Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pendidikan mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk program revitalisasi dan rehabilitasi sarana serta prasarana sekolah pada 2026.

Program tersebut menyasar 97 sekolah, terdiri dari 38 sekolah dasar (SD) dan 59 sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin mengatakan, anggaran rehabilitasi bersumber dari APBD Kabupaten Kediri dengan nilai sekitar Rp20 miliar untuk seluruh jenjang pendidikan.

“Dari APBD ada Rp20 miliar semua. Lebih, Rp20-an untuk semua jenjang,” kata Muhsin.

Menurut Muhsin, rehabilitasi sekolah tidak selalu berarti seluruh bangunan dibongkar dan diganti dengan material baru. Material bangunan yang kondisinya masih baik dan layak digunakan akan tetap dipertahankan.

Hal itu juga menjelaskan mengapa dalam proses rehabilitasi masih terdapat material lama, seperti kayu, yang kembali digunakan.

“Jadi, ini agar masyarakat bisa paham. Kadang ada keluhan, lho, ini rehab kok bahan kayu-kayu lama dipasang lagi? Ya memang kalau rehab itu yang diperbaiki kan yang rusak-rusak. Yang masih utuh, yang masih bagus dipakai lagi,” jelasnya.

Sebelum mendapatkan program rehabilitasi, kondisi bangunan sekolah terlebih dahulu dinilai oleh tim. Tingkat kerusakan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan jenis pekerjaan dan besaran anggaran.

Pekerjaan yang dilakukan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Tidak semua sekolah mendapatkan lingkup rehabilitasi yang sama.

“Ada yang misalnya hanya perbaikan perpustakaan, ada yang membangun perpustakaan, kamar mandi. Tergantung. Ada yang Rp150 juta sesuai tingkat kerusakan, ada yang Rp300 juta,” terangnya.

Untuk proyek rehabilitasi dengan nilai besar, proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme lelang. Sedangkan pekerjaan dengan nilai lebih kecil, sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta, dilakukan melalui mekanisme pengadaan langsung sesuai ketentuan.

Salah satu proyek dengan anggaran terbesar berada di SDN Bedali 1, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Sekolah tersebut mendapatkan rehabilitasi enam ruangan dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.

“Kita yang besar itu di SDN Bedali. SDN Bedali Ngancar itu lebih dari Rp1 miliar anggarannya. Karena merehab semua ruang, enam ruang itu kita rehab. Termasuk yang revit itu yang parah, ya, lebih satu miliar,” ungkapnya.

Kasi Sarpras SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Anang Tri Asmono menambahkan, pada jenjang SD terdapat 38 titik yang mendapatkan program rehabilitasi.

Khusus rehabilitasi enam ruangan di SDN Bedali 1, pekerjaan ditargetkan rampung pada November atau paling lambat awal Desember 2026.

“Yang paling parah ya di Bedali itu rehab enam kelas dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Insyaallah selesai November atau awal Desember ini,” ujarnya.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Bedali 1 sementara dipindahkan ke Balai Desa Bedali yang berada tepat di samping sekolah.

Sementara pada jenjang SMP, terdapat 59 sekolah yang mendapatkan program rehabilitasi menggunakan APBD Kabupaten Kediri tahun anggaran 2026.

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memastikan program tersebut diarahkan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Dengan demikian, fasilitas pendidikan diharapkan kembali layak digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. (AB)

Posted in

Tinggalkan komentar