Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen penuh memberikan dukungan bagi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang diwujudkan lewat penyiapan lahan serta pemeriksaan kelengkapan perizinan dan administrasi demi memastikan kesiapan operasional serta kemampuannya melayani warga.

Dukungan tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tatkala mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat melakukan peninjauan ke KDMP yang terletak di Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, pada hari Kamis (15/10/2026).

Mas Dhito menyampaikan bahwa pihak Pemkab Kediri telah menyediakan alokasi lahan guna mendukung 344 gerai KDMP yang tercakup dalam program tersebut.

Di samping penyiapan lahan, pihaknya turut mengecek aspek perizinan dan administrasi, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Fungsi (SLF), untuk menjamin seluruh gerai telah mematuhi aturan sebelum resmi beroperasi.

“Hari ini yang kami cek adalah untuk SLF-nya. Jadi dari 344 itu semuanya apakah sudah memiliki SLF atau belum. Karena ini program prioritas Bapak Presiden, maka segala sesuatu administrasi yang berkaitan dengan perizinan dan sebagainya harus tertib,” jelas Mas Dhito.

Dia menambahkan, pengecekan kegiatan koperasi ini juga dijalankan guna memastikan program berjalan sejalan dengan instruksi dari pemerintah pusat.

Menurutnya, kehadiran KDMP tidak dimaksudkan untuk menyaingi pelaku usaha lain, melainkan berfungsi sebagai wadah penyaluran bermacam kebutuhan bersubsidi agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Seperti arahan Pak Menko, seluruh bupati, wali kota, gubernur, kapolda, pangdam untuk mengecek operasional dari koperasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menerangkan bahwa KDMP dibuat agar masyarakat lebih mudah memperoleh berbagai kebutuhan pokok serta bantuan pemerintah tanpa harus melewati rantai distribusi yang panjang.

Berbagai komoditas yang diagendakan untuk didistribusikan melalui koperasi ini mencakup pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, beras, minyak goreng, serta beragam bantuan pangan.

“Ini untuk menyalurkan bantuan-bantuan subsidi pemerintah agar langsung ke rakyat sehingga rakyat ini dapat harga yang murah, yang bagus, tidak melalui makelar-makelar lagi,” jelas Zulkifli Hasan.

Sebagai contoh, Zulkifli menyebutkan bahwa tabung LPG 3 kilogram yang biasa dijual seharga Rp23.000 hingga Rp24.000 dapat dibeli seharga Rp18.500 di KDMP, sementara beras subsidi dipatok Rp12.000 per kilogram.

Zulkifli Hasan menaruh harapan agar koperasi di tingkat desa ini dapat berkembang menjadi pusat layanan ekonomi bagi warga, mencakup layanan transaksi keuangan, pembayaran listrik, hingga akses terhadap program pembiayaan tertentu.

“Ini semua yang digerakkan, dicita-citakan oleh Bapak Presiden agar tiap desa itu ada pusat pertumbuhan ekonomi sehingga desa maju, berkembang. Tidak hanya kota yang maju, tapi desa juga maju dan berkembang. Kalau desa maju, maka Indonesia akan menjadi maju,” ujarnya.

Berlokasi di Desa Sonorejo, KDMP yang pengelolaannya dipegang oleh Niswatul Hikmah sudah aktif beroperasi sejak pertengahan Juni 2026 dan menyediakan aneka kebutuhan warga seperti minyak goreng, gula, LPG, pupuk bersubsidi, makanan ringan, minuman saset, sampai produk UMKM lokal.

Meskipun demikian, koperasi tersebut masih menghadapi beberapa kendala dalam pengembangan usahanya. Niswatul mengungkapkan bahwa rata-rata omzet penjualan harian berkisar di angka Rp150.000, dengan tantangan utama berupa ketersediaan stok barang yang sering kosong serta minat belanja masyarakat yang masih perlu didorong.

“Kalau kendalanya itu stoknya sering kosong. Yang kedua, peminat dari masyarakat masih kurang. Kami akan berusaha menarik minat masyarakat dengan benefit seperti harga yang murah dan produk yang lengkap ke depannya,” terangnya.

Demi meningkatkan kualitas layanan, KDMP Sonorejo memberikan fasilitas pengantaran barang tanpa biaya tambahan serta memberi kesempatan bagi para pelaku UMKM setempat untuk menitipkan barang dagangan mereka di gerai koperasi.

Jenis produk yang telah dipasarkan meliputi makanan ringan, pecel, bawang goreng, alat pijat, hingga kerajinan tangan buatan warga sekitar.

Kehadiran Menko Pangan dalam kunjungan ke KDMP Sonorejo ini turut menyita perhatian warga, salah satunya Siti Samsiah yang mengaku baru pertama kali berbelanja dan berniat kembali karena harga produk di sana dinilai lebih terjangkau dibandingkan tempat lain.

Ia mencontohkan harga minyak goreng Minyakita yang lazimnya dijumpai seharga Rp20.000, namun di KDMP Sonorejo dijual seharga Rp15.700.

“Insyaallah datang lagi. Kan lebih murah,” ujarnya. (AB)

Posted in

Tinggalkan Balasan