Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengimbau warga agar segera mendaftarkan diri pada Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) rintisan Kementerian Sosial (Kemensos).

Langkah ini bertujuan guna memperbaiki keakuratan data sosial ekonomi sekaligus memastikan penyaluran bantuan sosial seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) agar lebih tepat sasaran.

Imam Muttaqin selaku Kepala Dinas Sosial Kota Kediri menerangkan, lewat Perlinsos warga bisa mendaftarkan bantuan, melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara mandiri, serta menyampaikan sanggah apabila ditemukan ketidaksesuaian data.

“Masyarakat dapat melakukan pengajuan bantuan, memperbarui desil menggunakan gawai sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” jelas Imam saat mengisi podcast, Senin (5/10/2026).

Penerapan Perlinsos sendiri dijalankan secara digital lewat situs resmi Kementerian Sosial. Warga bisa mendaftar sendiri dengan ketentuan sudah melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) serta mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Bagi yang belum sempat mendaftar atau mengaktifkan IKD, warga bisa meminta bantuan Agen Perlinsos. Peran agen ini sebagai fasilitator untuk proses penginputan data maupun penyampaian sanggah bila data desil tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Imam menyampaikan bahwa setiap penduduk juga mempunyai kesempatan untuk menjadi Agen Perlinsos. Pendaftaran dibuka secara mandiri tanpa dipungut biaya melalui portal resmi Kementerian Sosial.

Menjadi Agen Perlinsos bersifat sukarela dan tidak diberi bayaran. Mereka juga dilarang memungut biaya atau melakukan manipulasi data.

Syarat untuk mendaftar sebagai calon Agen Perlinsos yaitu menyiapkan NIK, nomor telepon seluler aktif, gawai, serta IKD yang sudah aktif.

“Program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Kota Kediri, apalagi bagi masyarakat yang memiliki tetangga yang membutuhkan,” kata Imam.

Pemkot Kediri, imbuhnya, juga bakal menggerakkan program ASN Peduli Tetangga. Lewat inisiatif tersebut, seluruh ASN di Kota Kediri didorong untuk bertindak sebagai Agen Perlinsos guna membantu mendaftarkan warga di sekitar tempat tinggal mereka.

Pelaksanaan Perlinsos di Kota Kediri kini sudah mulai berjalan. Pemkot Kediri menargetkan seluruh warganya telah terdaftar pada program Perlinsos menjelang akhir tahun 2026.

“Pada prinsipnya Perlinsos ini adalah proses registrasi ulang data sasaran penerima bantuan sosial yang akan diberikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, khususnya untuk tahun 2027,” ujarnya.

Data Perlinsos tersebut nantinya akan dipakai sebagai pedoman dalam penyaluran program pemberdayaan masyarakat serta bantuan sosial pada 2027. Oleh karena itu, ia meminta warga segera mendaftarkan diri secara mandiri ataupun melalui Agen Perlinsos di tingkat RT dan kelurahan.

Di sisi lain, Marsudi Nugroho selaku Kepala Dispendukcapil Kota Kediri menegaskan bahwa warga yang hendak mengakses Perlinsos harus memiliki identitas kependudukan terverifikasi.

Warga diwajibkan melakukan perekaman KTP-el serta mempunyai IKD aktif. Aktivasi IKD di Kota Kediri sendiri sudah dimulai sejak 2022 dan digencarkan secara masif mulai dari 2024 hingga saat ini.

Syarat untuk aktivasi IKD adalah berusia minimal 17 tahun dan sudah melakukan perekaman biometrik. Proses aktivasi bisa dikerjakan di kantor kelurahan, kantor kecamatan, serta Mal Pelayanan Publik (MPP) Dhoho Plaza lantai 2 pada hari dan jam kerja.

“Masyarakat juga bisa melakukan aktivasi IKD di kantor Dispendukcapil pada jam kerja serta hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00 sampai 11.00 WIB. Tidak perlu khawatir terhadap penipuan karena pelayanan IKD kita lakukan secara tatap muka dan gratis,” tandasnya. (AB)

Posted in

Tinggalkan komentar