilih, semisal benih unggul yang sesuai,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin.

    Mengusung tema “Pertanian Modern untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan” fokus Gertek 2026 ini, mendorong transformasi sektor pertanian agar lebih maju, efisien, dan berdaya saing.

    Berbeda dengan tahun sebelumnya, Gertek 2026 digelar dengan skala lebih besar. Sebanyak 14 ribu petani dilibatkan, adapun 6 ribu diantaranya juga mengikuti kegiatan temu tani selama tujuh hari yang terbagi dalam 150 kelas pembelajaran.

    Menurut Solikin, Gertek ini merupakan wujud dukungan bupati Mas Dhito terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai inovasi pertanian.

    Disisi lain, Mas Dhito juga terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui berbagai bantuan. Mulai dari bantuan benih padi, jagung, penyaluran ratusan alat dan mesin pertanian pada 2025 dan 2026, hingga sarana pendukung lainnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan Gertek 2026 yang berlangsung pada 6-12 Juli menjadi sarana percepatan informasi terkait inovasi teknologi pertanian.

    “Tujuannya supaya para petani, khususnya anak muda, bisa melihat langsung perkembangan teknologi pertanian terbaru,” bebernya.

    Di lokasi yang sama, Direktur Perbenihan Tanaman Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Tommy Nugraha menilai Kabupaten Kediri memiliki potensi besar di sektor pertanian.

    “Kondisi lahan yang ada di sini mampu diatasi dengan teknologi yang tersedia saat ini. Tinggal bagaimana teknologi itu bisa menjawab tantangan di lapangan,” terangnya.

  • Pemkab Kediri Optimis Bandara Dhoho Layani Embarkasi Haji Mulai 2027

    Pemerintah Kabupaten Kediri optimis Bandara Internasional Dhoho dapat mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada tahun 2027. Sejumlah kesiapan infrastruktur hingga fasilitas pendukung terus dipersiapkan untuk mendukung rencana tersebut.

    Optimisme itu disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/7).

    Rapat tersebut membahas kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji, mulai dari infrastruktur bandara, aksesibilitas, kebutuhan sumber daya manusia, hingga skema operasional penerbangan dan mitigasi risiko.

    Dalam pembahasan itu, Bandara Dhoho menjadi salah satu opsi embarkasi haji bagi sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di wilayah Mataraman.

    Mbak Dewi menyebut berbagai infrastruktur penunjang saat ini terus disiapkan. Mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga akses tol menuju Bandara Dhoho yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.

    Selain akses transportasi, layanan kesehatan di sekitar kawasan bandara juga mulai dipersiapkan untuk mendukung pelayanan jemaah haji.

    “Dalam jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kediri bahkan menyiapkan lahan seluas 65 hektare yang berada sekitar satu kilometer dari Bandara Dhoho untuk mendukung pengembangan fasilitas pelayanan haji,” katanya.

    Dukungan akomodasi juga telah disiapkan sekitar 10 hotel di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri dengan kapasitas mencapai 748 kamar.

    Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan penambahan embarkasi harus mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pelayanan jemaah.

    “Kesiapan sarana prasarana, SDM, regulasi, hingga simulasi operasional menjadi hal penting sebelum embarkasi baru mulai dioperasikan,” ungkapnya.

  • PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Siap Berikan Panggung Bagi Pelukis se-Nusantara

    Kediri – Ratusan karya terbaik dari ajang lomba lukis wajah Putra Sang Fajar masih bisa dinikmati publik di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

    Pameran ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelukis muda dan professional dari penjuru daerah di tanah air yang ikut meramaikan lomba dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno pada Sabtu (27/6) lalu.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut lukisan yang dipamerkan sebelumnya telah melewati tahap kurasi. Pameran lukisan Putra Sang Fajar tersebut dibuka hingga 1 Juli 2026.

    “Lukisan ini telah dikurasi oleh Prof Tjetjep (Tjetjep Rohendi) beliau memang kurator yang sudah biasa mengkurasi lukisan,” katanya.

    Mas Dhito mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti ajang kompetisi lukis yang diadakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu. Mereka tak hanya datang dari Kediri maupun kota/kabupaten lain di Jawa Timur.

    Dari total 171 pendaftar, para peserta baik untuk kategori pelajar SMP, SMA maupun umum, mereka datang berbagai daerah di Yogyakarta, Jawa Tengah, bahkan DKI Jakarta. Yang menarik, peserta kategori pelajar SMA dari Jakarta datang ke Kabupaten Kediri dengan diantarkan bapaknya mengendarai motor.

    “Artinya banyak di luar sana, baik anak muda SMA maupun pelukis yang belum terwadahi dengan baik,” ungkap Mas Dhito.

    Mas Dhito menegaskan, sebagaimana lomba lukis yang telah dilaksanakan pada Bulan Bung Karno tahun 2026 ini, PDI Perjuangan Kabupaten Kediri berkomitmen untuk memberi ruang ekspresi bagi para pelukis muda termasuk mereka yang telah profesional.

    Pihaknya pun berharap pada tahun-tahun mendatang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri bisa kembali memfasilitasi para seniman lukis untuk mengespresikan diri dengan menggelar ajang lomba dan pameran yang lebih besar.

    “DPC PDI Perjuangan akan selalu memberikan wadah bagi teman-teman pelukis se-Kabupaten Kediri atau se Indonesia, maka tunggu lomba lukis dan pameran lukis di tahun yang akan datang,” tegasnya.

  • 5 Tanda Kamu Lagi Masuk Fase Luteal dalam Siklus Menstruasi

    Hai! Pernah ngerasain tiba-tiba lelah banget, mood gampang naik-turun, atau perut kembung padahal belum haid? Bisa jadi kamu lagi berada di fase luteal dalam siklus menstruasi. Fase ini adalah bagian kedua dari siklus bulananmu yang sering bikin perubahan fisik dan emosional.

    Fase luteal dimulai setelah ovulasi (pelepasan sel telur) dan berlangsung sampai haid berikutnya datang. Rata-rata durasinya 12–14 hari (bisa normal antara 10–17 hari).

    Setelah ovulasi, folikel yang sudah kosong berubah menjadi korpus luteum yang memproduksi hormon progesteron dalam jumlah tinggi (plus sedikit estrogen). Progesteron ini berfungsi menebalkan dinding rahim supaya siap menerima embrio kalau terjadi pembuahan. Kalau tidak ada kehamilan, korpus luteum menyusut, kadar hormon turun drastis, dan dinding rahim luruh → haid dimulai.

    Perubahan hormon inilah yang memicu berbagai gejala mirip PMS (Premenstrual Syndrome). Gejalanya normal dan berbeda-beda intensitasnya di setiap orang. Yuk, kenali 5 tanda utamanya berikut ini beserta alasan ilmiahnya!

    1. Mudah Merasa Lelah atau Energi Turun

    Di fase luteal, banyak yang merasa lebih cepat capek dibanding pertengahan siklus. Aktivitas ringan pun bisa terasa berat.

    Kenapa? Progesteron yang tinggi bisa memengaruhi otak dan membuat tubuh lebih rileks atau mengantuk. Selain itu, tubuh sedang “fokus” mempersiapkan kemungkinan kehamilan, sehingga energi dialihkan. Beberapa orang juga mengalami sedikit kenaikan suhu basal tubuh (sekitar 0,3–0,5°C) yang bisa bikin terasa lebih hangat dan lelah.

    Tips biar nyaman:
    Prioritaskan tidur 7–9 jam, kurangi aktivitas berat, dan coba olahraga ringan seperti jalan santai atau yoga. Minum air yang cukup juga membantu.

    2. Suasana Hati Lebih Mudah Berubah (Mood Swings)

    Kamu bisa tiba-tiba sensitif, mudah marah, cemas, sedih, atau bahkan merasa “down” tanpa alasan jelas.

    Kenapa? Progesteron memengaruhi neurotransmitter di otak seperti serotonin dan GABA yang mengatur suasana hati dan kecemasan. Fluktuasi hormon ini membuat emosi lebih sensitif. Gejala ini mirip PMS dan biasanya membaik setelah haid tiba.

    Tips biar nyaman:
    Coba journaling, meditasi singkat, atau bicara sama orang terdekat. Kurangi kafein dan pastikan pola tidur teratur. Kalau mood swing sangat parah dan mengganggu aktivitas, konsultasikan ke dokter.

    3. Nafsu Makan Meningkat atau Cravings Makanan Tertentu

    Tiba-tiba lapar terus atau ngidam makanan manis, gurih, atau tinggi karbohidrat? Ini sangat umum di fase luteal.

    Kenapa? Perubahan hormon memengaruhi pusat lapar di otak dan metabolisme. Progesteron juga bisa sedikit menurunkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh “minta” energi lebih cepat. Ditambah lagi, keinginan makan sering muncul sebagai cara tubuh mencari kenyamanan saat hormon naik-turun.

    Tips biar nyaman:
    Pilih camilan bergizi seperti buah, kacang-kacangan, yogurt, atau oatmeal. Jangan skip makan utama biar gula darah stabil. Kalau cravings datang, nikmati dalam porsi wajar ya!

    4. Perut Terasa Kembung atau Penuh

    Perut kembung, pakaian terasa lebih ketat, atau tubuh terasa “berat” adalah keluhan klasik fase ini.

    Kenapa? Progesteron membuat otot polos di saluran pencernaan lebih rileks, sehingga pencernaan melambat. Selain itu, hormon ini mendorong tubuh menahan lebih banyak cairan dan garam (fluid retention).

    Tips biar nyaman:
    Kurangi konsumsi garam berlebih, minum air putih yang banyak, makan makanan tinggi serat (sayur, buah), dan hindari minuman berkarbonasi. Gerakan ringan seperti berjalan kaki juga bisa membantu mengurangi kembung.

    5. Payudara Terasa Lebih Sensitif, Tegang, atau Nyeri

    Payudara terasa penuh, sakit saat disentuh, atau lebih sensitif dari biasanya.

    Kenapa? Kombinasi progesteron dan estrogen yang tinggi menyebabkan jaringan payudara membengkak karena retensi cairan dan perubahan pada kelenjar susu. Ini salah satu gejala PMS yang paling sering dialami.

    Tips biar nyaman:
    Pakai bra yang nyaman dan supportive (hindari yang terlalu ketat). Kompres hangat atau dingin bisa membantu. Kurangi kafein juga sering meringankan keluhan ini.

    Kenapa Penting Mengenali Fase Luteal?

    Dengan memahami fase ini, kamu bisa lebih bijak mengatur aktivitas, pola makan, istirahat, dan ekspektasi terhadap tubuh sendiri. Banyak wanita merasa lebih tenang karena tahu bahwa gejala-gejala ini sementara dan akan membaik setelah haid datang.

    Catatan penting:
    Setiap tubuh unik. Ada yang hampir tidak merasakan apa-apa, ada juga yang gejalanya cukup mengganggu. Kalau gejala sangat parah, siklus tidak teratur, atau kamu sedang mencoba hamil dan khawatir dengan panjang fase luteal (kurang dari 10 hari bisa memengaruhi kesuburan), sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan atau ahli kesehatan reproduksi.

    Fase luteal adalah bagian alami dan cantik dari siklusmu. Tubuhmu sedang bekerja keras mempersiapkan kemungkinan kehidupan baru — atau sekadar “reset” bulanan. Sayangi dirimu lebih dalam fase ini ya! 💕

    Sumber Pendukung & Referensi Ilmiah:

  • Lomba Lukis Putra Sang Fajar, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Pajang Lukisan Terpilih

    Penyerahan Hadiah Lomba Lukis Wajah Putra Sang Fajar menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Lukisan hasil karya peserta terpilih dipajang di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

    Melihat antusiasme sebanyak 171 pendaftar, Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana mengapresiasi kegiatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri dalam memberikan ruang bagi para pelaku seni.

    “Mudah-mudahan acara ini bisa lebih besar lagi, baik peserta dan hadiahnya maupun proses pelaksanaannya,” terangnya saat memberikan sambutan di acara tersebut, Minggu 28 Juni 2026 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

    Sebagai penggemar lukisan, Bunda Renny, sapaan akrabnya, menilai melukis wajah memiliki kesulitan tersendiri. Pasalnya dalam melukis wajah dibutuhkan ketelitian dan kesesuaian wajah. Terlebih yang dilukis adalah sosok Sang Proklamator, Ir. Soekarno.

    Pihaknya mengaku bangga dengan hasil karya para peserta. Jika dilihat sekilas, hampir semua lukisan mirip dengan Presiden Pertama Indonesia tersebut. Oleh karena itu, hasil karya peserta terpilih akan dipajang di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta.

    “Kalau kita tidak melihat dengan jelas, semuanya mirip Bung Karno,” tuturnya.

    Lomba lukis yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini dibagi menjadi tiga kategori. Yaitu kategori SMP, SMA, dan Umum dengan total hadiah sebesar Rp17.500.000. Dimana dalam setiap kategori diambil tiga terbaik sebagai juaranya.

    Juara satu kategori SMA, Aria Hanan Akbar Narendra mengaku senang dengan hasil yang diraihnya. Aria mengatakan, proses 8 jam melukis wajah Bung Karno ini terinspirasi karena jiwa patriot dan semangat Putra Sang Fajar.

    “Hal itu lah yang mendukung saya menggoreskan semangat Bung Karno di atas kanvas,” jelasnya.

    Pemuda siswa MAN 1 Tulungagung itu berharap event semacam ini bisa terus diadakan agar seniman bisa mengekspresikan jiwa juang Bung Karno sebagai pahlawan pendiri Bangsa.

  • Kabar buruk datang dari raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW)

    Mereka dikabarkan berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran, hingga 100.000 karyawan!

    Kalau hal ini benar-benar terjadi, angka ini setara dengan 15% dari total tenaga kerja global mereka, dan ini bakal jadi restrukturisasi terbesar dalam 89 tahun sejarah VW. Bukan cuma itu, mereka juga kabarnya mempertimbangkan untuk menutup empat pabrik di Jerman, termasuk satu pabrik milik Audi.

    Lalu, apa yang bikin VW sampai harus ambil langkah drastis ini?

    Intinya, VW lagi pusing tujuh keliling menghadapi persaingan yang makin brutal di industri otomotif.

    Ada beberapa alasan utamanya:

    a. Gempuran Mobil Listrik China: Ini yang paling bikin ketar-ketir. Merek-merek China kayak BYD, Chery, SAIC, dan Leapmotor makin agresif berekspansi, nggak cuma di Asia, tapi juga di pasar utama VW, yaitu Eropa. Mereka menawarkan mobil listrik dengan harga yang lebih miring, bikin pabrikan Eropa kayak VW kelabakan. Parahnya lagi, menurut AlixPartners, pangsa pasar pabrikan non-China di China sendiri anjlok drastis dari 57% di 2020 jadi cuma 32% di 2025. VW yang dulunya merajai pasar China, sekarang malah digusur BYD.

    b. Perang Tarif dengan Amerika Serikat: Tarif impor yang tinggi untuk masuk ke pasar Amerika Serikat juga makin membebani biaya produksi VW.

    c. Permintaan Lesu: Di saat kompetisi makin ketat, permintaan mobil, khususnya di Eropa, juga lagi lesu-lesunya. Investor juga kelihatannya skeptis. Saham VW aja udah turun sekitar 25% sepanjang tahun ini, mencerminkan ketidakpercayaan mereka terhadap rencana restrukturisasi perusahaan.

    Tentu saja, rencana PHK massal dan penutupan pabrik ini nggak berjalan mulus. Serikat pekerja IG Metall dan dewan pekerja VW dengan tegas menolak rencana tersebut dan berjanji akan melawan habis-habisan. Apalagi, sebenarnya ada jaminan kerja yang berlaku sampai 2030 untuk para karyawan VW di Jerman.

    Kita tunggu saja kelanjutan nasib para karyawan VW, mengingat keputusan akhir rencananya akan dibahas pada rapat dewan pengawas 9 Juli mendatang.

    Sumber:

    1. CNBC Indonesia: Gawat! Raksasa Otomotif Mau PHK 100.000 Karyawan dan Tutup 4 Pabrik

    2. Detik Oto: Ini Biang Kerok Raksasa Otomotif PHK 100 Ribu Buruh dan Tutup 4 Pabrik

    3. Republika: Rekor PHK Sepanjang Sejarah Volkswagen, 100 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Pekerjaan

  • Tragedi di Ras Tanura: Helikopter Aramco Jatuh, 14 Warga Saudi Tewas

    Baru aja terjadi kecelakaan tragis di Arab Saudi. Helikopter milik Saudi Aramco, raksasa minyak dunia, jatuh di Ras Tanura, daerah pantai timur Arab Saudi yang menghadap Teluk Persia, tepatnya di sebelah barat Selat Hormuz.

    Kejadiannya pada hari Minggu pagi, sekitar pukul 06.00 waktu setempat (03.00 GMT). Sayangnya, semua 14 orang di dalam helikopter tewas. Mereka semua adalah warga negara Saudi. Belum ada informasi resmi soal penyebabnya — apakah cuaca, teknis, atau faktor lain — tapi pihak berwenang langsung meluncurkan investigasi penuh untuk mengungkapnya.

    Menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikutip berbagai media internasional, sumber resmi dari Kementerian Energi Saudi mengonfirmasi insiden ini. Aramco sendiri belum memberikan komentar resmi sampai berita ini ditulis.

    Kenapa Ras Tanura Penting Banget?
    Ras Tanura bukan sembarang tempat. Ini adalah terminal ekspor minyak terbesar di dunia dan salah satu hub utama Aramco. Terminal ini biasanya menangani jutaan barel minyak mentah per hari sebelum sempat dihentikan operasinya hampir 4 bulan lamanya. Baru Jumat kemarin (26 Juni 2026), Aramco melanjutkan lagi aktivitas pemuatan minyak di sana.

    Helikopter Aramco memang sering dipakai untuk mengangkut kru dan pekerja ke platform minyak lepas pantai (offshore) karena lokasinya yang strategis dan sulit dijangkau hanya dengan darat. Perusahaan ini juga dikenal punya program keselamatan penerbangan yang ketat, termasuk pelatihan khusus buat penumpang helikopter.

    Kecelakaan ini tentu jadi pukulan buat operasional Aramco di salah satu area paling vital mereka. Saudi Arabia sendiri adalah eksportir minyak terbesar dunia, dan Aramco adalah tulang punggung ekonomi negara itu.

    Sampai sekarang investigasi masih berjalan. Semoga segera ada kejelasan penyebabnya dan keluarga para korban diberi ketabahan serta kekuatan.
    Tragedi seperti ini selalu mengingatkan kita betapa berat dan berisikonya pekerjaan di sektor energi, apalagi di area remote dan offshore.

    Sumber:

  • Lomba Lukis Putra Sang Fajar Jadi Ajang Ekspresi Anak Muda dan Seniman Nusantara

    Lomba melukis wajah Putra Sang Fajar yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menarik perhatian kalangan anak muda dan para seniman berbagai daerah di Indonesia.

    Kompetisi yang digelar pada Sabtu (27/6) ini diikuti ratusan peserta yang dibagi dalam kategori pelajar dan umum. Para peserta secara antusias mengekspresikan kekaguman mereka terhadap sosok Bung Karno lewat goresan cat di atas kanvas.

    Ketua panitia penyelenggara Adi Suwignyo menyampaikan, lomba lukis wajah Putra Sang Fajar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Juni 2026 ini.

    “Lomba ini selain menjadi ruang kompetisi bakat lukis, kita ingin memperkenalkan kepada generasi muda utamanya pelajar SMP-SMA supaya tahu dan mengenal sosok Bung Karno,” kata Adi Suwignyo yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

    Harapan itu diakui Adi Suwignyo, sebagaimana arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Mas Dhito dalam arahannya meminta peringatan Bulan Bung Karno ada momen untuk mengenalkan sosok Bapak Proklamator kepada generasi muda, baik itu kalangan milenial maupun Gen Z.

    Melalui karya seni yang dibuat, generasi muda diharapkan bisa meneladani sosok Bung Karno dan terispirasi untuk lebih giat belajar. Tumbuh menjadi pribadi yang berani, berkarakter serta memiliki semangat tinggi dalam menggapai mimpi.

    Jumlah peserta yang mendaftar untuk mengikuti lomba lukis itu pun diakui Adi Suwignyo diluar dari target. Keseluruhan ada 171 pendaftar, dengan rincian pelajar tingkat SMP sebanyak 85 peserta, SMA 24 peserta dan kategori umum 62 peserta.

    Selain dari wilayah eks karesidenan Kediri, peserta datang dari Jombang, Surabaya, Malang, Batu, Probolinggo, dan Gresik. Kemudian untuk luar provinsi Jawa Timur, ada pula dari DKI Jakarta, Yogyakarta dan beberapa kota di Jawa tengah, seperti Magelang, Pekalongan dan Pati.

    “Ini menandakan semangat dan kecintaan para peserta khususnya anak-anak muda terhadap sosok Sang Proklamator sangat tinggi,” ungkapnya.

    Salah satu peserta lomba lukis, Amelia Kerisma, 13, asal Kepanjen, Malang mengaku antusias untuk mengikuti perlombaan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri tersebut. Untuk mengikuti lomba, pelajar SMP tersebut mengaku berangkat dari Malang dengan menggunakan kereta.

    “Sangat senang bisa ikut lomba lukis ini, tadi berangkat jam setengah lima pagi,” akunya.