Warga di kawasan Jalan Dupak Rukun, Surabaya, mendadak dihebohkan dengan kemunculan semburan air bercampur lumpur setinggi 2 hingga 3 meter dari dalam tanah pada Selasa (13/10/2026) siang.
Rekaman video kejadian itu sempat beredar viral di media sosial. Lokasinya yang berada dekat dengan Tol Dupak sempat membuat warga cemas lantaran dikira mirip dengan peristiwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo.
Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah fenomena geologi ataupun semburan lumpur seperti kekhawatiran publik.
Kepala Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, menerangkan bahwa semburan itu diindikasi diakibatkan oleh kebocoran pada pipa air dengan ukuran diameter kurang lebih satu meter.
“Setelah dilakukan asesmen, teman-teman di lokasi menyatakan bahwa ini bukan semburan lumpur. Termasuk dengan teman-teman DSDABM Surabaya, menyatakan bahwa ini adalah semburan air,” kata Arif, Selasa (13/10/2026).
Arif menyebutkan bahwa personel BPBD pos utara yang posisinya paling dekat segera meluncur ke tempat kejadian guna melakukan asesmen usai mendapat laporan soal semburan tersebut.
Berdasarkan pengecekan awal, tingginya semburan air tersebut disinyalir timbul karena ada pipa yang bocor. Tekanan air di dalam pipa mendorong air meluncur ke atas hingga mencapai ketinggian 2 sampai 3 meter.
Arif menambahkan, di sekitar lokasi kejadian terdapat kegiatan penggalian untuk proyek pembangunan sarana penampungan air atau storage. Lokasi tersebut juga dipenuhi tanah yang bertekstur lumpur sehingga semburan air dari dalam tanah tampak menyerupai semburan lumpur.
“Di situ ada penggalian untuk storage penampungan air dan di situ ada lumpur. Pada saat yang bersamaan, lumpur itu tertekan dari bawah, kemudian seolah-olah ini adalah semburan lumpur, padahal ini adalah air yang karena pipanya bocor kemudian menyembur ke atas,” ujarnya.
Di samping itu, Arif menyampaikan bahwa pembangunan tempat penampungan air tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Surabaya guna mengatasi masalah banjir. Langkah tersebut dijalankan lewat penambahan bozem serta fasilitas penampungan untuk menampung limpasan air ketika hujan turun.
Walau begitu, pemicu utama dari kebocoran pipa yang menyebabkan semburan tersebut masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut oleh BPBD bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya beserta instansi terkait.
BPBD kembali memastikan bahwa merujuk pada hasil asesmen awal, peristiwa di wilayah Dupak itu merupakan semburan air karena dugaan pipa bocor, bukan kejadian geologi seperti kekhawatiran warga. (AB)

Tinggalkan Balasan