• Pemkab Kediri Larang Bunyikan Pengeras Suara Bervolume Tinggi Saat Sahur Keliling

    Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) pada saat kegiatan sahur keliling di Bulan Ramadan.

    Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 300.1.1/1/418.40/2026 tentang pengaturan kegiatan masyarakat selama Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

    Ditetapkan pada 20 Februari 2026, SE ini ditandatangani Sekda Mohamad Solikin atas nama Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam rangka menciptakan kondisi ketentraman dan ketertiban umum.

    Seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, dalam imbauan yang disebutkan diminta untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu masyarakat umum dalam menjalankan ibadah di Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

    “(Tidak) menggunakan dan membunyikan pengeras suara bervolume tinggi (sound horeg) dalam kegiatan sahur keliling,” bunyi imbauan dalam SE tersebut.

    Larangan penggunaan pengeras bervolume tinggi tersebut termasuk pada saat pelaksanaan takbir keliling. Kemudian, larangan aksi kebut-kebutan atau balap liar dan konvoi di jalan raya.

    Pemkab Kediri juga melarang masyarakat membuat, memperjualbelikan dan membunyikan petasan, kembang api atau bahan peledak lainnya.

    Disampaikan pula pada SE itu, dalam rangka menyukseskan program dari Kementerian Agama terkait masjid ramah pemudik, setiap masjid yang berada di tepi jalan raya atau jalur mudik diminta untuk buka 24 jam.

    Adapun bagi pelaku usaha restoran, kafe, rumah makan, warung nasi, kedai kopi sesuai edaran tersebut diminta untuk tidak berjualan atau menjajakan dagangannya secara terbuka di siang hari. Sedang, bagi pelaku penjualan takjil diminta untuk tidak menggunakan bahu jalan.

    “Masyarakat dan atau organisasi masyarakat agar tidak melakukan sweeping ke restoran/kafe/rumah makan/warung nasi/kedai minum dan sejenisnya,” bunyi imbauan lain di edaran itu.

    Selanjutnya, kepada pelaku usaha pariwisata diminta untuk mengikuti ketentuan jam operasional selama Bulan Ramadhan, yakni mulai pukul 21.00-24.00 WIB. Pelanggaran atas ketentuan yang ada dalam SE akan dikenakan sanksi oleh instansi berwenang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Momen Mas Dhito Kulineran di Pasar Wates Larisi Dagangan Pedagang

    Kediri- Kedatangan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito di Pasar Wates untuk menikmati kuliner malam, Selasa (3/2/2026) membawa kebahagiaan bagi para pedagang. Malam itu, Mas Dhito bahkan menyempatkan mengunjungi rumah salah satu pedagang.

    Supatmi, pedagang yang diajak mengobrol Mas Dhito tak menyangka rumahnya yang tepat berada di selatan pasar dan dekat dengan sungai itu di datangi orang nomor satu di Kabupaten Kediri. Kondisi rumah pedagang ini terlihat rusak.

    Mas Dhito yang saat itu didampingi, camat, kepala Dinas Sosial termasuk kepala desa setempat pun langsung berembug mencari solusi untuk bisa membantu pedagang itu. Termasuk juga kepada beberapa pedagang lain.

    Malam itu, Mas Dhito tidak hanya sekedar kulineran, bermula dari mengajak mengobrol pedagang, dia juga mendengarkan mereka bercerita dan membantu sesuai persoalan yang dialami.

    Kebahagiaan dari kedatangan Mas Dhito di Pasar Wates malam itu juga dirasakan pedagang luar pasar yang sempat ditemui. Dia, Mamik, pedagang yang setiap harinya membuat dagangan untuk dititipkan di tempat pedagang jajanan.

    “Alhamdulilah, ikut dapat pesanan kue pastel basah dari Mas Dhito, semoga barokah untuk selamanya,” akunya.

    Mamik mengaku dapat merasakan kebaikan sosok bupati muda ini. Menurut dia, dari kunjungan di Pasar Wates dan kedekatan dengan pedagang maupun pengunjung, bupati muda itu terlihat sosok yang ramah dan mau melayani warganya.

    “Beliau itu mau melayani orang-orang kecil seperti kami seperti tidak ada jarak,” ucap Mamik.

    Dalam kesempatan mengobrol dengan pedagang malam itu, Mas Dhito memberi masukan kepada mereka untuk mencantumkan daftar harga dagangannya. Harapannya, kepercayaan konsumen akan semakin meningkat dan berdampak pada kunjungan di kuliner Pasar Wates yang semakin ramai.

    Pasar Wates sendiri pasca direvitalisasi, beroperasi dalam tiga shift. Dimulai dari pedagang sayur pada dini hari hingga pagi, dilanjutkan pedagang los dan kios, baru kemudian sore sampai tengah malam digunakan pedagang kuliner.

    “Saya doakan semoga seluruh pedagang Pasar Wates mulai yang shift dini hari hingga shift malam berkah, rezekinya lancar, bahagia dunia akhirat,” ungkap Mas Dhito.

    Kuliner Pasar Wates memang telah memberikan peluang bagi banyak warga untuk bisa ikut berdagang. Bahkan, pada akhir pekan pedagang bisa mengantongi omset Rp1-1,5 juta. Setelah melihat langsung kulineran Pasar Wates, Mas Dhito mengaku model kulineran di pasar tradisional itu juga bakal diterapkan di pasar lain yang ada di Kabupaten Kediri.

    “Inilah yang akan kita terapkan di pasar-pasar lainnya, mohon doanya khususnya warga Ngadiluwih yang sekarang pasarnya sedang dibangun semoga bisa menyamai dengan Pasar Wates,” terang Mas Dhito.

  • Sinergi Pemkab Kediri dan Kodim 0809, TMMD ke-127 Segera Figelar

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kodim 0809/Kediri menggelar rapat persiapan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Aula Balai Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Rabu (4/2). Rapat ini bertujuan mematangkan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan TMMD berjalan optimal.

    Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah melalui Pabung Kodim 0809/Kediri Mayor Inf. Ngatari menyampaikan, rapat tersebut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kediri untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan TMMD.

    TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” dan direncanakan dibuka pada Selasa, 10 Februari 2026. Dalam rapat ini juga dibahas teknis pelaksanaan pembukaan agar berjalan tertib dan lancar.

    “Ini perlu kita semuanya berkolaborasi. Karena di dalam kegiatan TMMD itu nanti diharapkan masyarakat akan betul-betul bisa memanfaatkannya,” katanya.

    Mayor Ngatari menjelaskan, sasaran fisik TMMD meliputi pembangunan jalan sepanjang sekitar 1.657 meter dengan lebar 2,5 meter yang menghubungkan Dusun Sumberbahagia dan Dusun Kapasan, Desa Gadungan. Jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas pertanian dan perdagangan warga.

    Selain itu, TMMD juga mencakup rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi Mushola Al-Ikhlas, pembangunan 5 sumur bor, pembangunan MCK dan sanitasi di 10 titik, penanaman 1.000 bibit tanaman, serta pengecatan SDN Gadungan 3. Adapun sasaran nonfisik berupa pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat dari berbagai OPD.

    Sementara itu, Kepala Desa Gadungan Dari Purwanto menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Dusun Sumberbahagia sebagai lokasi TMMD. Ia menilai program tersebut sangat membantu, mengingat wilayahnya berada di kawasan hutan dan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani.

    “Dengan dibukanya akses jalan penghubung antar dusun serta adanya program RTLH dan jambanisasi, masyarakat kami akan sangat terbantu,” ungkapnya.

    Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0809/Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, serta seluruh pihak yang terlibat, seraya berharap TMMD dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Gadungan.

  • Lantik Lima Pejabat, Mas Dhito Berharap Kekosongan Jabatan Kadis Segera Terisi

    Kediri – Kekosongan jabatan kepala dinas di beberapa instansi Pemerintah Kabupaten Kediri secara bertahap mulai diisi. Bupati Hanindhito Himawan Pramana, Kamis (8/1/2026) melantik dan mengambil sumpah lima pejabat tinggi pratama untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas.

