• Fragmen Kepala Ganesha yang Hilang Ditemukan



    Kediri – Benda peninggalan budaya koleksi Museum Bagawanta Bhari, fragmen Kepala Ganesha yang hilang dalam aksi pembakaran dan penjarahan di Komplek Kantor Pemkab Kediri ditemukan.

    Fragmen Kepala Ganesha itu ditemukan Ahmad Rifki Fahrudin dan Salman Alfarizzi, dua pelajar SMK Negeri 1 Ngasem di sekitar lokasi parkiran motor dekat sekolahnya, Kamis (4/9/2025) pagi.

    Begitu mengetahui dari media sosial benda yang ditemukan merupakan fragmen Kepala Ganesha yang hilang, siang harinya keduanya menyerahkan penemuannya itu ke Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi tindakan yang dilakukan kedua pelajar itu.

    “Memang adik-adik ini memiliki sifat yang baik, mereka mau mengantarkan ke sini,” kata Mustika.

    Menurut Mustika, Fragmen Kepala Ganesha yang telah kembali itu tidak mengalami kerusakan. Berkaca dari kejadian yang terjadi, sebagaimana arahan bupati, diharapkan nantinya semua benda-benda budaya yang ada dapat disimpan di museum yang lebih representatif dan aman.

    Museum yang dimaksud berada di Jalan Totok Kerot, Menang, Kecamatan Pagu tak jauh dari petilasan Sri Aji Joyoboyo. Di museum tersebut nantinya benda peninggalan budaya akan ditata berdasarkan story line.

    “Sementara (fragmen Kepala Ganesha) kita amankan dahulu, karena lokasi di sini tidak memungkinkan, karena itu sifatnya portable (mudah diangkat) kalau tetap di sini saya kira sangat rawan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ahmad Rifki Fahrudin, pelajar yang menemukan Fragmen Kepala Ganesha itu menceritakan, semula dia belum tau barang yang dilihat merupakan benda budaya yang hilang dan selama ini dicari. Hanya saja bentuknya berbeda dengan batu lain yang ada di sekitar.

    “Saya tanya ke tukang parkir apa itu arca dia juga tidak tahu,” terangnya.

    Sepulang sekolah, benda yang dilihat tadi pun masih tetap berada di lokasi semula. Karena penasaran, di rumah dia pun mencoba mencari petunjuk di internet maupun media sosial.

    Dari sana, dia baru mengetahui, bahwa benda yang dia lihat merupakan fragmen Kepala Ganesha yang hilang. Pelajar kelas XI itu pun lantas menghubungi ibunya yang merupakan pegawai di Pemkab Kediri.

    “Kebetulan lihat di tiktok menyebutkan kalau itu arca kepala Ganesha yang selama ini dicari-cari,” pungkasnya.

  • Mahasiswa Asal Klaten Ditangkap di Tulungagung, Diduga Jadi Provokator dan Pelaku Pelemparan Molotov di Kediri

    Tulungagung – Seorang mahasiswa berinisial CK (27), yang berasal dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditangkap oleh jajaran Polres Tulungagung. CK, yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ilmu kesehatan di Kediri, diduga kuat sebagai provokator yang berencana menciptakan kerusuhan dalam sebuah aksi unjuk rasa.
    Penangkapan terhadap CK dilakukan di sebuah hotel di Tulungagung. Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi, pelaku telah berada di kota tersebut selama tiga hari terakhir. Selama itu, ia aktif melakukan provokasi kepada masyarakat di tempat-tempat umum seperti warung kopi, mengajak mereka untuk ikut dalam demonstrasi dan melakukan tindakan anarkis.
    “CK telah berada di Tulungagung selama tiga hari, mendatangi warung-warung kopi dan memprovokasi warga,” jelas AKBP M Taat Resdi pada hari Kamis (4/9/2025).
    Lebih lanjut, hasil penyelidikan mengungkap keterlibatan CK dalam insiden pelemparan bom molotov di depan Markas Polres Kediri Kota pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Dari pengembangan kasus ini, polisi berhasil mengamankan satu tersangka lain, MSA (24), seorang warga Jakarta Timur. Dalam aksi di Kediri, MSA diketahui berperan menyulut bom molotov yang kemudian dilemparkan oleh CK.
    “MSA juga berencana datang ke Tulungagung untuk membuat kerusuhan, namun berhasil kami amankan terlebih dahulu di Kediri,” tambah Kapolres.
    Kedua tersangka kini telah diserahkan ke Polres Kediri Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
    Penangkapan kedua terduga pelaku ini berimbas pada pembatalan rencana aksi unjuk rasa yang sedianya akan digelar hari ini di Tulungagung. Setelah pertemuan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan koordinator aksi, tercapai kesepakatan untuk menunda demonstrasi hingga situasi kembali kondusif.
    “Meskipun aksi unjuk rasa batal, kami tetap memberlakukan pengamanan secara ketat,” tutup Kapolres.

    Sumber artikel dan gambar: https://beritajatim.com/polres-tulungagung-tangkap-terduga-provokator-demo-rusuh-mahasiswa-kesehatan-kediri-asal-klaten

  • Temui Tersangka Aksi Kericuhan dan Penjarahan, Ini Pesan Mas Dhito



    Kediri – Pasca aksi pembakaran dan penjarahan di komplek Kantor Pemkab Kediri, Bupati Hanindhito pada Rabu (3/9/2025) siang mendatangi Polres Kediri dan bertemu dengan orang-orang yang telah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Setidaknya ada 28 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tak hanya warga Kabupaten Kediri, namun juga datang dari daerah lain. Bahkan, para tersangka yang berasal dari Kabupaten Nganjuk diketahui datang secara berkelompok menggunakan mobil pick up.

    “Kedatangan saya ke sini untuk berkoordinasi intens dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres karena ada informasi akan ada aksi lanjutan. Kemudian kedua untuk melihat proses hukum yang ada di Polres Kediri,” kata Mas Dhito didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji bersama Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama.

    Ketika bertemu para tersangka, Mas Dhito pun sempat mengajak mereka berkomunikasi. Terlihat rasa kekecewaan, terlebih sebagian merupakan warga kabupaten yang semestinya ikut menjaga justru terlibat perusakan dan penjarahan.

    Terkait aksi lanjutan, disebutkan Mas Dhito berdasarkan informasi aksi tersebut akan dilakukan kalangan mahasiswa maupun orang-orang yang memang ingin menyampaikan pendapat. Tidak seperti aksi Sabtu lalu, dimana massa yang datang tanpa orasi namun langsung melakukan perusakan. 

    Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dalam kesempatan yang sama menambahkan, dari 123 orang yang berhasil diamankan pasca kejadian, 28 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dimana 14 diantaranya masih dibawah umur.

    “Kemarin, hari Selasa siang kita juga sudah amankan kembali 26 orang lainnya dan saat ini masih menjalani  proses pemeriksaan untuk menentukan mana yang (terlibat maupun) tidak terlibat tindak pidana,” terangnya.

    Sementara itu, setelah disebarkan imbauan kepada masyarakat luas, pengembalian barang jarahan pun terus berjalan baik melalui pemerintah desa maupun langsung ke Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Bahkan, ada pula yang mengembalikan langsung ke Kantor Pemkab Kediri dan menyerahkan kepada Mas Dhito.

    “Kalau mengembalikan barang-barang jarahan tersebut maka dipastikan tidak akan diproses hukum, kecuali masuk dalam kategori provokator atau aktor intelektual dibalik kericuhan ini,” tegas Mas Dhito.

  • Netizen Ramai Sampaikan Empati di Akun Medsos Mas Dhito

    Kediri – Aksi pembakaran dan penjarahan yang terjadi di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8/2025) lalu mengundang keprihatinan masyarakat luas. Di media sosial, netizen pun ramai menyampaikan empatinya di akun media sosial Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

    Banyak yang mengecam dan menyayangkan atas tindakan yang dilakukan para pelaku. Lewat postingan-postingan Mas Dhito di akun media sosial pribadinya, mereka mengirimkan doa dan harapan supaya Kabupaten Kediri lekas bangkit.

    “Semangat mas bup, liatnya nyesek walaupun bukan warga Kediri liat ini ikut mewek, semoga lekas membaik Kediri,” tulis akun @ncess.

    Begitupula kepada Mas Dhito, ditengah kondisi yang telah terjadi, mereka memberikan semangat supaya dapat lebih iklas dan kuat dalam mengayomi masyarakatnya. Karena dimata masyarakat, selama kepemimpinannya Mas Dhito dinilai sebagai sosok pemimpin daerah yang mencintai dan memperhatikan rakyatnya.

    “Setiap pemimpin besar diuji bukan disaat segalanya mudah, tapi saat tantangan datang dari rakyat yang dicintainya,” bunyi penggalan komentar akun @urfavnopii.

    Pasca aksi pembakaran dan penjarahan tersebut, komplek perkantoran di Jalan Soekarno Hatta itu pun kini terlihat sepi. Tak lagi terlihat para pegawai maupun masyarakat yang berseliweran, hanya bangunan dan kendaraan hangus.

    Untuk pengamanan komplek perkantoran itu, anggota TNI pun setiap hari disiagakan di lokasi. Disisi lain, kepolisian terus melakukan penyelidikan dan telah mengamankan orang-orang yang diduga ikut serta dalam aksi.

    Mas Dhito sendiri didampingi wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa bersama Sekda Mohamad Solikin dan beberapa kepala OPD pada Rabu (3/9) sore masuk dan melihat lebih dekat kondisi bangunan yang hangus, termasuk ruang kerjanya yang tak luput dari sasaran.

    Terlihat raut kesedihan, terlebih melihat langsung semua isi ruangan yang hangus dan porak poranda. Dengan kondisi yang ada dan untuk menjaga roda pemerintahan terus berjalan, beberapa dinas pun terpaksa harus bergabung memanfaatkan ruang kosong di dinas lain.

    “Saya hanya ingin menyampaikan, Mas Bup harus tetap semangat untuk membangun Kediri,” pesan Ririn Yulihayati salah satu warga Kediri.

  • Barang Hasil Jarahan Mulai Dikembalikan di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri

    Kediri – Puluhan barang jarahan dari insiden yang terjadi di Kantor Pemkab Kediri berangsur mulai dikembalikan. barang tersebut terkumpul di Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri.

    Usai disebarnya flyer layanan pengembalian barang-barang atas jarahan tersebut, baik pelaku, orang tua pelaku, maupun masyarakat yang menemukan barang ini langsung mengembalikannya.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana melalui Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio. Menurutnya barang -barang tersebut berasal dari pengembalian secara mandiri, yang dikumpulkan melalui balai desa, ataupun kantor kecamatan.

    “Ada yang memang tidak dilaporkan (kepada petugas), namun hanya di letakkan di depan kantor Satpol PP dan kantor desa” jelasnya, Selasa (2/9/2025).

    Menurutnya, layanan pengembalian barang jarahan tersebut masih terus dilakukan. Pasalnya, aset-aset tersebut berdampak pada lumpuhnya roda pemerintahan.

    Terkait, berapa persen barang yang telah dikembalikan, pihaknya masih belum bisa memastikan. Karena sampai berita ini ditulis Pemerintah Kabupaten Kediri terus melakukan pendataan terhadap barang yang hilang dan rusak.

    Disamping itu, barang yang sudah dikembalikan tersebut akan diinventarisir dan diidentifikasi kepemilikannya. Hingga sore, beberapa OPD sudah melakukan pengecekan di Kantor Satpol PP.

    “Sebelum ada pendataan dari BKAD, walaupun ini sudah ketahuan barang milik OPD mana, namun penyerahan barang akan dilakukan setelah proses pendataan,” jelasnya.

    Sebelumnya, Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito) mengimbau agar seluruh barang jarahan untuk segera di kembalikan termasuk Artefak Fragmen Kepala Ganesha. Pihaknya mengungkapkan kerugian atas kejadian pengrusakan dan penjarahan Kantor Pemkab ditaksir sekitar Rp500 Milyar.

  • Mas Dhito Buka Hotline Pengembalian Aset Pemkab dan Artefak yang Dijarah



    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membuka layanan pengembalian barang-barang serta artefak yang dijarah pada insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) kemarin.

    Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito,  layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi.

    “Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah) mohon bantuannya kepada teman-teman media,” ujar bupati 33 tahun usai rakor bersama Forkopimda di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (1/9/2025).

    Usai kejadian tersebut, beberapa orang tua pelaku penjarahan tersebut telah berani untuk mengembalikan sebagian aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang hilang.

    Beberapa yang dimaksud seperti LPG, alat tulis, dan beberapa aset lain. Mas Dhito mengapresiasi para orang tua yang berani menegur anak-anaknya tersebut.

    Penjarahan yang dilakukan di hampir seluruh gedung di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri ini, kata Mas Dhito, masuk dalam tindak anarkisme.

    “Kami sangat mengapresiasi sekali orang tua yang berani untuk menegur anaknya (yang melakukan penjarahan),” terang Mas Dhito.

    Terkait artefak fragmen Kepala Ganesha yang tak luput dari penjarahan, Mas Dhito mengungkapkan sampai saat berita ini dibuat, peninggalan sejarah tersebut belum ditemukan.

    Pun demikian Mas Dhito menegaskan masih terus melakukan pencarian terhadap artefak yang sempat berada di Museum Bagawanta Bhari yang juga dirusak saat insiden terjadi.

    Adapun hotline aduan pengembalian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, masyarakat bisa menghubungi hotline 085816310842. Pengembalian juga bisa dilakukan di Kantor Satpol PP atau Damkar Kabupaten Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu serta di balai desa terdekat.

    Sedangkan untuk pengembalian artefak, Mas Dhito meminta agar artefak tersebut dapat di kembalikan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kediri atau menghubungi hotline 08122951510.

    Atas kejadian tersebut, bupati dua periode ini mengungkapkan kerugian yang terjadi di taksir  sebesar Rp500 Milyar. Namun angka tersebut masih belum termasuk kendaraan.

    “(Kerugian) kendaraan belum kita hitung,” pungkas Mas Dhito.

    Usai Rakor Mas Dhito juga menggelar Doa bersama lintas agama. Selain OPD dan Forkopimda, pada doa bersama ini juga dihadiri organisasi mahasiswa serta ojek online.

    Doa bersama ini dilakukan di Halaman Depan Pemerintah Kabupaten Kediri. Dari pantauan di lapangan, puing kebakaran dan penjarahan masih terlihat.

  • Gelar Doa Bersama di Depan Pemkab Kediri, Mas Dhito: Jangan Berlarut dalam Kesedihan



    Kediri – Aksi pembakaran dan penjarahan di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri termasuk Gedung DPRD meninggalkan duka mendalam bagi para pegawai. Kegiatan doa bersama pun digelar di halaman perkantoran yang hangus, untuk menguatkan dan membangkitkan semangat para pegawai untuk kembali bekerja.

    Doa bersama itu diikuti Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama istri Eriani Annisa Hanindhito, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Forkopimda, Kepala OPD dan pegawai, tokoh agama bersama berbagai elemen masyarakat termasuk komunitas ojek online.

    Mas Dhito sapaan bupati Kediri berharap melalui acara doa bersama itu Kabupaten Kediri kembali lekas berbenah dan bangkit. Tidak hanya bangunan gedung namun juga semangat para pemangku kepentingan termasuk semua pegawai yang ada di sana.

    “Harapannya semoga kita lekas bangkit, tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan,” ajak Mas Dhito usai acara doa bersama Senin (1/9) sore.

    Dampak aksi anarkisme massa yang teridentifikasi anak-anak pelajar ini, mengakibatkan sebagian besar gedung perkantoran di komplek tersebut hangus terbakar. Aset-aset pemerintah selain ikut hangus terbakar, sebagian habis dijarah.

    Aksi yang dilakukan itu sangat tidak dibenarkan dan harus menjadi perenungan bersama untuk kembali bangkit dan mempererat semangat perdamaian dan kesatuan. Mas Dhito juga berharap kejadian itu menjadikan para orang tua/wali termasuk guru untuk bersama mengingatkan dan memastikan anak maupun siswanya tidak bertindak diluar kewajaran.

    Total kerugian material akibat aksi anarkis yang dilakukan malam itu baik aset maupun bangunan menurut Mas Dhito sekitar Rp500 miliar, belum termasuk kendaraan. Pun begitu, untuk kerugian gedung secara pasti masih menunggu perhitungan appraisal.

    “Kita menggunakan ahli dari ITS untuk menghitung (kerugian) dari kerusakan bangunan,” ungkapnya.

  • Antisipasi Aksi Susulan, Mas Dhito Berlakukan Jam Malam Bagi Pelajar



    Kediri – Mensikapi perkembangan situasi keamanan pasca aksi anarkisme yang dilakukan massa dan mencegah terjadinya aksi susulan, pemberlakukan jam malam diterapkan bagi kalangan pelajar di Kabupaten Kediri.

    Aturan itu disampaikan langsung oleh Bupati Hanindhito Himawna Pramana usai melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda, Kepala OPD, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang bertempat di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (1/9/2025) sore.

    Mas Dhito, sapaan akrab bupati berharap kejadian kerusuhan yang telah terjadi di Kabupaten Kediri akhir pekan lalu tidak kembali terulang. Terlebih, berdasarkan informasi akan ada potensi aksi demonstrasi susulan pada 3 September mendatang di kota-kota besar.

    Disisi lain, hingga saat ini aksi demontrasi juga masih terjadi di berbagai kota/kabupaten lain. Meski begitu, dikhawatirkan psikologis massa akan merembet hingga ke Kediri.

    “Inilah yang kami antisipasi supaya tidak terjadi,” kata Mas Dhito.

    Berkaca dari aksi anarkisme di Kabupaten Kediri pada Sabtu (30/8) malam, massa yang datang langsung melakukan perusakan, pembakaran Gedung DPRD, Kantor Samsat dan tak terkecuali gedung perkantoran di Komplek Pemkab Kediri. Dalam aksi itu, pelaku juga melakukan penjarahan.

    Dalam kejadian tersebut, Mas Dhito mengaku prihatin karena para pelaku merupakan pelajar yang usianya antara 14-17 tahun. Sebagai bentuk anstisipasi, berdasarkan hasil kordinasi dengan kepolisian, untuk beberapa waktu kedepan pemberlakukan jam malam akan dilakukan di Kabupaten Kediri.

    “Mulai dari hari ini kami menerapkan jam malam,” ungkapnya.

    Jam malam bagi kalangan pelajar itu diberlakukan mulai jam 21.00 WIB. Para pelajar pada jam itu diminta untuk sudah berada di rumah. Bilamana ditemukan masih berkerumun, akan langsung dibubarkan. Dalam hal ini kegiatan patroli akan ditingkatkan, khususnya di daerah rawan.

    Adapun di Kabupaten Kediri titik yang menjadi fokus yakni berada di wilayah Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Pare. Penerapan jam malam itu diberlakukan sampai situasi dirasa telah kembali kondusif.

    Mas Dhito pun mengimbau kepada orang tua/wali termasuk kalangan guru untuk bersama memberikan pemahaman bagi anak maupun siswanya. Termasuk kepada masyarakat Kabupaten Kediri diharapkan dapat menjaga wilayahnya masing-masing.

    Mas Dhito mengaku akan menghidupkan sistem jaga desa atau yang biasa dikenal siskamling. Untuk itu, pihaknya telah mengintruksikan kepada camat untuk berkomunikasi intens dengan para Kapolsek maupun Danramil.

    “Diharapkan para kepala desa untuk bisa menggerakkan warganya bersama dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas,” tandasnya.

  • Mas Dhito Buka Hotline Pengembalian Aset Pemkab dan Artefak yang Dijarah

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana membuka layanan pengembalian barang-barang serta artefak yang dijarah pada insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) kemarin.

    Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito,  layanan tersebut dibuka guna menekan besarnya kerugian yang terjadi akibat insiden penjarahan yang terjadi.

    “Kita buka layanan hotline (pengembalian aset yang dijarah) mohon bantuannya kepada teman-teman media,” ujar bupati 33 tahun usai rakor bersama Forkopimda di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (1/9/2025).

    Usai kejadian tersebut, beberapa orang tua pelaku penjarahan tersebut telah berani untuk mengembalikan sebagian aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang hilang.

    Beberapa yang dimaksud seperti LPG, alat tulis, dan beberapa aset lain. Mas Dhito mengapresiasi para orang tua yang berani menegur anak-anaknya tersebut.

    Penjarahan yang dilakukan di hampir seluruh gedung di kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri ini, kata Mas Dhito, masuk dalam tindak anarkisme.

    “Kami sangat mengapresiasi sekali orang tua yang berani untuk menegur anaknya (yang melakukan penjarahan),” terang Mas Dhito.

    Terkait artefak fragmen Kepala Ganesha yang tak luput dari penjarahan, Mas Dhito mengungkapkan sampai saat berita ini dibuat, peninggalan sejarah tersebut belum ditemukan.

    Pun demikian Mas Dhito menegaskan masih terus melakukan pencarian terhadap artefak yang sempat berada di Museum Bagawanta Bhari yang juga dirusak saat insiden terjadi.

    Adapun hotline aduan pengembalian aset Pemerintah Kabupaten Kediri, masyarakat bisa menghubungi hotline 085816310842. Pengembalian juga bisa dilakukan di Kantor Satpol PP atau Damkar Kabupaten Kediri di Desa Menang, Kecamatan Pagu serta di balai desa terdekat.

    Sedangkan untuk pengembalian artefak, Mas Dhito meminta agar artefak tersebut dapat di kembalikan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Kediri atau menghubungi hotline 08122951510.

    Atas kejadian tersebut, bupati dua periode ini mengungkapkan kerugian yang terjadi di taksir  sebesar Rp500 Milyar. Namun angka tersebut masih belum termasuk kendaraan.

    “(Kerugian) kendaraan belum kita hitung,” pungkas Mas Dhito.

    Usai Rakor Mas Dhito juga menggelar Doa bersama lintas agama. Selain OPD dan Forkopimda, pada doa bersama ini juga dihadiri organisasi mahasiswa serta ojek online.

    Doa bersama ini dilakukan di Halaman Depan Pemerintah Kabupaten Kediri. Dari pantauan di lapangan, puing kebakaran dan penjarahan masih terlihat.

  • Kantor Pemerintahan Lumpuh, Mas Dhito Tekankan Pelayanan Publik Tetap Berjalan

    Kediri – Aksi anarkis yang dilakukan massa pada Sabtu (30/8/2025) malam mengakibatkan lumpuhnya kantor pemerintahan Kabupaten Kediri. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut, selain gedung dan data arsip yang hilang karena ikut hangus terbakar, sebagian aset pemerintah juga ikut menjadi sasaran penjarahan.

    Pasca kejadian perusakan diwarnai pembakaran dan penjarahan malam itu, sebagian besar bangunan di komplek Kantor Pemkab Kediri hangus dan hanya menyisakan puing-puing. Beberapa mobil yang terparkir di dalam ikut dibakar.  Mas Dhito, sapaan akrabnya menegaskan, apapun yang dilakukan massa malam itu, tidak dibenarkan.

    “Karena yang hancur, yang rusak, yang terbakar itu tidak hanya gedung (beserta isinya) tapi juga kami yang berkantor dan berumah tinggal di sini. Karena kantor adalah rumah kedua kami, dimana setiap kebijakan, setiap keputusan untuk kabupaten diambil dan diputuskan. Dan hari ini mau tidak mau saya harus katakan lumpuh,” katanya saat press release, Minggu (31/8) sore.

    Setidaknya ada belasan kantor intansi termasuk ruangan kerja yang terdampak sasaran massa. Tak terkecuali ruang kerja bupati dan wakil bupati. Secara detail disebutkan yang terdampak yakni, Ruang Sekda, Ruang Tata Pemerintahan, Bagian Umum, Kesra, Renkeu, Bagian Organisasi, Bagian Pembangunan, Bagian Hukum, Bagian Perekonomian, Kantor Kesbangpol, Inspektorat, BKPSDM, BKAD, Disnaker, Bappeda, Prokopim.

    “Kemungkinan data arsip yang hilang seperti data bantuan organisasi masyarakat, dan tempat ibadah sejauh ini belum kami temukan, data kepegawaian, kemudian pemetaan aset pemerintah kabupaten juga dan selebihnya masih kami inventarisir,” urainya.

    Selain kantor dan ruang kerja hangus terbakar dan mengakibatkan hilangnya data arsip tersebut, aksi pengrusakan malam itu juga menyasar Museum Bagawanta Bhari. Kemudian juga pembakaran Gedung DPRD Kabupaten Kediri yang berada satu komplek serta Kantor Samsat di Jalan Soekarno-Hatta, Katang atau di depan komplek Kantor Pemkab Kediri.

    Meski dihadapkan pada keterbatasan baik tempat maupun sarana prasarana, karena aset yang ada habis tak tersisa, begitupula matinya aliran listrik dan air bersih, menurut Mas Dhito, jalannya proses pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat akan tetap berjalan. 

    “Terutama dalam bidang pelayanan publik tetap berjalan,” ungkapnya.

    Pihaknya bersama Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa dan para kepala OPD termasuk camat telah melakukan rapat dan diputuskan mulai Senin (1/9) aktivitas bekerja pegawai tetap berjalan. Adapun untuk tempat bekerja, nantinya akan dibagi menyesuaikan lokasi milik Pemkab Kediri yang masih bisa dipergunakan untuk berkantor.

    “Untuk yang sifatnya tidak pelayanan publik, maka dizinkan untuk bekerja dari rumah,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Kediri khususnya, bilamana selama ini terdapat kekhilafan hingga terjadinya insiden pembakaran Kantor Pemkab Kediri. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi.

    “Saya titip kita jaga bersama kabupaten Kediri ini. Kalau kita jaga bersama seluruh masyarakat saya yakin kejadian yang terjadi semalam adalah kejadian yang pertama dan terakhir,” tandasnya.

    Sebagaimana diketahui dalam kesempatan press release sore tersebut, Mas Dhito juga didampingi Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa atau yang akrab disapa Mbak Dewi, kemudian Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji serta Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama.