• Rupiah Melemah? Tenang Saja, Kita Bisa Tetap Kuat!

    Saat ini (akhir Juni 2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS berada di kisaran Rp17.900–Rp18.000 per USD, bahkan sempat menyentuh level Rp18.200 pada awal Juni. Sepanjang tahun 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 8% dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.

    Kondisi ini membuat harga barang impor—terutama elektronik, gadget, dan komponen—melonjak, daya beli masyarakat tertekan, dan inflasi berpotensi naik. Namun, seperti pesan kuat dalam infografis edukatif yang beredar luas, “Rupiah Melemah? Kita Bisa Tetap Kuat!” Kuncinya ada di tangan kita sendiri: mulai bijak mengelola keuangan dari sekarang.

    Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa langsung kamu terapkan, lengkap dengan alasan dan fakta pendukung dari sumber terpercaya.

    1. Penghematan & Belanja Harian: Utamakan Produk Lokal
      Infografis menekankan tiga hal sederhana tapi berdampak besar:
    • Kurangi konsumsi barang impor
    • Tunda pembelian elektronik/gawai (kecuali benar-benar mendesak)
    • Pindahkan belanja ke produk lokal

    Kenapa ini penting?
Setiap kali kita membeli barang impor, permintaan terhadap Dolar AS meningkat, yang semakin menekan Rupiah. Sebaliknya, membeli produk lokal membuat uang berputar di dalam negeri, memperkuat UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan impor.

    Harga produk lokal cenderung lebih stabil karena tidak terlalu terpengaruh fluktuasi kurs. Kamu juga bisa dapat kualitas yang tidak kalah bagus—mulai dari fashion, makanan, kerajinan, hingga kebutuhan rumah tangga.

    Tips tambahan dari infografis:

    • Untuk liburan: Pilih wisata domestik (Bali, Yogyakarta, Bromo, Raja Ampat, atau destinasi lokal di Jawa Barat). Ini hemat devisa negara sekaligus menggerakkan ekonomi pariwisata dalam negeri.
    • Manfaatkan transportasi publik atau kendaraan pribadi secara efisien untuk menghemat pengeluaran BBM yang harganya juga sensitif terhadap kurs.
    1. Pengamanan Aset & Investasi: Siapkan “Tameng” Keuangan
      Infografis membagi menjadi empat langkah cerdas:
    • Perkuat dana darurat (minimal 3–6 bulan pengeluaran dalam bentuk likuid seperti tabungan atau deposito)
    • Diversifikasi ke aset aman seperti ORI (Obligasi Negara Ritel)
    • Pertimbangkan emas sebagai safe haven
    • Investasi cerdas untuk masa depan

    Fakta pendukung: Saat Rupiah melemah, emas sering menjadi pilihan lindung nilai (hedge) karena harganya dalam Rupiah cenderung naik atau setidaknya mempertahankan daya beli kekayaanmu. Emas dianggap aset “safe haven” terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

    ORI menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate) yang kompetitif (biasanya di atas deposito), dijamin pemerintah, dan bisa dibeli mulai dari Rp1 juta. Cocok untuk investor ritel yang ingin return stabil sambil ikut membiayai pembangunan negara.
    Bank Indonesia sendiri terus berupaya menjaga stabilitas dengan menaikkan BI Rate menjadi 5,50% dan memperketat aturan valas. Cadangan devisa Indonesia per Mei 2026 masih kuat di level US$144,9 miliar (setara 5,6 bulan impor).

    1. Manajemen Utang & Gaya Hidup: Jaga Arus Kas Tetap Sehat
      Infografis memberikan tiga nasihat tegas:
    • Stop utang konsumtif (hindari cicilan untuk barang non-primer atau gawai baru)
    • Gunakan transportasi publik sebisa mungkin
    • Hidup hemat & terencana — buat anggaran, catat pengeluaran, dan bedakan kebutuhan vs keinginan

    Alasannya sederhana: Saat daya beli melemah, beban cicilan utang konsumtif bisa jadi sangat berat. Lebih baik lunasi dulu utang berbunga tinggi dan bangun kebiasaan hidup sesuai kemampuan. Ini akan membuatmu lebih tangguh menghadapi fluktuasi ekonomi.

    Mulai dari Diri Sendiri, Perkuat Ekonomi Bangsa
    Infografis menutup dengan kalimat inspiratif:
“Mulai dari diri sendiri, kita bisa jaga nilai Rupiah dan perkuat ekonomi bangsa!”
    Langkah kecil yang kita ambil hari ini—memilih produk lokal, menunda belanja impulsif, menyiapkan dana darurat, dan berinvestasi bijak—bukan hanya melindungi keuangan pribadi, tapi juga berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

    Rupiah memang sedang menghadapi tantangan, tapi Indonesia punya fundamental yang kuat: cadangan devisa memadai, UMKM tangguh, dan masyarakat yang semakin sadar finansial. Yang kita butuhkan sekarang adalah konsistensi dan kolaborasi dari level individu hingga nasional.
    Rupiah Kuat, Indonesia Hebat!

    Sumber Pendukung:

    • Data kurs & pelemahan Rupiah 2026: Trading Economics, Kompas.com, CNBC Indonesia, IDX Channel
    • Cadangan devisa & BI Rate: Bank Indonesia (Juni 2026)
    • Manfaat produk lokal: Generali Indonesia, berbagai sumber edukasi ekonomi
    • Investasi emas sebagai hedge: Pluang, DBS Indonesia
    • Karakteristik ORI: Kementerian Keuangan RI
  • Jepang Guyur Bantuan Darurat USD 15 Juta ke Iran, Lebanon, dan Tepi Barat

    26 Juni 2026 — Pemerintah Jepang mengumumkan bantuan darurat senilai USD 15 juta untuk Iran, Lebanon, dan Palestina (Tepi Barat). Alasannya sederhana: kondisi kemanusiaan di ketiga wilayah itu makin memburuk, dan bantuan perlu jalan cepat lewat lembaga internasional yang sudah ada di lapangan.

    Bukan sekadar cek kosong. Dana itu dialokasikan ke kesehatan, perawatan medis, makanan, air bersih & sanitasi (WASH), perlengkapan non-makanan, shelter, dan kebutuhan mendesak lainnya — lewat organisasi seperti UNHCR, WFP, UNICEF, IOM, ICRC, dan IFRC.


    Uangnya ke mana?

    Total USD 15 juta dibagi seperti ini:

    Iran — USD 10 juta (porsi terbesar)

    • UNHCR (USD 4 juta): barang non-makanan, WASH, kesehatan
    • IFRC (USD 2,5 juta): kesehatan & perawatan medis
    • WFP (USD 2 juta): bantuan pangan
    • ICRC (USD 1,5 juta): kesehatan & perawatan medis

    Lebanon — USD 4 juta

    • ICRC (USD 1,5 juta): kesehatan & perawatan medis
    • WFP (USD 1 juta): makanan
    • IOM (USD 1 juta): manajemen lokasi, shelter, barang non-makanan
    • UNICEF (USD 0,5 juta): WASH

    Palestina (Tepi Barat) — USD 1 juta

    • UNICEF (USD 1 juta): WASH

    Ada jalur kedua lewat NGO

    Selain paket USD 15 juta itu, pemerintah Jepang juga menyalurkan sekitar USD 640.000 (kira-kira 96 juta yen) lewat Japan Platform (JPF) — mekanisme bantuan darurat yang melibatkan LSM, dunia usaha, dan pemerintah.

    Tiga LSM anggota JPF yang disebut dalam rilis Kementerian Luar Negeri Jepang:

    • Association for Aid and Relief, Japan (AAR Japan)
    • PARCIC
    • Campaign for Palestinian Children (CCP)

    Sejak Maret, ketiganya sudah mendistribusikan makanan dan kebutuhan sehari-hari ke pengungsi internal di Lebanon, di tengah situasi yang makin berat akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah — konteks yang disebutkan MOFA sebagai latar belakang memburuknya kondisi kemanusiaan di sana.


    Intinya

    Ini Emergency Grant — bantuan darurat tanpa balik modal, bukan proyek pembangunan jangka panjang. Jepang memilih salurkan lewat mitra internasional dan Palang Merah supaya bantuan bisa langsung ke obat-obatan, makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan kebutuhan dasar lain yang paling kentara di lapangan.

    Angka besarnya USD 15 juta; fokus terbesar ke Iran (USD 10 juta), diikuti Lebanon (USD 4 juta) dan Tepi Barat (USD 1 juta), plus USD 640.000 tambahan untuk kerja NGO di Lebanon.


    Sumber fakta: rilis pers Kementerian Luar Negeri Jepang, 26 Juni 2026.

  • Tahun Ajaran Baru, Pemkab Kediri Buka Pendaftaran Beasiswa Berdaya

    Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan kembali membuka pendaftaran program beasiswa berdaya tahap 2 bagi anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyampaikan, program beasiswa berdaya ini ditujukan bagi anak-anak tingkat SD, SMP, SMA/sederajat, mahasiswa termasuk bagi guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan.

    Berbeda dengan beasiswa dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang berasal dari pemerintah pusat, beasiswa berdaya bersumber dari APBD Kabupaten Kediri. Program beasiswa ini merupakan bentuk komitmen Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito untuk memastikan tidak ada anak di Kabupaten Kediri yang tidak melanjutkan sekolah atau putus sekolah karena kendala biaya.

    “Mas Bupati ingin memastikan semua anak di Kabupaten Kediri punya kesempatan yang sama untuk bisa sekolah yang lebih tinggi. Harapannya dengan adanya program beasiswa ini, tidak ada lagi anak yang lulus kemudian tidak bisa melanjutkan sekolah,” kata Muhsin, Kamis (25/6).

    Pemerintah Kabupaten Kediri, menurut Muhsin, setiap tahunnya menganggarkan hingga Rp30 miliar untuk program beasiswa pendidikan. Penerima manfaat program beasiswa pendidikan dari Pemerintah Kabupaten Kediri ini termasuk mereka para siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School.

    Program beasiswa berdaya yang dimulai sejak 2025 ini, kembali ditegaskan Muhsin ditujukan bagi anak dari keluarga kurang mampu atau mereka yang berasal dari desil 1-4. Dengan beasiswa berdaya tersebut, tak hanya membantu biaya pendidikan, namun diharapkan juga mencetak generasi Kabupaten Kediri yang berdaya saing.

    “Melihat dari pelaksanaan di 2025, banyak masyarakat yang antusias mengakses beasiswa berdaya ini,” ungkapnya.

    Masyarakat yang ingin mendaftar program beasiswa berdaya bisa mengakses di link https://beasiswa.kedirikab.go.id dengan jadwal yang sudah ditentukan. Untuk mahasiswa dan guru PAUD pendaftaran dibuka 1-8 Juli, SD/MI pendaftaran dibuka 14-17 Juli, sedang untuk SMP/MTS serta SMA/SMK/MA pendaftaran dibuka 22-27 Juli.

  • Istighosah 1 Muharram, ASN Kabupaten Kediri Diajak Jadikan Kerja sebagai Ibadah

    Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar Istighosah dan doa bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

    Kegiatan yang diadakan di Gedung Bagawanta Bhari, pada hari ini, Kamis (25/6) tersebut diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Selain menjadi agenda doa bersama, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa pekerjaan dan tugas sehari-hari dapat bernilai ibadah apabila dijalankan dengan niat yang benar. Dalam tausiyahnya, KH Abu Bakar Abdul Jalil mengajak peserta menata niat dalam setiap aktivitas kehidupan.

    “Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum refleksi diri sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

    Ia mengutip hadis “Innamal a’malu binniyat” yang berarti setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Menurutnya, niat memiliki pengaruh besar terhadap nilai sebuah pekerjaan.

    Aktivitas yang tampak sebagai urusan duniawi, seperti bekerja di kantor, bertani, berdagang, maupun menjalankan tugas sebagai ASN, kata dia, dapat bernilai ibadah.

    “Apabila dilandasi niat yang benar dan dilakukan untuk mencari rezeki halal serta melaksanakan kewajiban yang diberikan Allah SWT,” tambahnya.

    Selain pentingnya niat, KH Abu Bakar juga mengulas makna hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai simbol ketaatan dan loyalitas kepada perintah Allah SWT.

    Acara diawali dengan istighosah dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kemajuan daerah, serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri.

  • Mengubah Luka Menjadi Karya: Angelina Jolie Hadapi Ketakutan Terdalamnya dalam “Couture”

    Menghadapi trauma masa lalu adalah proses yang dihindari oleh banyak orang. Namun bagi peraih Academy Award, Angelina Jolie, ketakutan tersebut justru dihadapinya secara langsung di depan kamera. Lewat film Prancis terbarunya yang bertajuk “Couture”, aktris berusia 51 tahun ini harus menyelami salah satu ketakutan terbesarnya: menerima diagnosis kanker.

    Ditulis dan disutradarai oleh Alice Winocour berdasarkan pengalaman pribadinya, “Couture” menempatkan Jolie sebagai Maxine Walker. Karakter tersebut adalah seorang pembuat film fiksi asal Amerika yang tengah memproduksi sinema untuk mengiringi peragaan busana di ajang bergengsi Paris Fashion Week. Di tengah kesibukan itu, Maxine mendapati kenyataan pahit bahwa dirinya mengidap kanker payudara.
    Bagi Jolie, peran ini bukan sekadar naskah di atas kertas, melainkan cerminan dari realitas yang pernah menimpa keluarganya. Ibunda Jolie, Marcheline Bertrand, meninggal dunia akibat kanker payudara pada usia 56 tahun. Pada tahun 2013, Jolie mengambil keputusan besar dengan menjalani mastektomi ganda (pengangkatan payudara) setelah mengetahui bahwa ia membawa mutasi genetik yang sama dengan sang ibu.
    “Saya sering memikirkan ibu saya dan betapa saya merasa film ini akan sangat indah baginya ketika ia sedang melewati masa-masa itu,” ungkap Jolie kepada Reuters.

    Lebih dari sekadar penghormatan untuk mendiang ibunya, bintang film “Maria” ini merasa terpanggil untuk membagikan pengalaman emosional karakternya kepada dunia. Menurutnya, momen menerima kabar buruk terkait kesehatan adalah pengalaman yang sangat universal.
    “Anda duduk di kursi itu, entah itu karena kanker atau hal lainnya, pria maupun wanita, kita semua pernah mengalami momen tersebut. Momen di mana kita mendapat kabar yang mengubah hidup kita,” tuturnya.

    ### Membuka Diri di Depan Kamera
    Dalam proses syuting, terdapat sebuah adegan di mana garis-garis penanda operasi digambar di dada Jolie oleh seorang ahli onkologi. Ia mengakui bahwa syuting adegan tersebut membawanya pada perasaan yang sangat rentan.
    “Rasanya aneh membawa nuansa Hollywood ke dalam kamar rumah sakit saya,” ujar Jolie mengenang proses tersebut. “Di sinilah saya, dengan gaun pasien, menerima suntikan jarum, melakukan hal-hal yang biasa saya alami secara pribadi, tetapi kini kami membagikannya. Itu terasa sangat rentan.”

    ### Sisi Lain Industri Fesyen
    Selain berpusat pada kisah Maxine, “Couture” juga menyoroti kompleksitas industri fesyen lewat para pemeran pendukungnya. Aktris Anyier Anei turut membintangi film ini sebagai Ada, seorang model yang berjuang secara mental karena selalu ditempatkan di atas tumpuan kesempurnaan oleh industri mode. Selain itu, ada Ella Rumpf yang berperan sebagai Angele, seorang penata rias yang berusaha melepaskan diri dari skena fesyen demi mengejar impiannya menjadi seorang penulis.

