Kediri – Pemerintah Kota Kediri mengimbau warga agar lebih waspada terhadap ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta influenza tipe A. Seruan ini disampaikan lewat acara Webinar Lentera Mapan Seri 14 yang mengusung tema “Influenza dan ISPA: Kenali, Waspadai, Lindungi Kesehatan Bersama” pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.

dr. Enrico Kuswahyuliawan selaku dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri menerangkan bahwa ISPA merupakan kategori yang mencakup berbagai macam penyakit pernapasan, di mana influenza tipe A termasuk di dalamnya.

“ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA. Jadi, kalau menderita ISPA belum tentu menderita influenza tipe A, tetapi kalau menderita influenza tipe A sudah pasti termasuk ISPA,” jelasnya.

Menurut keterangan Enrico, manifestasi klinis ISPA dan influenza umumnya berkaitan dengan organ pernapasan. Walau setiap individu bisa merasakan keluhan yang tidak sama, beberapa ciri umumnya meliputi suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius, batuk, pilek, hidung tersumbat, pusing, meriang, serta rasa sakit pada otot dan sendi.

Dalam dunia medis, kumpulan tanda-tanda yang mirip dengan gejala influenza tersebut biasa dinamakan flu syndrome.

Enrico menambahkan bahwa kebanyakan penyakit asal virus sanggup sembuh sendiri manakala sistem kekebalan tubuh dalam kondisi prima. Kendati demikian, penyakit ini berisiko menjadi lebih parah apabila menyerang golongan masyarakat yang rentan.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih meliputi anak-anak dan lansia, orang dengan gangguan kekebalan tubuh seperti pasien autoimun dan HIV, penderita penyakit kronis, serta mereka yang memiliki penyakit paru-paru seperti asma. Masyarakat yang sering beraktivitas di tempat umum juga memiliki risiko paparan lebih tinggi karena banyak berinteraksi dengan orang lain.

Di sisi lain, Erwanto selaku Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa mengawasi pergerakan kasus ISPA memakai sistem surveilans di puskesmas serta rumah sakit.

“Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan Kota Kediri, jumlah penderita ISPA pada minggu ke-31 ada sebanyak 643 kasus. Angka tersebut naik menjadi 1.514 kasus ketika memasuki minggu ke-38.

Meskipun terjadi lonjakan, Erwanto menegaskan bahwa jumlah tersebut masih tergolong wajar bila dibandingkan dengan catatan pada rentang waktu yang sama di tahun 2025.

Berkenaan dengan tren kenaikan kasus influenza tipe A, Dinas Kesehatan Kota Kediri juga sudah mendapati surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur ihwal peningkatan kewaspadaan. Tindak lanjut dari surat itu diwujudkan lewat koordinasi bersama puskesmas serta rumah sakit terkait pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Kediri turut melayangkan surat edaran kepada Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kota Kediri agar imbauan kewaspadaan terhadap ISPA diteruskan hingga tingkat sekolah.

Erwanto menilai lingkungan sekolah wajib mendapat perhatian khusus sebab menjadi tempat berkumpulnya banyak orang yang rentan memicu penularan penyakit.

Oleh sebab itu, pihak sekolah didorong agar konsisten menjalankan pola hidup bersih serta sehat sekaligus mengawasi potensi munculnya kasus influenza tipe A.

“Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti,” jelasnya.

Lewat pelaksanaan Webinar Lentera Mapan Seri 14, Pemkot Kediri menaruh harapan agar masyarakat semakin mengerti mengenai gejala ISPA dan influenza, golongan yang rawan terpapar, serta cara pencegahannya.

Erwanto berpesan agar warga tidak merasa panik menghadapi situasi penyebaran influenza tipe A dan ISPA, melainkan tetap siaga serta konsisten menjaga kebersihan demi kesehatan pribadi.

“Harapan kami, dengan ilmu yang disampaikan narasumber, kita menjadi lebih tahu tentang penyakit ISPA mulai dari gejala hingga penanganannya. Setelah mengetahui perkembangan kasus ISPA di Kota Kediri, kami mengimbau masyarakat agar jangan takut, tetapi tetap waspada. Dengan begitu, kita bersama-sama bisa menanggulangi kasus ini agar tidak semakin bertambah,” pungkasnya. (AB)

Posted in

Tinggalkan komentar