Kediri – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menaruh perhatian serius terhadap masih banyaknya kaum ibu yang kurang dalam memberikan ASI Eklusif bagi bayi.
Melalui kegiatan Kampanye Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eklusif) Mbak Cicha sapaan akrabnya mendorong para kader yang ada di tiap desa untuk aktif melakukan pendampingan dan mensosialisasi pentingnya pemberian ASI Eklusif bagi pencegahan stunting.
Disampaikan, berdasarkan data yang diterima, capaian pemberian ASI Ekslusif di Kabupaten Kediri masih diangka 57 persen, masih dibawah target nasional 64 persen. Data itu menunjukkan masih ada 43 persen ibu belum memberikan ASI Ekslusif.
“Tentunya ibu menyusui masih perlu banyak pendampingan dan pengertian juga (pentingnya pemberian ASI Eklusif),” katanya dalam kegiatan Kampanye Kemping Asik Cegah Stunting di Balai Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kamis (21/5).
Tak kalah penting, menurut Mbak Cicha perlu adanya pemahaman mengenai penyebab ibu kurang dalam pemberian ASI Eklusif. Seperti masalah biologis, ASI yang tidak mau keluar atau persoalan psikologis dari ibu.
Disisi lain, Mbak Cicha melihat persoalan juga bisa muncul karena alasan pekerjaan dimana kaum ibu yang bekerja memiliki kurang waktu untuk bertemu bayinya. Pun begitu hal itu bisa diatasi dengan pumping.
“Jadi perlu juga dipahami masalahnya baru kemudian dilakukan pendampingan oleh para kader,” ungkapnya.
Melalui kegiatan yang digelar itu, Mbak Cicha berharap nantinya semua kader bisa bergerak turun ke bawah melakukan pendampingan dan memberikan edukasi pentingnya ASI Ekslusif.
Pendampingan tidak hanya pada ibu, tapi juga keluarga. Sebab, dorongan semangat bagi ibu-ibu ini juga bisa datang dari anggota keluarga.
“Kita berharap ibu-ibu di Kabupaten Kediri benar-benar mengerti pentingnya ASI dan nutrisi di 1000 hari pertama anak,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar