• Lewat Profiling, Mas Dhito Petakan Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong peningkatan kompetensi pegawai, tak terkecuali para guru. Memetakan tingkat kompetensi guru, Pemerintah Kabupaten Kediri menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF) melakukan profiling terhadap guru-guru mulai tingkat SD dan SMP.

    “Kita melakukan profiling kepada 7200 guru, baik negeri maupun swasta,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini dalam acara pembukaan profiling guru yang berlokasi di SMP Negeri 3 Grogol, Senin (1/12/2025).

    Melalui profiling ini akan mengidentifikasi sejauhmana kompetensi tiap guru, baik pengetahuan, keterampilan, kekuatan yang sudah dimiliki serta hal-hal yang sekiranya menjadi kelemahan dan perlu dilakukan pengembangan. Hasil dari profiling tersebut, secara umum dapat menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan utamanya pada sektor pendidikan.

    “Tujuannya supaya pemerintah kabupaten ini punya data, jadi kalau mengambil keputusan di bidang pendidikan kita berdasarkan data, itu yang kita harapkan,” bebernya.

    Mas Dhito menekankan, ke depan diharapkan terjadi pemerataan kompetensi guru di tiap sekolah. Dengan begitu akan terwujud mutu pendidikan yang setara sehingga semua sekolah di Kabupaten Kediri akan menjadi sekolah yang layak dan favorit.

    Pembukaan profiling tersebut diikuti sekitar 200 guru perwakilan dari sekolah-sekolah di 26 Kecamatan. Head of Development PSF Juliana menyebutkan, ada empat kompetensi yang akan dilakukan dalam profiling tersebut, yakni pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

    “Kurang lebih ada sekitar 40 soal yang mencerminkan indikator dari setiap kompetensi,” ungkapnya.

    Selain itu, lanjut Juliana, pihaknya juga akan melihat sejauhmana keterampilan atau softskill para guru. Misalnya, integritas, kemampuan berkolaborasi, kemampuan sosial, maupun berkomunikasi.

    “Dari data ini kemudian akan diidentifikasi dan dianalisa baik dari sisi pengetahuan, implementasi, evaluasi hingga kemampuan guru dalam berkolaborasi dan berbagi praktik baik,” terangnya.

  • Nribun Bareng Gading Marten, Mas Dhito Berharap Persik Terus Tuai Kemenangan

    Kediri – Dewan Pembina Persik Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap kemenangan macan putih atas Semen Padang jadi kunci kemenangan selanjutnya.

    Menurut Mas Dhito optimisme ini harus kembali muncul bagi Macan Putih, setelah dalam 5 laga terakhir persik hanya menuai tiga kali kekalahan dan 2 kali imbang.

    “Akhirnya persik menang lagi,” terang Mas Dhito usai melihat pertandingan Persik menjamu Semen Padang di Stadion Brawijaya pada Kamis 27 November 2025.

    Saat menonton pertandingan tersebut, Mas Dhito terlihat nribun bareng Presiden Persik Kediri, Gading Marten. Keduanya nampak mengenakan baju bernuansa hitam dengan logo Persik dengan dua bintang di atasnya.

    Pria yang juga Bupati Kediri ini berharap, permainan klub yang dikapteni oleh Ezra Walian ini bisa menuai hasil positif sehingga bisa terkerek ke papan atas klasemen.

    “Kita doakan semoga pertandingan persik berikutnya menang terus,” ujar Mas Dhito.

    Bermain di kandang sendiri, Macan Putih menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Goal perdana diciptakan oleh tandukan Jose Enrique lewat asis gemilang sang kapten pada menit 16.

    Tak puas hanya berikan asis, Ezra Walian menyusul dengan mencetak goal pada menit 34. Dengan goal pemain nomor punggung 10 itu, membawa Persik unggul 2 – 0 hingga turun minum.

    Dibabak kedua, kedua tim saling ngotot untuk mencetak goal. Dengan kondisi ini, Macan Putih justru kebobolan melalui Samuel Christianson pada menit 77.

    Hasil 2-1 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang dan membawa Persik Kediri meraih 3 poin. Saat berita ini ditulis, Persik masih bertengger di klasemen 11 Liga Super Indonesia.

  • Mas Dhito Bersama Pimpinan DPRD Tandatangani Persetujuan Raperda APBD 2026

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Kediri menandatangani berita acara persetujuan bersama Raperda APBD 2026 dalam sidang paripurna yang digelar, Rabu (26/11/2025) siang.

    “Tadi telah disepakati bersama, kekuatan anggaran kita di 2026 Rp3,3 triliun, harapannya dengan kekuatan anggaran itu dapat berdampak kepada masyarakat,” kata Mas Dhito.

    Secara umum Raperda APBD 2026, pendapatan daerah Rp3.092.312.288.416, belanja daerah sebesar Rp3.298.595.617.436. Kemudian, pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah Rp235.960.748.376 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp29.677.419.356.

    Persetujuan bersama atas Raperda APBD 2026 tersebut, selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sebelum nantinya ditetapkan sebagai Perda.

    Menurut Mas Dhito, 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan, selain adanya pemotongan dana transfer kas daerah, pada akhir Agustus lalu gedung Pemerintah Kabupaten Kediri termasuk gedung DPRD menjadi sasaran pembakaran.

    Atas kondisi yang terjadi itu tentunya menjadikan tahun 2026 harus ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan. Pun demikian, tantangan yang dihadapi, lanjut Mas Dhito, bukan menjadi alasan untuk mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam melayani dan bekerja untuk mensejahterakan masyarakat.

    Pihaknya mengapresiasi kepada kalangan legislatif yang selama ini telah bekerjasama dengan baik dan mendukung program yang dijalankan pemerintah daerah.

    “Kami di pemerintah Kabupaten Kediri dan teman-teman di DPRD tidak mengeluhkan soal turunnya transfer kas daerah, tapi kami menikmati apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dan menjalankan apa yang menjadi kebijakan bapak presiden,” tandasnya.

  • Mas Dhito Resmikan Daycare Padmakara, Fasilitas Pengasuhan Anak Pegawai Pemkab Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan pendirian Daycare Padmakara, fasilitas pengasuhan anak-anak pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (25/11/2025).

    Daycare Padmakara yang diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito ini menjadi solusi bagi para pegawai pemerintah yang membutuhkan pengasuhan anak selagi ditinggal bekerja.

    Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Katang, Ngasem Daycare Padmakara ini buka layanan setiap hari kerja. Senin-Kamis buka pukul 07.00 – 14.00 WIB, kemudian Jumat pukul 07.00 – 15.00 WIB.

    “Kita siapkan Daycare ini untuk pegawai Pemkab,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini.

    Adanya Daycare Padmakara ini diharapkan para pegawai merasa nyaman dalam bekerja tanpa khawatir dalam pengasuhan anak. Mereka akan mendapatkan pengasuh profesional yang akan mendampingi tumbuh kembang anak.

    “Kita harapkan tumbuh kembang anak ini juga tidak terlewatkan oleh orang tuanya, tadi saya minta pengasuh di sini untuk mengasuh anak-anak dengan hati,” ungkapnya.

    Mas Dhito menyebut, bilamana sistem pengasuhan yang berjalan di Daycare Padmakara ini berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan ke depan layanan berkembang untuk anak pekerja lain.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari menambahkan Daycare Padmakara tersebut berbeda dengan layanan penitipan anak lain.

    Disebutkan bahwa di area Day Care Padmakara itu dipantau dengan banyak kamera CCTV. Dengan begitu, secara real-time, kegiatan anak bisa dilaporkan ke orang tua.

    “Jadi CCTV ini tersambung ke ponsel orang tuanya, kemudian juga ada real-time activity record jadi tiap hari pengasuh akan melaporkan,” tambahnya.

    Menurut Nurwulan, saat ini ada 15 anak yang dititipkan pengasuhannya di Daycare Padmakara, dimana dua diantaranya masih bayi.

    Sebagai inisiator pendirian Daycare Padmakara, Mbak Cicha sapaan Eriani Annisa berpesan khusus supaya anak-anak yang diasuh di sana dipantau betul layanan yang dibutuhkan.

    “Jadi waktunya imunisasi, waktunya nimbang, waktunya dipantau kesehatannya ini juga harus dilakukan di Daycare ini,” urai Andadari.

  • Perkuat Ketahanan Mental Remaja di Era Digital, Pemkab Kediri Gelar Layanan Psikososial

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar kegiatan layanan dampingan psikososial bagi siswa-siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Senin (24/11)

    Kegiatan yang digelar di Pendopo Garasi UMKM Pare ini mengusung tema “Unlock Your Strength: Membangun Ketangguhan Remaja melalui Regulasi Emosi Efektif.” Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah memperkuat kesehatan mental dan kemampuan adaptif para remaja di era digital.

    Bapak Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto menyebut layanan dampingan psikososial merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini.

    Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial selain membawa dampak positif namun juga mengakibatkan potensi tekanan bagi generasi muda. Untuk itu, pendampingan emosional dan sosial menjadi sangat penting.

    Ariyanto dalam kesempatan tersebut juga mengajak para siswa untuk tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi persoalan akademis, keluarga, maupun pergaulan.

    “Mencari bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari menegaskan, remaja adalah aset penting bagi masa depan daerah.

    Untuk itu, sebagaimana pesan dari Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, PKK bersama pemerintah daerah terus mengajak semua elemen masyarakat memberi ruang bagi anak tumbuh sebagai individu yang tangguh dan mandiri.

    Pihaknya pun mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Sosial, TP PKK Kabupaten Kediri, sekolah, dan para pendamping yang telah memberikan perhatian serta dukungan kepada para pelajar.

    “Hari ini bukan hanya tentang materi, tetapi tentang bagaimana kalian bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan membawa perubahan positif,” ujarnya dihadapan ratusan siswa.

    Adapun dalam layanan dampingan psikososial tersebut, disampaikan materi mengenai pentingnya kemampuan mengelola emosi, membangun ketahanan diri, serta menciptakan lingkungan sosial yang aman bagi perkembangan remaja.

    Disisi lain, disampaikan pula mengenai pentingnya membangun resilience atau ketahanan diri, yang memungkinkan remaja bangkit dari kegagalan, menghadapi tekanan, dan beradaptasi dengan perubahan hidup secara positif.

    “Melalui kegiatan ini Pemkab Kediri berharap para remaja semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu mengelola emosi dengan baik, serta berani mencari solusi atas setiap tantangan yang mereka hadapi,” tandas Nurwulan Andadari.

  • Program Prioritas Pemkab Lamongan Selaraskan Nilai Perjuangan Pahlawan

    Lamongan – Dikutip dari korandigital.id, Pemkab Lamongan memperingati Hari Pahlawan 2025 dengan berbagai kegiatan. Mulai apel hingga berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Lamongan.
    Terlepas dari berbagai kegiatan formal, Pemkab Lamongan juga memaknai Hari Pahlawan melalui komitmen melanjutkan perjuangan dengan ilmu, empati dan pengabdian.
    Bupati Lamongan, Yuhrornur Efendi mengungkapkan bahwa berbagai program prioritas Pemkab Lamongan mewarisi nilai-nilai perjuangan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang merata, dan masyarakat harmonis.
    “Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh Pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
    Sebanyak 15 program prioritas dirancang antara lain, Lamongan Sehat, UMKM Naik Kelas, Young Entrepreneur Success (YES), Pendidikan Berkualitas dan Gratis, Pariwisata Ramah dan Terintegrasi (Ramasinta), Desa Berjaya, Yakin Semua Sejahtera (YSS), Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula), dan Prestasi Pemuda dan Olahraga, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, Lamongan Menyala, Lamongan Hijau, Lamongan Nyantri, Desa Pintar, dan Lamongan Generasi Emas
    “Lima belas program prioritas tersebut juga telah selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto. Yang memiliki tujuan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” beber Pak Yes.
    Lebih jauh, Bupati Yes berharap berbagai Program Prioritas dapat berjalan maksimal dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga Lamongan.
    “Tentu Pemerintah Kabupaten Lamongan akan melanjutkan perjuangan melalui pembangunan, kerja keras, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus untuk kesejahteraan masyarakat Lamongan,” tuturnya.

  • Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Tekankan Nilai Kesabaran dan Pengabdian

    Gresik – Dikutip dari korandigital.id, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mepimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025. Acara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta pesan-pesan pahlawan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Senin, (10/11/2025).
    ‎Hari Pahlawan yang bertajuk “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan 3.022 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
    Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam sambutannya, saat dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan, para Pahlawan mengajarkan, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan.
    Karenanya, ada tiga hal yang dapat diteladani dari Pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para Pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum dan sabar membangun kebersamaan ditengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan.
    “Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan, “ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
    Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
    Ketiga, Gus Yani melanjutkan, pandangan jauh kedepan, dimana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.
    “Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.
    ‎Lebih lanjut, Saifullah Yusuf mengatakan saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
    “Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.” tegasnya.
    ‎Diakhir sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
    “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.” pungkasnya.

  • Polda Jatim Bersama Pemprov Siagakan Personel Gabungan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    Surabaya – Mengutip laman korandigital.id, mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur, Polda Jatim menyiapkan lebih kurang 1.400 personel tanggap bencana.
    Sementara itu di seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Jawa Timur juga telah menyiagakan lebih kurang 6.000 personel.
    Seluruh personel gabungan dari berbagai instansi tersebut akan dikerahkan untuk penanganan bencana alam.
    Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025).
    “Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat,” ujar Irjen Pol Nanang.
    Kapolda Jatim berharap dengan kesiapan dan kesigapan personel ini, dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam penanganan bencana alam.
    “Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegas Irjen Pol Nanang.
    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jatim dan jajaran dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.
    Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergitas lintas instansi untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.
    “Diharapkan koordinasi dan respons penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat, tepat, dan terukur, sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat Jawa Timur tetap terjaga,” ujar Gubernur Khofifah.

  • Tim Wasev Sterad Tinjau Kampung Pancasila di Kabupaten Kediri, Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan dan Ketahanan Sosial

    Kediri – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Bidang Komunikasi Sosial dan Penilaian Kampung Pancasila Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad) melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0809/Kediri, Kamis (6/11/2025).

    Tim dipimpin oleh Brigjen TNI Edi Rochmatullah, didampingi Mayor Kav Bayu Trismahadi serta Ny. Levya Annisa dari Astra. Rombongan memulai kegiatan dengan mengunjungi Makodim 0809/Kediri dan diterima langsung oleh Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama beserta jajaran.

    Kunjungan ini bertujuan menilai sekaligus memantau pelaksanaan program Kampung Pancasila di Kabupaten Kediri sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan dan ketahanan sosial masyarakat.

    Selanjutnya, Tim Wasev bertolak menuju Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) untuk menghadiri acara inti. Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Wakil Bupati Kediri bersama jajaran Forkopimda, Kapolres, Kajari, dan pimpinan DPRD Kabupaten Kediri.

    Dalam kesempatan itu, sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dibacakan oleh Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa. Ia menyampaikan bahwa Desa Canggu, Kecamatan Badas, terpilih sebagai wakil Provinsi Jawa Timur dalam penilaian Kampung Pancasila tingkat nasional. Desa tersebut dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kodim 0809/Kediri telah melakukan berbagai program pembinaan, mulai peningkatan siskamling, pelatihan kebencanaan, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan UMKM dan potensi wisata lokal,” jelas Mbak Dewi

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menghidupkan semangat Pancasila di wilayah pedesaan.

    Sementara itu, Brigjen TNI Edi Rochmatullah menuturkan bahwa terdapat beberapa indikator utama dalam penilaian Kampung Pancasila, antara lain ketahanan pangan, wawasan kebangsaan, pembinaan karang taruna, serta pengembangan produk UMKM. Berdasarkan pengamatan lapangan, Desa Canggu dinilai telah memenuhi seluruh kriteria dengan baik.

    Ia mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga semangat gotong royong. “Kampung Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata bahwa persatuan, gotong royong, dan toleransi masih hidup di tengah masyarakat. Ini adalah modal sosial yang harus terus dirawat,” ujarnya.

    Kegiatan peninjauan juga diisi dengan pagelaran budaya seperti barongsai dan Reog Ponorogo, serta simulasi siskamling dan penanganan kebakaran. Tim Wasev turut meninjau 24 stan pameran potensi daerah, mulai dari UMKM, pertanian, peternakan, perikanan, hingga layanan sosial seperti posyandu dan perpustakaan desa.

    Usai kegiatan di area SLG, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Canggu untuk meninjau Bumdes Perikanan, greenhouse hidroponik, kolam bioflok, serta kegiatan tabur benih ikan nila sebagai simbol penguatan ketahanan pangan dan gotong royong masyarakat.

    Kunjungan Tim Wasev Sterad ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin mengakar dan menjadi fondasi ketahanan sosial bangsa.

    Kabupaten Kediri pun diharapkan terus menjadi contoh daerah yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa Pancasila di tengah tantangan global yang kian kompleks.

  • Pemkab Kediri Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Regenerasi Petani Muda

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pemanfaatan aset daerah. Salah satu bentuknya adalah pengembangan lahan kosong milik Pemkab di kawasan UPTD Benih, Desa Darungan, Kecamatan Pare, menjadi kebun melon hidroponik.

    Pada Rabu (5/11/2025), Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, melakukan panen perdana melon hidroponik sekaligus menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada kelompok tani. Ia mengapresiasi langkah Dispertabun yang mampu mengoptimalkan lahan idle menjadi area pertanian modern bernilai ekonomi.

    “Alhamdulillah, lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini bisa menghasilkan komoditas bernilai tinggi. Hari ini kita panen tiga jenis melon, yaitu Inthanon, Honey Globe, dan Golden,” ujarnya.

    Lahan seluas 800 meter persegi tersebut mampu menampung 2.300 tanaman dengan estimasi hasil panen sekitar 3,5 ton. Dengan harga jual rata-rata Rp25.000 per kilogram, komoditas ini dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

    Mbak Dewi sapaan Wakil Bupati Kediri menjelaskan bahwa sistem hidroponik menjadi terobosan penting dalam pertanian modern. Tanaman dibudidayakan menggunakan media serabut kelapa dengan sistem pengairan otomatis yang dapat dikendalikan melalui gawai. Semua pemberian nutrisi dilakukan terukur sesuai kebutuhan tanaman.

    Selain aspek produksi, panen ini juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Dari 226.104 petani di Kabupaten Kediri, persentase petani muda masih sangat rendah, yakni 0,8% di usia 15-24 tahun dan 7% di usia 25-34 tahun.

    “Pertanian modern ini bisa menjadi peluang bagi anak muda. Bertani sekarang tidak harus ke sawah membawa cangkul. Mereka bisa belajar sambil sekolah, bahkan sudah bisa produktif,” ungkapnya.

    Mbak Dewi juga menilai kondisi tanah dan iklim Kabupaten Kediri sangat mendukung pengembangan hortikultura. Dengan akan beroperasinya Bandara Dhoho, peluang pemasaran produk pertanian lokal diperkirakan semakin luas.

    Sementara itu, Plt Kepala Dispertabun, Sukadi, menyampaikan bahwa proyek melon hidroponik ini melibatkan siswa SMK pertanian sejak awal penanaman hingga panen.

    “Anak-anak SMK pertanian sudah terlibat penuh. Harapannya setelah lulus, mereka bisa terus menanam sambil kuliah. Ini langkah nyata membangun regenerasi petani muda di Kediri,” ujar Sukadi

    Sukadi berharap keterlibatan tersebut mampu memicu minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Kediri menerima bantuan 10 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian untuk mendukung efisiensi produksi kelompok tani.