Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026, guna menerima laporan berbagai perkembangan strategis sektor energi. Topik bahasan meliputi perkembangan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas), evaluasi masalah kelistrikan di berbagai daerah, serta ketersediaan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional.
“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ujar Menko Bahlil dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.
Mengenai kejadian gangguan listrik atau blackout di beberapa wilayah, Menko Bahlil menggarisbawahi perlunya perbaikan kualitas layanan kelistrikan. Pihaknya menyatakan bahwa pembenahan perlu dijalankan secara lebih mendalam pada tataran pelaksanaan yang merupakan tanggung jawab PT PLN (Persero).
“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menko Bahlil menjelaskan bahwa masalah teknis menjadi pemicu gangguan kelistrikan di Batam. Berdasarkan laporan awal yang diperolehnya, kendala tersebut bersumber dari jaringan listrik yang tersambar petir serta masalah teknis lain.
Berkenaan dengan pemulihan layanan serta potensi kompensasi bagi para pelanggan, Menko Bahlil menyatakan akan berunding dengan pihak PLN terlebih dahulu. “Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.
Di samping isu kelistrikan, Menko Bahlil juga memberikan tanggapan terkait hambatan distribusi BBM di Bali. Ia menyebutkan bahwa Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri telah berada di lokasi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Di samping itu, Menko Bahlil berencana mengadakan rapat guna mendapat laporan terbaru mengenai situasi distribusi di lapangan.
Walaupun ada kendala distribusi di Bali, Menko Bahlil memastikan bahwa cadangan stok BBM nasional masih aman dengan ketahanan pasokan berkisar antara 16 sampai 18 hari. Dirinya menegaskan bahwa tantangan yang harus diselesaikan saat ini menyangkut distribusi, bukan kekurangan stok tingkat nasional.
“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” pungkasnya.
Jakarta, 14 Oktober 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden
Instagram: sekretariat.presiden
Foto: Kris – Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Tinggalkan Balasan