Sejumlah peternak yang ada di Kabupaten Lamongan baru saja memperoleh pembekalan terkait metode pencegahan penyakit yang mampu menular dari hewan kepada manusia atau zoonosis.
Agenda edukasi ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Bulan Bakti Peternakan 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Disnakeswan) Lamongan.
Penyuluhan tentang zoonosis ini diberikan lewat kegiatan sarasehan, pelatihan, serta talkshow yang turut menggandeng berbagai unsur, termasuk kalangan akademisi.
Shofiah selaku Kepala Disnakeswan Lamongan menyampaikan bahwa sosialisasi kepada para peternak serta masyarakat luas sangat penting demi menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap ancaman zoonosis dari hewan.
Rabies menjadi salah satu penyakit yang mendapat sorotan khusus. Pemilik hewan diimbau agar senantiasa mengecek kesehatan peliharaannya dan memberikan vaksin secara berkala guna menekan potensi penularan ke manusia.
“Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang harus kita waspadai. Meskipun Jawa Timur sudah dinyatakan bebas rabies, kewaspadaan tetap harus dilakukan, terutama bagi masyarakat yang memelihara hewan kesayangan,” ujarnya, Minggu (27/9/2026).
Di samping rabies, warga juga diminta untuk mewaspadai ancaman zoonosis lain seperti leptospirosis yang kerap berkaitan dengan paparan hewan tikus.
Shofiah juga menerangkan bahwa penanggulangan penyakit zoonosis ini menuntut kerja sama antar-sektor. Disnakeswan menggandeng Dinas Kesehatan, Satpol PP, Diskominfo, serta para ahli dari Universitas Airlangga demi memperkuat pemahaman penanganan zoonosis dari aspek kesehatan hewan maupun manusia.
“Kalau ada laporan masyarakat terkait gigitan atau kejadian yang berkaitan dengan hewan, harus dikoordinasikan. Penanganannya tidak bisa hanya dari satu sektor, tetapi harus bersama-sama,” katanya.
Rangkaian pembekalan bagi peternak tersebut dijadwalkan berlanjut pada tanggal 29 dan 30 September dalam bentuk sarasehan yang ditujukan bagi peternak ruminansia, peternak unggas, serta peternak milenial.
Acara ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Universitas Airlangga melalui program pengabdian kepada masyarakat yang bertempat di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran.
Tidak hanya pelatihan, Disnakeswan Lamongan pun menggelar program pemberian vaksin rabies secara cuma-cuma untuk hewan penular rabies terhitung mulai 1 hingga 15 Oktober 2026. Layanan vaksinasi ini bertempat di sebelas Puskeswan serta beberapa kompleks perumahan di wilayah Kabupaten Lamongan.

Tinggalkan komentar