    Melalui film yang akan mulai tayang di bioskop-bioskop Amerika Serikat pada hari Jumat mendatang ini, Jolie menyimpan harapan besar agar kisah setiap karakternya dapat beresonansi dengan penonton.
    “Saya rasa apa yang kami temukan saat mengerjakan film ini, dan semoga penonton juga merasakannya, adalah bahwa kita semua terhubung,” kata Jolie membagikan refleksinya. “Kita terhubung sebagai sesama manusia, dan kita semua pasti melewati suatu cobaan. Dan sangatlah penting untuk saling merangkul demi melewati ujian kemanusiaan tersebut.”
    (Diolah dari laporan Reuters)

    Sumber: https://www.reuters.com/business/media-telecom/angelina-jolie-turns-personal-pain-into-performance-couture-film-2026-06-23/

  • Ngomongin Payudara: Kenapa Sih Stigmanya Nggak Pernah Kelar?

    Kalau dipikir-pikir, payudara itu kan sebenarnya cuma bagian dari anatomi tubuh kita, ya. Tapi anehnya, kenapa sih urusan yang satu ini sering banget jadi bahan omongan dan memicu stigma yang nggak ada habisnya? Mulai dari urusan menyusui, perjuangan melawan kanker, sampai masalah seksualisasi tubuh. Rasanya kok perempuan selalu ada di posisi yang serba salah.
    Biar nggak makin bingung, yuk kita bedah pelan-pelan kenapa stigma ini masih aja awet di masyarakat kita!

    1. Drama Menyusui di Tempat Umum: Kebutuhan Alami yang Dianggap Tabu
    Pernah nggak sih kamu lihat ibu-ibu yang lagi menyusui bayinya di tempat umum, terus malah dipandang sinis atau diomongin dari belakang? Ini beneran ironis banget. Padahal, fungsi utama payudara secara biologis itu ya buat ngasih kehidupan alias ngasih ASI buat bayi.
    Lucunya, masyarakat kita sering punya standar ganda yang bikin geleng-geleng kepala. Di media, iklan, atau film, bagian tubuh ini gampang banget dieksploitasi buat menarik perhatian. Eh, giliran dipakai buat fungsi aslinya—yakni menyusui—malah disuruh “sembunyi” karena dianggap tabu atau nggak sopan. Gara-gara ini, banyak ibu menyusui yang jadi stres, malu, dan kesulitan ngasih hak anaknya saat lagi di luar rumah.

    2. Pejuang Kanker Payudara: Kehilangan Bagian Tubuh Bukan Berarti Kehilangan Jati Diri
    Nah, stigma lain yang nggak kalah bikin nyesek juga sering dirasain sama para survivor kanker payudara. Banyak dari mereka yang harus ngelewatin prosedur mastektomi (pengangkatan payudara) demi nyelamatin nyawa.
    Sayangnya, kita hidup di lingkungan yang masih sering ngukur “kesempurnaan” dan kecantikan perempuan dari bentuk fisiknya. Akibatnya, kehilangan payudara sering disamakan dengan hilangnya feminitas. Coba bayangin, mereka ini habis berjuang hidup dan mati melawan penyakit mematikan, tapi setelahnya malah harus berjuang lagi ngelawan omongan orang dan krisis krisis percaya diri. Padahal, ketangguhan mereka buat survive itulah yang bikin mereka jauh lebih berharga daripada sekadar fisik semata.

    3. Stop Seksualisasi Berlebihan!
    Akar dari semua keribetan dan stigma ini sebenarnya bermuara di satu hal: kebiasaan masyarakat yang masih suka menseksualisasi tubuh perempuan secara berlebihan. Ukuran dan bentuk payudara sering banget dikotak-kotakkan pakai standar kecantikan yang nggak realistis.
    Dampaknya apa? Banyak banget perempuan yang jadi insecure, cemas sama badannya sendiri (body image anxiety), sampai nekat lakuin berbagai cara berisiko cuma buat menuhin standar sosial yang toksik. Objektifikasi kayak gini bikin nilai seorang perempuan seolah-olah cuma mentok di penampilannya aja.

    Yuk, Mulai Berubah!
    Udah waktunya kita buang jauh-jauh stigma kuno ini. Kita perlu banget ngebangun lingkungan yang lebih aman dan supportive buat semua perempuan.
    Caranya simpel kok: mulai normalisasi ibu yang menyusui di ruang publik, hargai perjuangan para survivor kanker tanpa menghakimi fisik mereka, dan yang paling penting, berhenti menilai perempuan cuma dari bentuk tubuhnya. Tubuh kita adalah otoritas kita. Setiap perempuan berhak merasa nyaman, aman, dan percaya diri dengan dirinya sendiri!

    Sumber: https://www.cna.id/lifestyle/stigma-payudara-perempuan-yang-tak-pernah-usai-menyusui-kanker-seksualitas-47011

  • Misi Wajib Menang Portugal Melawan Uzbekistan demi Tiket Fase Gugur Piala Dunia 2026

    HOUSTON – Tim Nasional Portugal bersiap melakoni laga krusial menghadapi Uzbekistan pada matchday kedua Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang akan berlangsung di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Rabu dini hari (00.00 WIB) ini menjadi momen hidup mati bagi Selecao das Quinas untuk mengamankan langkah ke babak sistem gugur.
    Kemenangan dan raihan tiga poin penuh menjadi target mutlak bagi skuad asuhan Roberto Martinez. Hal ini tidak terlepas dari hasil kurang memuaskan yang mereka dapatkan di laga pembuka, di mana Portugal secara mengejutkan ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo. Situasi tersebut menuntut respons cepat dan pembuktian mental dari para pemain bintang Portugal.
    Di atas kertas, Portugal jelas jauh lebih diunggulkan. Dengan kedalaman skuad yang merata di setiap lini, mereka masih berstatus sebagai salah satu penantang gelar di turnamen ini. Sorotan utama tentu saja kembali tertuju pada sang kapten legendaris, Cristiano Ronaldo. Bermain di Piala Dunia keenamnya pada usia 41 tahun, Ronaldo tak sekadar menjadi ujung tombak, melainkan sosok pemimpin yang auranya sangat krusial untuk mengangkat ritme serta moral tim.
    Ronaldo tidak akan bekerja sendirian. Ia didukung oleh deretan gelandang kreatif kelas dunia seperti Bruno Fernandes dan Bernardo Silva yang siap memanjakannya dengan umpan-umpan matang. Keseimbangan transisi tim juga akan dijaga oleh Vitinha dan Joao Neves di jantung permainan. Sementara di area pertahanan, Ruben Dias akan memimpin benteng Portugal yang turut dibantu oleh agresivitas Joao Cancelo dan Nuno Mendes dari sektor sayap.
    Meski begitu, Portugal pantang meremehkan lawannya. Uzbekistan, yang berstatus sebagai tim debutan perwakilan Asia, diprediksi akan bermain tanpa beban. Datang dengan motivasi tinggi, Uzbekistan diyakini ingin segera bangkit dan mencuri poin setelah pada laga pertama harus mengakui ketangguhan Kolombia dengan skor 1-3.
    Bagi Portugal, konsistensi dan efisiensi penyelesaian akhir akan menjadi kunci. Laga ini bukan hanya soal meraih kemenangan perdana di Grup K, tetapi juga tentang pembuktian bahwa Ronaldo dan kolega memang layak diperhitungkan di panggung terbesar sepak bola dunia tahun 2026 ini.

    Sumber: https://m.antaranews.com/berita/5619099/pratinjau-portugal-vs-uzbekistan-ronaldo-dkk-wajib-bangkit?utm_source=taboola&utm_medium=taboola_news&dc_data=45488332_samsung-news-indonesia&cex=false&origin_referral_type=minus_one&response.session=v2_0818bca2cc83cfce98a6bbf57de075e0_f8334e1576b4f8fdd96d41f4e2dc4551b12296202ce564f5b457b08130bdb265_1782193149_1782193149_CNawjgYQ0oxwGKmu38LG-6uWEyABKAQwZDjR2wpAu48QSNGv3gNQx_0VWAFgAGjy3YC6u8DTlLYBcACAAQCIAQCQAQA&ui=f8334e1576b4f8fdd96d41f4e2dc4551b12296202ce564f5b457b08130bdb265&response.id=__ab6ab9aea70ed2329fb24e1678a8728e__3829bffa23d5a576bcb3300f366681a9

  • Dikirimi Bantuan dari Mas Dhito, Mbah Minem: Alhamdulilah Rasane Ayem

    Kediri – Mbah Minem, 66 tahun, penjual bunga tabur asal Dusun Krajan, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih merasa kaget bercampur sumringah rumahnya mendapat kiriman rombong kontainer, Senin (22/6) siang.

    Rombong kontainer bertuliskan Bunga Tabur Murah “Mbah Minem” itu merupakan bantuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sebagai tindak lanjut atas kunjungannya pada 21 Mei lalu.

    Mbah Minem kesehariannya tinggal bersama anaknya, Iswati, 42,yang tengah sakit dan seorang cucu. Dia juga mengurusi adiknya bernama Minah, 60 yang mengalami kebutuhan khusus.

    Untuk mencukupi kebutuhan keseharian, selain adanya bantuan dari pemerintah, Mbah Minem mengandalkan usaha jualan bunga tabur yang biasanya untuk orang berziarah kubur.

    Dalam kunjungannya, Mas Dhito saat itu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan keluarga Mbah Minem.

    “Nanti Dinas Kopusmik akan menindaklanjuti bantuan apa yang dibutuhkan bagi keluarga Mbah Minem,” kata Mas Dhito.

    Benar saja, setelah satu bulan dikunjungi bupati, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) mengirimkan bantuan rombong untuk jualan berikut beraneka bunga tabur.

    Adanya bantuan rombong tersebut tempat jualan Mbah Minem menjadi terlihat lebih bersih dan menarik. Pasalnya, sebelumnya dia berdagang memanfaatkan teras rumah dengan menggunakan meja.

    Begitu bantuan yang dikirim diturunkan dari mobil dan diserahkan, Mbah Minem tak henti menyampaikan rasa syukur. Dia tak menduga bakal kembali mendapatkan bantuan dari Mas Dhito.

    “Riyen sampun diparingi sembako, sak niki dikirimi rombong, alhamdulilah rasane ayem, senang sekali,” ucap Mbah Minem.

    Mbah Minem berharap nantinya usaha jualan bunga miliknya menjadi lebih ramai. Dia pun menyampaikan terimakasih atas perhatian yang telah diberikan Mas Dhito untuk keluarganya.

  • PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Gelar Cek Kesehatan Gratis hingga Pasar Murah di Bulan Bung Karno

    Kediri – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar acara bakti sosial di Car Free Day (CFD) Simpang Lima Gumul, Minggu (21/6). Kegiatan yang diadakan sebagai rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno ini menghadirkan layanan cek kesehatan gratis, donor darah dan pasar murah.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris DPC Dodi Purwanto menyampaikan kegiatan ini menjadi bentuk komitmen partai untuk turun ke bawah membantu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.

    Sebagaimana dalam kegiatan pasar murah, disediakan sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan gula yang dijual dengan harga terjangkau untuk membantu daya beli masyarakat. Seperti beras yang dijual Rp57 ribu untuk kemasan 5kg, telur Rp20 ribu/kg, minyak goreng 28 ribu untuk kemasan 2 liter dan gula Rp14 ribu/kg.

    “Semoga dengan kegiatan ini bisa membantu memecahkan permasalahan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja” katanya.

    Kegiatan yang dilakukan kader banteng dari Kabupaten Kediri itu selaras dengan konsep ajaran Bung Karno, bahwa berpolitik harus hadir ditengah denyut kehidupan masyarakat sehingga bisa menangis dan tertawa bersama rakyat.

    Antusiasme masyarakat yang datang ke kegiatan bakti sosial yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu pun sangat tinggi. Selain berbelanja, ada pula yang datang ke layanan lain.

    Seperti donor darah dari 71 orang yang akan melakukan donor berdasarkan hasil pengecekan hanya sekitar 50 orang yang lolos. Kemudian, 160 orang melakukan cek kesehatan gratis.

    “Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah hadir dan ikut serta dalam rangkaian kegiatan yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri,” pungkas Dodi.

    Sebagai rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno, selain kegiatan sosial di acara CFD Simpang Lima Gumul, siang harinya juga digelar tournament e sport di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri.

  • Curi Perhatian Pusat, Mbak Cicha Dampingi Menteri PPPA Kunjungi P2L Desa Tertek

    Kediri – Kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang berlokasi di Jalan Stroberi, Dusun Jombangan, RT 01/09, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri mencuri perhatian pemerintah pusat.

    Kawasan P2L yang telah berdiri selama belasan tahun tersebut membuktikan keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan pendampingan kelompok dasa wisama dengan program PKK yang dapat menyulap pekarangan menjadi sumber pangan berbasis keluarga. Bahkan, keberadaan P2L juga memberikan nilai ekonomis bagi warga dari hasil penjualan sayuran.

    Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang tertarik dengan keberadaan kawasan P2L Desa Tertek melakukan kunjungan langsung ke lokasi, Minggu (21/6) sore. Dalam kunjungannya itu, Menteri Arifah sapaannya didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa.

    Tak hanya melihat langsung beraneka tanaman pangan organik di tiap pekarangan rumah, namun untuk mencukupi kebutuhan protein, warga juga membudidayakan ikan maupun ayam. Menariknya, kebutuhan pakan juga diproduksi sendiri dengan membudidayakan maggot.

    “Dua hari yang lalu saya ke Kota Tasik hadir di sebuah desa namanya desa Cikalang, sama seperti ini, tapi ini lebih komplit, karena tanamannya juga lebih variatif,” katanya.

    Kegiatan yang dilakukan warga utamanya dalam pemenuhan kebutuhan pangan bergizi, diakui juga mendukung program penanganan stunting yang dikampanyekan oleh pemerintah. Bagi Arifah, yang menarik semua program yang dijalankan di daerah itu didukung oleh masyarakat.

    Salah satunya, adanya program Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eklusif) yang sebelumnya telah dikampanyekan Mbak Cicha selaku Ketua TP PKK Kabupaten Kediri. Kesadaran dan dukungan dari masyarakat dalam menjalankan program itu dinilai sangat penting dan menjadikan kawasan P2L Desa Tertek dapat berkembang hingga saat ini.

    “Ini kalau dicoba di desa lain juga belum tentu juga semaksimal ini kalau tidak ada upaya dan kesadaran bersama,” ungkapnya.

    Potensi dan konsep yang telah dijalankan masyarakat di Desa Tertek, Kecamatan Pare tersebut dinilai patut menjadi contoh bagi desa-desa lain. Berawal dari menanam di pekarangan, masyarakat kini bisa mandiri dan berdaya.

    “Sebetulnya ini yang diinginkan bapak presiden, jadi setiap desa kuat dari desanya sendiri,”  puji Menteri Arifah.

    Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang Ismiati menambahkan, keberadaan kawasan P2L tersebut menjadikan tiap anggota KWT di lingkungannya kini tidak perlu membeli sayuran. Antar anggota diakui juga bisa saling barter sayuran.

    Ismiati yang juga merupakan istri Ketua RT 01 menyampaikan yang kunci utama menjadikan kawasan P2L dapat bertahan lama dan berkembang hingga saat ini tak lain karena semangat kebersamaan warga dan anggota KWT.

    “Kuncinya kebersamaan dan kompak. Sayuran di sini selain dikonsumsi sendiri juga dijual,” terangnya.

    Tak hanya dijual dalam bentuk sayuran segar, KWT Sinar Gemilang diakui juga melakukan diversifikasi produk. Yakni menjual sayuran dalam bentuk varian  produk lain seperti bayam brazil yang diolah menjadi peyek, pudding, maupun jus.