    Mas Dhito dalam kesempatan itu menyoroti terkait jenjang karir di Pemerintah Kabupaten Kediri yang jaraknya masih terlalu jauh. Pihaknya pun mengingatkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk memperhatikan regenerasi jenjang karier pegawai di pemerintah daerah tersebut.

    “Tadi Kepala BKPSDM (baru) sudah saya lantik, setelah ini saya akan rapat dengan Kepala BKPSDM untuk Plt-Plt itu (pelaksana tugas kepala dinas) supaya diisi sama yang difinitif,” katanya.

    Adapun kepala BKPSDM Kabupaten Kediri kini dijabat Randi Agatha Sakaira yang sebelumnya menjabat sekretaris KPU Kabupaten Kediri. Empat pejabat tinggi pratama lain yang dilantik yakni, Subur Widono yang sebelumnya menjabat Camat wates diangkat menjadi Kepala Dinas Sosial.

    Selanjutnya, Mustika Prayitno Adi, sebelumnya Kabag Umum Setda Kabupaten Kediri diangkat menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Mohamad Nizam Subekhi sebelumnya menjabat Camat Pare diangkat Kepala Dinas Perhubungan dan Wirawan yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil diangkat menjadi Inspektur Kabupaten Kediri.

    Selain Kepala BKPSDM, dalam kesempatan itu Mas Dhito juga memberikan tugas bagi para kepala dinas lain yang baru saja dilantik. Seperti Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang diminta menangani kebocoran retribusi.

    Kadinsos diminta untuk melakukan perbaikan data kemiskinan, termasuk kecepatan penyaluran bantuan sosial. Kemudian, Inspektor Kabupaten Kediri ditugasi untuk meningkatkan level Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP).

    Mas Dhito dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan bagi para kepala dinas lain di Pemerintah Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kinerja. Pihaknya pun bakal melakukan mutasi kepada pejabat yang dinilai tidak mampu bekerja.

    “Kepada kepala OPD yang sedang menjabat pesannya jangan merasa ada di zona nyaman,” tegas Mas Dhito.

  • Pengumpulan ZIS Kembali Lampaui Target, Mas Dhito Apresiasi Keterbukaan Baznas Kabupaten Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri.

    Keterbukaan ini dinilai meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas. Terbukti pengumpulan ZIS tahun 2025 mencapai Rp7,6 miliar atau melampaui 66 persen dari target yang ditentukan oleh Baznas Jatim, yakni Rp4,6 miliar.

    “Ini sangat luar biasa kenaikannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” kata Mas Dhito usai mendengarkan laporan dari Pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Rabu (7/1/2026).

    Menurut Mas Dhito, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Hal ini menunjukkan hal yang positif. Sebagai contoh, tahun 2024 dari target pengumpulan ZIS Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan Rp7,4 miliar.

    Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini pun optimis selain keterbukaan laporan, ketika semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tiap OPD tertib melakukan penyetoran, target capaian pengumpulan ZIS akan terus meningkat dan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan menerima manfaat.

    Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM. Iffatul Lathoif dalam laporannya menyebutkan ZIS yang dikelola didistribusikan untuk berbagai kegiatan. Yakni, pemberian paket sembako dan biaya hidup dhuafa, pemberian makanan bergizi, kemudian pemberian beasiswa bagi santri dan siswa.

    “Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 insyaalloh selanjutnya kita tingkatkan 100,” ungkap Gus Thoif.

    Distribusi juga untuk beberapa kegiatan lain diantaranya pemberian biaya hidup fakir dan lansia secara rutin, bantuan marbot, pemberian santunan yatim piatu, bedah rumah/RTLH, bantuan mualaf, sarpras pendidikan, masjid/mushola, pemberian biaya transport berobat rutin, termasuk pemberian bantuan alat bantu jalan.

    Disebutkan Gus Thoif, pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah dilakukan audit dari auditor Kementerian Agama. Pihaknya bersyukur hasil audit menunjukkan hasil yang baik.

    “Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulilah kemarin secara umum baik” bebernya.

  • Kediri Ngunduh Mantu, Mbak Cicha: Berikan Kepastian Hukum Pasangan Pengantin di Hari Ibu

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar acara Kediri Ngunduh Mantu. Sebanyak 44 pasangan pengantin yang telah dicatatkan pernikahannya dirayakan di Convention Hall, SLG bertepatan dengan peringatan hari ibu, Senin (22/12/2025).

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menyambut baik acara Kediri Ngunduh Mantu yang digelar pada peringatan hari ibu tersebut.

    Acara itu dinilai tidak sekedar seremoni melainkan aksi nyata untuk memuliakan perempuan dan menguatkan keluarga. Pasalnya, dari 44 pasangan pengantin tersebut, sebagian merupakan pasangan yang sebelumnya hanya diikat pernikahan siri.

    Setelah sebelumnya mengikuti isbat nikah massal dan pencatatan pernikahan, 44 pasangan tersebut dalam acara Kediri Ngunduh Mantu tersebut diberikan legalitas dokumen resmi seperti buku nikah, akta nikah dan kartu keluarga.

    “Ini upaya kita di Pemerintah Kabupaten Kediri supaya pernikahannya selain sah secara agama juga memiliki kekuatan dan kepastian secara hukum negara,” katanya.

    Diungkapkan, dampak dari pernikahan yang belum tercatat secara resmi tidak hanya dirasakan oleh ibu tetapi juga anak-anak. Selain tidak mendapatkan jaminan nafkah dan rawan penelantaran, anak akan kesulitan mendapatkan akta kelahiran, atau hak-hak lainnya.

    Melalui program Kediri Ngunduh Mantu, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan kepastian hukum, terutama bagi perempuan dan anak. Dalam momen tersebut, melalui Mbak Cicha, bupati Kediri juga menyampaikan pesan kepada kaum perempuan untuk menghindari pernikahan siri.

    “Di hari ibu ini, saya ingin menekankan, perempuan berhak atas pernikahan yang bermartabat dan terlindungi hukum. Jangan korbankan diri dan masa depan demi hubungan yang tidak memberi kepastian,” tandasnya.

  • Berikan Fasilitas Laptop, Mas Dhito Dorong Pelajar SMA Boarding School Masuk PTN

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong supaya para pelajar kelas XII SMA Dharma Wanita Boarding School dapat lolos tes masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).

    Untuk menyemangati para siswa, Pemerintah Kabupaten Kediri pada Jumat (19/12) siang menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa laptop dari Bank Jatim, PT Sekar Pamenang dan PT Irfai Groub untuk 126 siswa kelas XII.

    Bantuan laptop yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan para siswa untuk menunjang proses belajar. Termasuk pula sebagai fasilitas untuk siswa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur tes.

    “Dari tiga itu kita kumpulkan supaya adik-adik ini bisa mengakses (ujian masuk perguruan tinggi) melalui laptop, karena mereka harus siap-siap 4 bulan lagi masuk ke perguruan tinggi,” kata Mas Dhito usai acara penyaluran bantuan laptop.

    Sementara itu, dari tryout yang telah diikuti para siswa kelas XII untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesuai dengan jurusan yang dipilih dari passing grade yang ditetapkan, 32 persen dinyatakan lolos.

    “Saya minta tiga bulan ke depan dikejar minimal 50 persen dari angkatan itu sudah bisa diterima di perguruan tinggi,” tambahnya.

    Selain menyalurkan bantuan laptop, pada kesempatan tersebut Mas Dhito juga menyalurkan beasiswa pendidikan bagi santri, pelajar tingkat SMP/MTS, SMA dan untuk guru paud.

    Plt Kepala Sekolah SMA Dharma Wanita Boarding School Ahmad Rizqi Mubarok membenarkan dari tryout yang diikuti dengan jurusan yang dipilih para siswa, 32 persen memperoleh nilai diatas passing grade yang ditentukan.

    “Sisanya yang (mau masuk) sekolah kedinasan dan swasta. Kalau di general sebenarnya semuanya sudah terakomodasi, kalau yang masuk passing grade mereka yang mau masuk kampus negeri,” urainya.

    Bantuan laptop yang diterima diakui Rizki akan sangat membantu para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara digital. Termasuk pengenalan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang saat ini tengah berkembang.

  • Mas Dhito Sebut DPPI Sebagai Ujung Tombak Membumikan Nilai Pancasila pada Kalangan Generasi Muda

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar pengukuhan Pelaksana Daerah Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kediri Periode 2025-2029 di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (8/12).

    Pengukuhan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka serta Keputusan Kepala Badan Pembina Indiologi Pancasila (BPIP) Nomor 50 Tahun 2024 tentang pengangkatan DPPI.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito melalui wakilnya Dewi Mariya Ulfa menyampaikan rasa bangga kepada para Paskibraka yang dikukuhkan sebagai DPPI.

    “Duta Pancasila merupakan ujung tombak dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Kabupaten Kediri,” katanya.

    DPPI disebut memiliki peran strategis sebagai teladan integritas, kedisiplinan, dan kepribadian luhur sesuai dengan etos Paskibraka. Duta Pancasila juga diharapkan mampu menjaga persatuan serta menumbuhkan toleransi dan semangat keberagaman di lingkungan masing-masing.

    “Kalian adalah penjaga gawang ideologi bangsa di tingkat daerah. Buktikan bahwa Pancasila hidup dan relevan, bukan hanya dalam teks tetapi dalam perilaku sehari-hari,” tambahnya.

    Pemerintah Kabupaten Kediri menyatakan komitmen untuk mendukung pelaksanaan program-program DPPI ke depan. Mas Dhito berpesan supaya Pelaksana Daerah DPPI Kabupaten Kediri dapat berkolaborasi aktif dengan sekolah, organisasi kepemudaan, hingga perangkat pemerintah daerah.

    Keseluruhan, sebanyak 7 Paskibraka dikukuhkan dalam kepengurusan Pelaksana Daerah DPPI Kabupaten Kediri Periode 2025-2029. Mereka, Moh. Faishal Rizkiawan Kodiri sebagai Ketua, Imam Maulana Faqih sebagai Wakil Ketua, dan Rizqi Fajar Rahmawati sebagai Sekretaris.

    Struktur organisasi diperkuat dengan penunjukan empat kepala bidang, yakni Wina Amel Tristanti sebagai Kepala Bidang Dukungan Pembentukan Paskibraka Duta Pancasila, Ricky Ramadhan sebagai Kepala Bidang Peningkatan Kompetensi, Finna Amelia Putri Sugiantari sebagai Kepala Bidang Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, serta Linda Mustika Dewi sebagai Kepala Bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi.

    Mas Dhito menegaskan kepada para pengurus DPPI Kabupaten Kediri yang baru saja dikukuhkan supaya menjadikan amanah yang diberikan sebagai ladang pengabdian terbaik serta mampu menjadi teladan bagi generasi muda.

    “Dengan semangat Pancasila, diharapkan pembangunan di Kabupaten Kediri berjalan selaras dengan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kebhinekaan,” pungkasnya.

    Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, perwakilan BPIP Republik Indonesia, Ketua Pelaksana DPPI Pusat dan Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri, dan Kabupaten Tulungagung, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kediri.

  • Karya Kreatif Penyandang Disabilitas Kediri Akan Dipamerkan di Puncak Hari Disabilitas Internasional

    Kediri – Sebanyak 350 paket produk hasil karya penyandang disabilitas di Kabupaten Kediri akan dipromosikan sebagai souvenir pada puncak peringatan Hari Disabilitas Nasional.

    Kegiatan ini merupakan inisiatif Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kediri sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

    Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Anissa Hanindhito menyampaikan, Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan potensi penyandang disabilitas.

    Pada momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk menampilkan berbagai produk kreatif hasil karya para penyandang disabilitas kepada masyarakat luas.

    “Mereka memiliki produk-produk yang layak ditampilkan, dan insyaallah akan dipamerkan pada puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional Kabupaten Kediri yang akan dilaksanakan 9 Desember,” kata Mbak Cicha melalui Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Kediri, Dyah Saktiana, Senin (8/12).

    Beragam produk yang ditampilkan terdiri dari 15 item dalam satu tas atau goodie bag, mulai dari makanan seperti kue kering, kue kacang, bolu manis, kue bawang, madu garlic, keripik pisang, emping melinjo, telur asin, dan produk olahan lainnya.

    Selain produk makanan, ditampilkan pula berbagai kerajinan tangan seperti tas anyaman bambu, centong nasi kayu, kotak pensil, sikat cuci baju, hingga sikat botol.

    Produk-produk tersebut menurupakan hasil karya dari anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB), Disabilitas Kediri Tangguh (DIKTA), Disabilitas Motor Indonesia (DMI), dan Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK).

    Dengan menampilkan sebagai souvenir di puncak peringatan Hari Disabilitas Nasional tersebut, Mbak Cicha berharap semakin banyak para pemangku kepentingan yang mengetahui produk-produk berkualitas hasil karya disabilitas yang layak dipesan.

    “Harapannya, dengan semakin dikenalnya produk-produk ini, para penyandang disabilitas dapat semakin mandiri,” tambahnya.

    Dyah Saktiana pun menyampaikan pesan Mbak Cicha kepada para pengrajin disabilitas supaya terus semangat dan bersama-sama berjuang supaya karya mereka semakin dikenal luas.

  • Pemkab Kediri Lepas Kontingen NPCI, Mas Dhito Minta Atlet Jaga Semangat dan Sportivitas

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan arahan khusus bagi Kontingen National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kediri yang akan berlaga dalam Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur 2025 di Surabaya, 5-7 Desember 2025.

    Arahan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin dalam acara pelepasan kontingen di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat (5/12).

    Mas Dhito menyampaikan rasa kebanggaan dan dukungan kepada 35 atlet, pelatih, serta ofisial yang akan berangkat mewakili Kabupaten Kediri. Keikutsertaan para atlet difabel pada ajang provinsi ini menurut dia sebagai wujud nyata ketangguhan dan semangat juang.

    Mas Dhito berpesan kepada para atlet untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas, semangat kegigihan, dan menjaga kondisi fisik selama bertanding.

    “Yang terpenting bukan pada hasil akhirnya, tetapi bagaimana para atlet menjaga semangat, tetap gembira, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Pertemuan dengan atlet dari berbagai daerah adalah pengalaman berharga yang dapat memperluas wawasan dan membangun kepercayaan diri,” pesan Mas Dhito.

    Bupati juga menyoroti kerja keras para atlet NPCI selama masa persiapan. Pihaknya menerima laporan bahwa para atlet tersebut telah berlatih intensif, termasuk pada pagi hari sebagai bentuk komitmen menghadapi kejuaraan.

    “Semangat itu harus terus dijaga. Dedikasi panjenengan semua adalah modal penting untuk meraih prestasi,” katanya.

    Dalam kesempatan itu, Mas Dhito kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan pembinaan dan kesejahteraan atlet difabel. Pemerintah daerah, melalui berbagai program yang diusung terus memperluas dukungan terhadap NPCI, termasuk akses ketenagakerjaan bagi atlet berprestasi.

    Ketua NPCI Kabupaten Kediri, Lilik Kumaidah menyebut pada Kejuaraan Paralimpiade tahun 2025 ini Kabupaten Kediri mengirim empat kontingen. Pihaknya menargetkan peringkat Kabupaten Kediri dapat naik ke enam besar.

    “Untuk kontingen yang dikirimkan yaitu atletik, voli duduk, powerlifting, serta satu tim atletik tambahan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.