• Program Prioritas Pemkab Lamongan Selaraskan Nilai Perjuangan Pahlawan

    Lamongan – Dikutip dari korandigital.id, Pemkab Lamongan memperingati Hari Pahlawan 2025 dengan berbagai kegiatan. Mulai apel hingga berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Lamongan.
    Terlepas dari berbagai kegiatan formal, Pemkab Lamongan juga memaknai Hari Pahlawan melalui komitmen melanjutkan perjuangan dengan ilmu, empati dan pengabdian.
    Bupati Lamongan, Yuhrornur Efendi mengungkapkan bahwa berbagai program prioritas Pemkab Lamongan mewarisi nilai-nilai perjuangan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang merata, dan masyarakat harmonis.
    “Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh Pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
    Sebanyak 15 program prioritas dirancang antara lain, Lamongan Sehat, UMKM Naik Kelas, Young Entrepreneur Success (YES), Pendidikan Berkualitas dan Gratis, Pariwisata Ramah dan Terintegrasi (Ramasinta), Desa Berjaya, Yakin Semua Sejahtera (YSS), Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula), dan Prestasi Pemuda dan Olahraga, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, Lamongan Menyala, Lamongan Hijau, Lamongan Nyantri, Desa Pintar, dan Lamongan Generasi Emas
    “Lima belas program prioritas tersebut juga telah selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto. Yang memiliki tujuan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” beber Pak Yes.
    Lebih jauh, Bupati Yes berharap berbagai Program Prioritas dapat berjalan maksimal dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga Lamongan.
    “Tentu Pemerintah Kabupaten Lamongan akan melanjutkan perjuangan melalui pembangunan, kerja keras, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus untuk kesejahteraan masyarakat Lamongan,” tuturnya.

  • Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Tekankan Nilai Kesabaran dan Pengabdian

    Gresik – Dikutip dari korandigital.id, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mepimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025. Acara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Senin, (10/11/2025).
    ‎Hari Pahlawan yang bertajuk “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan 3.022 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
    Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam sambutannya, saat dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan, para Pahlawan mengajarkan, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan.
    Karenanya, ada tiga hal yang dapat diteladani dari Pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para Pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum dan sabar membangun kebersamaan ditengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan.
    “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan, “ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
    Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
    Ketiga, Gus Yani melanjutkan, pandangan jauh kedepan, dimana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.
    “Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.
    ‎Lebih lanjut, Saifullah Yusuf mengatakan saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
    “Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.” tegasnya.
    ‎Diakhir sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
    “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.” pungkasnya.

  • Polda Jatim Bersama Pemprov Siagakan Personel Gabungan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Surabaya – Mengutip laman korandigital.id, mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur, Polda Jatim menyiapkan lebih kurang 1.400 personel tanggap bencana.
    Sementara itu di seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Jawa Timur juga telah menyiagakan lebih kurang 6.000 personel.
    Seluruh personel gabungan dari berbagai instansi tersebut akan dikerahkan untuk penanganan bencana alam.
    Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025).
    “Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat,” ujar Irjen Pol Nanang.
    Kapolda Jatim berharap dengan kesiapan dan kesigapan personel ini, dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam penanganan bencana alam.
    “Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegas Irjen Pol Nanang.
    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jatim dan jajaran dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.
    Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergitas lintas instansi untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.
    “Diharapkan koordinasi dan respons penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat, tepat, dan terukur, sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat Jawa Timur tetap terjaga,” ujar Gubernur Khofifah.

  • Tim Wasev Sterad Tinjau Kampung Pancasila di Kabupaten Kediri, Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan dan Ketahanan Sosial

    Kediri – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Bidang Komunikasi Sosial dan Penilaian Kampung Pancasila Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0809/Kediri, Kamis (6/11/2025).

    Tim dipimpin oleh Brigjen TNI Edi Rochmatullah, didampingi Mayor Kav Bayu Trismahadi serta Ny. Levya Annisa dari Astra. Rombongan memulai kegiatan dengan mengunjungi Makodim 0809/Kediri dan diterima langsung oleh Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama beserta jajaran.

    Kunjungan ini bertujuan menilai sekaligus memantau pelaksanaan program Kampung Pancasila di Kabupaten Kediri sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan dan ketahanan sosial masyarakat.

    Selanjutnya, Tim Wasev bertolak menuju Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) untuk menghadiri acara inti. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Wakil Bupati Kediri bersama jajaran Forkopimda, Kapolres, Kajari, dan pimpinan DPRD Kabupaten Kediri.

    Dalam kesempatan itu, sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dibacakan oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa. Ia menyampaikan bahwa Desa Canggu, Kecamatan Badas, terpilih sebagai wakil Provinsi Jawa Timur dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional. Desa tersebut dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kodim 0809/Kediri telah melakukan berbagai program pembinaan, mulai peningkatan siskamling, pelatihan kebencanaan, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan UMKM dan potensi wisata lokal,” jelas Mbak Dewi

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menghidupkan semangat Pancasila di wilayah pedesaan.

    Sementara itu, Brigjen TNI Edi Rochmatullah menuturkan bahwa terdapat beberapa indikator utama dalam penilaian Kampung Pancasila, antara lain ketahanan pangan, wawasan kebangsaan, pembinaan karang taruna, serta pengembangan produk UMKM. Berdasarkan pengamatan lapangan, Desa Canggu dinilai telah memenuhi seluruh kriteria dengan baik.

    Ia mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga semangat gotong royong. “Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata bahwa persatuan, gotong royong, dan toleransi masih hidup di tengah masyarakat. Ini adalah modal sosial yang harus terus dirawat,” ujarnya.

    Kegiatan peninjauan juga diisi dengan pagelaran budaya seperti barongsai dan Reog Ponorogo, serta simulasi siskamling dan penanganan kebakaran. Tim Wasev turut meninjau 24 stan pameran potensi daerah, mulai dari UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, hingga layanan sosial seperti posyandu dan perpustakaan desa.

    Usai kegiatan di area SLG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Canggu untuk meninjau Bumdes Perikanan, greenhouse hidroponik, kolam bioflok, serta kegiatan tabur benih ikan nila sebagai simbol penguatan ketahanan pangan dan gotong royong masyarakat.

    Kunjungan Tim Wasev Sterad ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dan menjadi fondasi ketahanan sosial bangsa.

    Kabupaten Kediri pun diharapkan terus menjadi contoh daerah yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Pancasila di tengah tantangan global yang kian kompleks.

  • Pemkab Kediri Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Regenerasi Petani Muda

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pemanfaatan aset daerah. Salah satu bentuknya adalah pengembangan lahan kosong milik Pemkab di kawasan UPTD Benih, Desa Darungan, Kecamatan Pare, menjadi kebun melon hidroponik.

    Pada Rabu (5/11/2025), Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, melakukan panen perdana melon hidroponik sekaligus menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani. Ia mengapresiasi langkah Dispertabun yang mampu mengoptimalkan lahan idle menjadi area pertanian modern bernilai ekonomi.

    “Alhamdulillah, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini bisa menghasilkan komoditas bernilai tinggi. Hari ini kita panen tiga jenis melon, yaitu Inthanon, Honey Globe, dan Golden,” ujarnya.

    Lahan seluas 800 meter persegi tersebut mampu menampung 2.300 tanaman dengan estimasi hasil panen sekitar 3,5 ton. Dengan harga jual rata-rata Rp25.000 per kilogram, komoditas ini dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

    Mbak Dewi sapaan Wakil Bupati Kediri menjelaskan bahwa sistem hidroponik menjadi terobosan penting dalam pertanian modern. Tanaman dibudidayakan menggunakan media serabut kelapa dengan sistem pengairan otomatis yang dapat dikendalikan melalui gawai. Semua pemberian nutrisi dilakukan terukur sesuai kebutuhan tanaman.

    Selain aspek produksi, panen ini juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Dari 226.104 petani di Kabupaten Kediri, persentase petani muda masih sangat rendah, yakni 0,8% di usia 15-24 tahun dan 7% di usia 25-34 tahun.

    “Pertanian modern ini bisa menjadi peluang bagi anak muda. Bertani sekarang tidak harus ke sawah membawa cangkul. Mereka bisa belajar sambil sekolah, bahkan sudah bisa produktif,” ungkapnya.

    Mbak Dewi juga menilai kondisi tanah dan iklim Kabupaten Kediri sangat mendukung pengembangan hortikultura. Dengan akan beroperasinya Bandara Dhoho, peluang pemasaran produk pertanian lokal diperkirakan semakin luas.

    Sementara itu, Plt Kepala Dispertabun, Sukadi, menyampaikan bahwa proyek melon hidroponik ini melibatkan siswa SMK pertanian sejak awal penanaman hingga panen.

    “Anak-anak SMK pertanian sudah terlibat penuh. Harapannya setelah lulus, mereka bisa terus menanam sambil kuliah. Ini langkah nyata membangun regenerasi petani muda di Kediri,” ujar Sukadi

    Sukadi berharap keterlibatan tersebut mampu memicu minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri menerima bantuan 10 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian untuk mendukung efisiensi produksi kelompok tani.

  • Mbak Cicha Mewisuda Ribuan Lansia Dalam Program Selantang

    Kediri – Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mewisuda ribuan lansia dari Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

    Istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tersebut menilai Program Selantang ini merupakan bentuk kepedulian peningkatan kualitas hidup lansia.

    Selantang, katanya, mendorong para lansia untuk aktif dalam berbagai aspek yang berdampak kepada keberlangsungan hidup di usia senja.

    “Melalui program ini, para lansia belajar untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia di usia senja,” terang ibu dua anak yang akrab disapa Mbak Cicha itu pada Rabu (5/10/2025).

    Mbak Cicha menegaskan, keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya diukur dengan kemajuan pemuda. Namun juga bagaimana kemandirian lansia.

    Dengan hal tersebut, Mbak Cicha mendorong para lansia bisa tetap aktif dalam bermasyarakat dan menularkan apa yang telah dipelajari dalam program ini.

    “Jadilah teladan dalam menjaga kesehatan, tetap aktif dalam kegiatan sosial, dan terus menebar energi positif di tengah masyarakat,” kata Mbak Cicha kepada 78 lansia yang menjadi perwakilan dalam wisuda tersebut.

    Program selantang sendiri menyasar lansia di atas 60 tahun dimana tahun ini diikuti oleh 7800 lebih lansia. Edukasi yang diberikan mencangkup 7 aspek seperti ekonomi, kesehatan, sosial, hingga spiritual.

    Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari mengatakan, sebagai salah satu komponen keluarga, para lansia diberikan penyuluhan di masing-masing wilayah.

    Saat penyuluhan, lanjutnya, para lansia diberikan satu tema edukasi di tiap pertemuan dari 7 kali pertemuan dengan didampingi para penyuluh.

    “Untuk kesehatan dibekali penyuluhan langsung oleh puskesmas, spiritual dari teman2 penyuluh agama, ekonomi dari penyuluh KB,” pungkasnya.

  • Wisuda Stikes, Mbak Cicha : Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kediri – Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito menghadiri Wisuda Stikes Pamenang tahun 2025.

    Mbak Cicha, sapaan akrabnya menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan beasiswa calon tenaga kesehatan Kabupaten Kediri (Becak Kari) kepada 52 mahasiswa D3 Keperawatan Stikes Pamenang tahun ini.

    Dengan beasiswa yang diberikan, diharapkan mampu membawa dampak besar bagi lulusan kampus tersebut. Utamanya dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan semakin kompleks.

    “Semoga lulusan Stikes Pamenang bisa memberikan dampak meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” terang Mbak Cicha, Rabu 5 November 2025.

    Dikatakan Mbak Cicha, selain mencetak lulusan terbaik, menjaga kualitas, mutu, serta tata kelola pendidikan juga menjadi poin penting bagi kampus yang berada di Kecamatan Pare ini.

    Dengan komitmen itu, lanjut Mbak Cicha, Stikes Pamenang mendapatkan penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaik peringkat ke 2 di wilayah Jawa Timur.

    Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) 7 Surabaya pada 31 Oktober 2025 menjadi satu capaian yang harus ditingkatkan.

    “Saya menyampaikan apresisi kepada Stikes Pamenang yang telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa,” katanya.

    Kepada para wisudawan, istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ini juga berpesan kepada wisudawan untuk lebih adaptif menghadapi kemajuan jaman serta bisa bekerja cerdas.

    “Percayalah pada law of attraction, apa yang kalian yakini dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik,” jelasnya.

  • Mas Dhito Ingatkan Pentingnya Regenerasi di Acara Musda Dekopinda Kabupaten Kediri

    Kediri – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Depinda) Kabupaten Kediri menggelar rapat Musyawarah Daerah (Musda) pada Rabu (05/11/2025).

    Musda ini akan dibahas mengenai laporan pertanggungjawaban (LPJ) program kerja tahun 2021-2025, rencana kerja tahun 2026-2030 serta pemilihan ketua pimpinan periode 2026-2030.

    Selain 225 orang mewakili gerakan koperasi yang ada di seluruh Kabupaten Kediri, rapat Musda ini juga juga mengundang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

    Mas Dhito sapaan akrab bupati berharap acara Musda Dekopinda Kabupaten Kediri berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik.

    Tak kalah penting, rencana kerja dan struktur kepemimpinan yang baru hasil Musda tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua anggota.

    “Dan saya berharap ini bisa menjadi payung bagi seluruh koperasi di Kabupaten Kediri,” kata Mas Dhito.

    Mas Dhito dalam kesempatan itu mengingatkan, permasalahan yang biasa terjadi dalam organisasi terkait regenerasi.

    Melalui Musda tersebut pihaknya berpesan pentingnya regenerasi dari kalangan muda untuk bergabung dalam gerakan koperasi.

    “Tantangan ke depan besar, siapapun nanti yang terpilih sebagai ketua Dekopin yang baru, pesan saya satu, lakukan regenerasi,” ungka.

    Ketua Dekopin Wilayah Jawa Timur Slamet Sutanto yang hadir dalam acara itu menyampaikan, Musda Dekopinda Kabupaten Kediri tersebut diharapkan memunculkan gagasan untuk membangun koperasi di Kabupaten Kediri yang lebih baik.

    Termasuk dengan hadirnya koperasi desa maupun koperasi kelurahan Merah Putih. Diperlukan sinergitas dan komitmen bersama untuk memegang prinsip koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat.

    “Ini kalau kita kelola dengan baik, kita kelola dengan benar dan dikelola oleh pengurus yang kompeten saya meyakini bahwa ekonomi tumbuh besar dari desa-desa di seluruh Kabupaten Kediri,” tambahnya.

    Slamet menekankan ada tiga syarat yang harus dipenuhi bagi pimpinan Dekopinda yang akan datang. Syarat itu yakni memiliki kompetensi dan kapabilitas khususnya bidang perkoperasian.

    Kemudian, memiliki karakter, amanah, jujur dan memegang teguh bahwa tugas Dekopim adalah pengabdian untuk kebaikan gerakan koperasi. Terakhir, pemimpin yang ahli komunikasi, bisa membangun jaringan di semua pihak.

  • KAI Daop 7 Madiun Sesuaikan Jadwal dan Pola Perjalanan KA Mulai 1 Desember

    Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan kereta api di seluruh wilayah operasional, termasuk di wilayah kerja Daop 7 Madiun, mulai 1 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kenyamanan pelanggan.
    Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa sehubungan dengan proses pembaruan tersebut, pemesanan tiket untuk perjalanan bulan Desember 2025 sementara belum dapat dilakukan.
    “Saat ini pelanggan dapat membeli tiket hingga tanggal keberangkatan 30 November 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Call Center 121, dan mitra resmi KAI,” jelas Zainul, Rabu (5/11/2025).
    Zainul menambahkan bahwa pembaruan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan perjalanan yang lebih andal dan tepat waktu.
    “KAI memastikan seluruh proses penyesuaian berjalan dengan baik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Zainul.
    KAI akan segera mengumumkan pembukaan kembali pemesanan tiket Desember setelah proses penyesuaian selesai. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses berlangsung dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui akun @KAI121, situs kai.id, atau Call Center 121,” tutup Zainul.
    KAI berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

    Sumber artikel dan Gambar: korandigital.id

  • Pembinaan Mental Pegawai Pemkab Kediri Tekankan Pentingnya Syukur dan Ridho Allah SWT

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap awal bulan ini berlangsung di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (3/11).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, bersama jajaran kepala perangkat daerah serta pegawai dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khoirul Hanifah, dari Kecamatan Banyakan. Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mohammad Afwan Al Assegaf, yang juga berasal dari Kecamatan Banyakan.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz Afwan membawakan tema tentang rezeki, yang mencakup empat poin utama, yakni harta, kesehatan, anak saleh, dan ridho Allah SWT.

    Ia menjelaskan bahwa harta sering kali menjadi fokus manusia dalam mencari rezeki, namun bukan merupakan ukuran utama di sisi Allah SWT.

    Selain itu, kesehatan disebut sebagai nikmat yang wajib disyukuri karena menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan dan beribadah.

    Ustadz Afwan juga menegaskan bahwa anak yang saleh dan salehah merupakan amanah sekaligus salah satu bentuk amal jariyah orang tua, selain ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah.

    “Allah SWT akan mengirimkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Tugas kita adalah bertawakal dan berikhtiar,” ujar Ustadz Afwan.

    Pada akhir tausiyah, beliau berpesan agar seluruh pegawai senantiasa mengharap ridho Allah SWT melalui sikap saling menjaga, gotong royong, dan tolong-menolong antarsesama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan penuh keberkahan.