• Mbak Cicha Mewisuda Ribuan Lansia Dalam Program Selantang

    Kediri – Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mewisuda ribuan lansia dari Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

    Istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana tersebut menilai Program Selantang ini merupakan bentuk kepedulian peningkatan kualitas hidup lansia.

    Selantang, katanya, mendorong para lansia untuk aktif dalam berbagai aspek yang berdampak kepada keberlangsungan hidup di usia senja.

    “Melalui program ini, para lansia belajar untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bahagia di usia senja,” terang ibu dua anak yang akrab disapa Mbak Cicha itu pada Rabu (5/10/2025).

    Mbak Cicha menegaskan, keberhasilan pembangunan manusia tidak hanya diukur dengan kemajuan pemuda. Namun juga bagaimana kemandirian lansia.

    Dengan hal tersebut, Mbak Cicha mendorong para lansia bisa tetap aktif dalam bermasyarakat dan menularkan apa yang telah dipelajari dalam program ini.

    “Jadilah teladan dalam menjaga kesehatan, tetap aktif dalam kegiatan sosial, dan terus menebar energi positif di tengah masyarakat,” kata Mbak Cicha kepada 78 lansia yang menjadi perwakilan dalam wisuda tersebut.

    Program selantang sendiri menyasar lansia di atas 60 tahun dimana tahun ini diikuti oleh 7800 lebih lansia. Edukasi yang diberikan mencangkup 7 aspek seperti ekonomi, kesehatan, sosial, hingga spiritual.

    Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari mengatakan, sebagai salah satu komponen keluarga, para lansia diberikan penyuluhan di masing-masing wilayah.

    Saat penyuluhan, lanjutnya, para lansia diberikan satu tema edukasi di tiap pertemuan dari 7 kali pertemuan dengan didampingi para penyuluh.

    “Untuk kesehatan dibekali penyuluhan langsung oleh puskesmas, spiritual dari teman2 penyuluh agama, ekonomi dari penyuluh KB,” pungkasnya.

  • Wisuda Stikes, Mbak Cicha : Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

    Kediri – Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Wanita Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito menghadiri Wisuda Stikes Pamenang tahun 2025.

    Mbak Cicha, sapaan akrabnya menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Kediri memberikan beasiswa calon tenaga kesehatan Kabupaten Kediri (Becak Kari) kepada 52 mahasiswa D3 Keperawatan Stikes Pamenang tahun ini.

    Dengan beasiswa yang diberikan, diharapkan mampu membawa dampak besar bagi lulusan kampus tersebut. Utamanya dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan semakin kompleks.

    “Semoga lulusan Stikes Pamenang bisa memberikan dampak meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” terang Mbak Cicha, Rabu 5 November 2025.

    Dikatakan Mbak Cicha, selain mencetak lulusan terbaik, menjaga kualitas, mutu, serta tata kelola pendidikan juga menjadi poin penting bagi kampus yang berada di Kecamatan Pare ini.

    Dengan komitmen itu, lanjut Mbak Cicha, Stikes Pamenang mendapatkan penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) terbaik peringkat ke 2 di wilayah Jawa Timur.

    Menurutnya, penghargaan yang diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) 7 Surabaya pada 31 Oktober 2025 menjadi satu capaian yang harus ditingkatkan.

    “Saya menyampaikan apresisi kepada Stikes Pamenang yang telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa,” katanya.

    Kepada para wisudawan, istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ini juga berpesan kepada wisudawan untuk lebih adaptif menghadapi kemajuan jaman serta bisa bekerja cerdas.

    “Percayalah pada law of attraction, apa yang kalian yakini dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil yang baik,” jelasnya.

  • Mas Dhito Ingatkan Pentingnya Regenerasi di Acara Musda Dekopinda Kabupaten Kediri

    Kediri – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Depinda) Kabupaten Kediri menggelar rapat Musyawarah Daerah (Musda) pada Rabu (05/11/2025).

    Musda ini akan dibahas mengenai laporan pertanggungjawaban (LPJ) program kerja tahun 2021-2025, rencana kerja tahun 2026-2030 serta pemilihan ketua pimpinan periode 2026-2030.

    Selain 225 orang mewakili gerakan koperasi yang ada di seluruh Kabupaten Kediri, rapat Musda ini juga juga mengundang Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

    Mas Dhito sapaan akrab bupati berharap acara Musda Dekopinda Kabupaten Kediri berjalan lancar dan memberikan hasil yang baik.

    Tak kalah penting, rencana kerja dan struktur kepemimpinan yang baru hasil Musda tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua anggota.

    “Dan saya berharap ini bisa menjadi payung bagi seluruh koperasi di Kabupaten Kediri,” kata Mas Dhito.

    Mas Dhito dalam kesempatan itu mengingatkan, permasalahan yang biasa terjadi dalam organisasi terkait regenerasi.

    Melalui Musda tersebut pihaknya berpesan pentingnya regenerasi dari kalangan muda untuk bergabung dalam gerakan koperasi.

    “Tantangan ke depan besar, siapapun nanti yang terpilih sebagai ketua Dekopin yang baru, pesan saya satu, lakukan regenerasi,” ungka.

    Ketua Dekopin Wilayah Jawa Timur Slamet Sutanto yang hadir dalam acara itu menyampaikan, Musda Dekopinda Kabupaten Kediri tersebut diharapkan memunculkan gagasan untuk membangun koperasi di Kabupaten Kediri yang lebih baik.

    Termasuk dengan hadirnya koperasi desa maupun koperasi kelurahan Merah Putih. Diperlukan sinergitas dan komitmen bersama untuk memegang prinsip koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat.

    “Ini kalau kita kelola dengan baik, kita kelola dengan benar dan dikelola oleh pengurus yang kompeten saya meyakini bahwa ekonomi tumbuh besar dari desa-desa di seluruh Kabupaten Kediri,” tambahnya.

    Slamet menekankan ada tiga syarat yang harus dipenuhi bagi pimpinan Dekopinda yang akan datang. Syarat itu yakni memiliki kompetensi dan kapabilitas khususnya bidang perkoperasian.

    Kemudian, memiliki karakter, amanah, jujur dan memegang teguh bahwa tugas Dekopim adalah pengabdian untuk kebaikan gerakan koperasi. Terakhir, pemimpin yang ahli komunikasi, bisa membangun jaringan di semua pihak.

  • KAI Daop 7 Madiun Sesuaikan Jadwal dan Pola Perjalanan KA Mulai 1 Desember

    Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan melakukan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan kereta api di seluruh wilayah operasional, termasuk di wilayah kerja Daop 7 Madiun, mulai 1 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kenyamanan pelanggan.
    Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa sehubungan dengan proses pembaruan tersebut, pemesanan tiket untuk perjalanan bulan Desember 2025 sementara belum dapat dilakukan.
    “Saat ini pelanggan dapat membeli tiket hingga tanggal keberangkatan 30 November 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Call Center 121, dan mitra resmi KAI,” jelas Zainul, Rabu (5/11/2025).
    Zainul menambahkan bahwa pembaruan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan perjalanan yang lebih andal dan tepat waktu.
    “KAI memastikan seluruh proses penyesuaian berjalan dengan baik agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Zainul.
    KAI akan segera mengumumkan pembukaan kembali pemesanan tiket Desember setelah proses penyesuaian selesai. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses berlangsung dan mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui akun @KAI121, situs kai.id, atau Call Center 121,” tutup Zainul.
    KAI berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

    Sumber artikel dan Gambar: korandigital.id

  • Pembinaan Mental Pegawai Pemkab Kediri Tekankan Pentingnya Syukur dan Ridho Allah SWT

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan mental bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap awal bulan ini berlangsung di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (3/11).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, bersama jajaran kepala perangkat daerah serta pegawai dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Khoirul Hanifah, dari Kecamatan Banyakan. Selanjutnya, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Mohammad Afwan Al Assegaf, yang juga berasal dari Kecamatan Banyakan.

    Dalam tausiyahnya, Ustadz Afwan membawakan tema tentang rezeki, yang mencakup empat poin utama, yakni harta, kesehatan, anak saleh, dan ridho Allah SWT.

    Ia menjelaskan bahwa harta sering kali menjadi fokus manusia dalam mencari rezeki, namun bukan merupakan ukuran utama di sisi Allah SWT.

    Selain itu, kesehatan disebut sebagai nikmat yang wajib disyukuri karena menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan dan beribadah.

    Ustadz Afwan juga menegaskan bahwa anak yang saleh dan salehah merupakan amanah sekaligus salah satu bentuk amal jariyah orang tua, selain ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah.

    “Allah SWT akan mengirimkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Tugas kita adalah bertawakal dan berikhtiar,” ujar Ustadz Afwan.

    Pada akhir tausiyah, beliau berpesan agar seluruh pegawai senantiasa mengharap ridho Allah SWT melalui sikap saling menjaga, gotong royong, dan tolong-menolong antarsesama, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan penuh keberkahan.

  • Respons Cepat Laporan 110 Polisi Berhasil Amankan Pembobol ATM di Pakisaji Malang

    Malang – Seorang pria di Kabupaten Malang, Jawa Timur, nyaris berhasil membobol mesin ATM di dalam toko Indomaret.
    Aksi nekat tersebut gagal total setelah Polisi datang ke lokasi setelah dilapori warga setempat pada Rabu (29/10/2025) dini hari.
    Pelaku diketahui berinisial HP (32), warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia ditangkap tanpa perlawanan setelah aksinya kepergok warga dan Polisi saat berada di dalam toko.
    Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, awalnya pelaku masuk ke toko Indomaret di Jalan Raya Adi Mulya, Desa Kendalpayak, dengan cara memanjat plafon kamar mandi.
    Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil tangga dari gudang dan menurunkannya ke area toko. Pelaku sempat mencoba membongkar mesin ATM menggunakan berbagai alat seperti linggis, kunci Inggris, dan mesin gerinda.
    “Namun karena kesulitan, ia sempat keluar untuk mengambil linggis yang lebih besar,” ujar AKP Bambang, Senin (03/11/2025).
    Saat kembali masuk ke dalam toko, aksinya diketahui oleh penjaga dan warga sekitar. Mereka segera menghubungi Polres Malang Polda Jatim melalui layanan bebas pulsa Polri di nomor 110.
    Tak lama kemudian, petugas Polsek Pakisaji tiba di lokasi dan langsung mengepung pelaku yang masih berada di dalam toko.
    “Petugas kemudian memerintahkan pelaku menyerahkan diri. Pelaku kemudian keluar dari atap toko dan langsung diamankan,” lanjut AKP Bambang.
    Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku berniat mencuri uang di ATM untuk mengganti uang orang tuanya yang sebelumnya ia gunakan untuk judi online.
    “Pelaku mengaku nekat karena terlilit utang akibat judi daring. Ia mengira bisa dengan mudah mengambil uang di mesin ATM, tapi gagal total karena sistem keamanan ATM yang berlapis,” jelas AKP Bambang.
    Dari tangan pelaku, polisi menyita berbagai alat yang digunakan untuk beraksi, antara lain linggis, mesin gerinda, kunci Inggris, sarung tangan, dan sepeda motor Honda Beat yang dipakai untuk menuju lokasi.
    Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Ia dijerat dengan Pasal percobaan pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
    “Saat ini penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif untuk memastikan apakah dia pernah beraksi di lokasi lain,” pungkasnya.

    Cepat Laporan 110 Polisi Berhasil Amankan Pembobol ATM di Pakisaji Malang

    Malang – Seorang pria di Kabupaten Malang, Jawa Timur, nyaris berhasil membobol mesin ATM di dalam toko Indomaret.
    Aksi nekat tersebut gagal total setelah Polisi datang ke lokasi setelah dilapori warga setempat pada Rabu (29/10/2025) dini hari.
    Pelaku diketahui berinisial HP (32), warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Ia ditangkap tanpa perlawanan setelah aksinya kepergok warga dan Polisi saat berada di dalam toko.
    Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, awalnya pelaku masuk ke toko Indomaret di Jalan Raya Adi Mulya, Desa Kendalpayak, dengan cara memanjat plafon kamar mandi.
    Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil tangga dari gudang dan menurunkannya ke area toko. Pelaku sempat mencoba membongkar mesin ATM menggunakan berbagai alat seperti linggis, kunci Inggris, dan mesin gerinda.
    “Namun karena kesulitan, ia sempat keluar untuk mengambil linggis yang lebih besar,” ujar AKP Bambang, Senin (03/11/2025).
    Saat kembali masuk ke dalam toko, aksinya diketahui oleh penjaga dan warga sekitar. Mereka segera menghubungi Polres Malang Polda Jatim melalui layanan bebas pulsa Polri di nomor 110.
    Tak lama kemudian, petugas Polsek Pakisaji tiba di lokasi dan langsung mengepung pelaku yang masih berada di dalam toko.
    “Petugas kemudian memerintahkan pelaku menyerahkan diri. Pelaku kemudian keluar dari atap toko dan langsung diamankan,” lanjut AKP Bambang.
    Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku berniat mencuri uang di ATM untuk mengganti uang orang tuanya yang sebelumnya ia gunakan untuk judi online.
    “Pelaku mengaku nekat karena terlilit utang akibat judi daring. Ia mengira bisa dengan mudah mengambil uang di mesin ATM, tapi gagal total karena sistem keamanan ATM yang berlapis,” jelas AKP Bambang.
    Dari tangan pelaku, polisi menyita berbagai alat yang digunakan untuk beraksi, antara lain linggis, mesin gerinda, kunci Inggris, sarung tangan, dan sepeda motor Honda Beat yang dipakai untuk menuju lokasi.
    Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
    Ia dijerat dengan Pasal percobaan pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
    “Saat ini penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif untuk memastikan apakah dia pernah beraksi di lokasi lain,” pungkasnya.

    Sumber artikel dan gambar: korandigital.id

  • Mas Dhito Berharap Beroperasinya Kembali Bandara Kediri Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

    Kediri – Kabar baik bagi masyarakat di sekitar Karesidenan Kediri dan Jawa Timur. Setelah beberapa bulan tidak ada penerbangan, Bandara Dhoho Kediri akan kembali beroperasi mulai 10 November 2025.

    Beroperasinya kembali penerbangan melalui Bandara Dhoho ini disampaikan Bupati Hanindhito Himawan Pramana pada Jumat (24/10).

    “Tadi pagi saya mendapat kabar mulai tanggal 10 November Bandara Dhoho Kediri yang selama ini dinanti-nanti akan mulai beraktivitas kembali,”

    Penerbangan dengan maskapai Super Air Jet ini akan melayani rute Jakarta (CGK) – Kediri (DHX) atau sebaliknya setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

    Adapun waktu penerbangan Jakarta (CGK) – Kediri (DHX) pada pukul 10.20 WIB dan penerbangan Kediri (DHX) – Jakarta (CGK) pada pukul 12.30 WIB.

    “Semoga ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi Kabupaten Kediri dan kota/kabupaten sekitar,” ungkap Mas Dhito.

    Kembalinya aktivitas penerbangan melalui bandara kebanggaan masyarakat Bumi Panjalu ini juga dibagikan Mas Dhito melalui akun media sosial pribadinya.

    Kabar itu pun langsung mendapatkan respon positif dari warganet. Dalam satu jam sejak diunggah, postingan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu pun langsung di bagikan sebanyak 25 kali.

    Warganet pun menyambut baik beroperasinya kembali penerbangan melalui Bandara Dhoho Kediri tersebut. Banyak pula yang mengharapkan nantinya ada penambahan rute penerbangan.

    “Finally akhirnya nggak perlu jauh-jauh ke Sby. Mantab,” tulis salah satu warganet di kolom komentar postingan Mas Dhito.

  • Kedatangan Siswa Taruna Brawijaya, Masbup: Jadilah Petarung, Cepat Bangkit Ketika Jatuh

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menerima kunjungan siswa-siswi SMAN 5 Taruna Brawijaya, Jawa Timur, Jumat (24/10). Kedatangan mereka ke Pemerintah Kabupaten Kediri ini dalam rangka menjalankan tugas dari sekolah untuk bertemu dengan kepala daerah. 

    Pertemuan Mas Dhito dengan kalangan pelajar bukan kali pertama ini terjadi. Beberapa kesempatan orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu bertemu dan berdialog dengan para pelajar termasuk kalangan mahasiswa.

    Dalam momen pertemuan itu, Mas Dhito berbagi wawasan dan cerita dengan para pelajar yang rata-rata memiliki cita-cita melanjutkan sekolah akademi kepolisian maupun di akademi militer tersebut. Dikatakan Mas Dhito, dalam kehidupan ini, setiap orang akan selalu dihadapkan pada tantangan.

    “Setiap masa ada tantangan dan setiap tantangan ada masanya. Kalau orang tua kalian tantangannya mencari uang untuk biaya hidup untuk biaya sekolah kalian, tapi tantangan di era kalian bagaimana kalian bisa berkarya dengan kondisi apapun,” kata Mas Dhito.

    Di usia para pelajar yang masih kisaran 16-17 tahun itu, menurut Mas Dhito tantangan yang dihadapi salah satunya terkait pencarian jati diri. Sehingga kadang kala, akan merasa putus asa ketika keinginannya mengalami kegagalan.

    Mas Dhito pun mengingatkan supaya para pelajar menjadi orang yang berani menghadapi masalah. Kedepan cobaan akan lebih sering dihadapi, dan yang terpenting bagaimana ketika jatuh bisa cepat bangkit kembali.

    “Kalian ini calon taruna-taruna di akademi militer, calon mahasiswa akademi kedinasan. Kalian harus bisa membuktikan bahwa anak SMAN 5 Taruna Brawijaya punya semangat bertarung,” tambah Mas Dhito.

    Mas Dhito berpesan kepada para pelajar tersebut apapun profesi yang akan dijalani nantinya, supaya tetap menjadi orang yang berguna bagi yang lain dan selalu menjaga moral dalam kehidupan keseharian.

    Di era saat ini, lanjut Mas Dhito, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah generasi yang memiliki mental kuat dan mencintai bangsanya tanpa pamrih. Disisi lain, para pelajar juga diingatkan Mas Dhito tentangnya pentingnya menjaga adab dalam kehidupan.

    “Pangkat dan jabatan yang ada di pundak jenengan nanti kalau jadi perwira menengah TNI, jadi polisi maupun pejabat itu adalah amanat dan mandat rakyat. Kalian jaga betul,” pungkasnya.

  • School Contest, Mas Dhito Ingatkan Urgensi Literasi

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri acara School Contest 17 di Convention Hall SLG. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menyampaikan beberapa point penting kepada pelajar.

    Acara yang digelar oleh salah satu perusahaan media di Kediri tersebut mengangkat tema Literaction. Menurut bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut, tema yang diangkat sesuai dengan isu pemuda yang terjadi dewasa ini.

    Dikatakan Mas Dhito, salah satu isu yang terjadi terkait kerusuhan pada Agustus lalu, dimana mayoritas dilakukan oleh pemuda usia sekolah. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi para pemuda sekaligus menyalurkan energi kepada hal positif.

    “Gedung rusak dan dibakar bisa dibangun, tapi kalau moral anak anak sekolah (harus dibangun), pemuda perlu meningkatkan literasi mereka,” kata Mas Dhito saat memberikan sambutan di acara tersebut, Jumat 24 Oktober 2025.

    Mas Dhito mengatakan, setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda. Di era sekarang, literasi dan pemahaman mengenai moral dan kebangsasan sangat diperlukan.

    Di tengah kemajuan digital, kata Mas Dhito, banyak informasi sedianya difilter agar tak terjadi kesalahan literasi. Termasuk bagaimana kemampuan pelajar dalam menyikapi berbagai isu untuk menghindari provokasi.

    Untuk itu bupati dua periode ini juga menitipkan pesan kepada guru dan tenaga pendidik agar menjaga siswanya di sekolah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kediri tidak bisa bekerja sendirian untuk memajukan generasi.

    “Setiap masa ada tantangannya, setiap tantangan ada masanya,” jelas Mas Dhito.

    Adapun dalam School Contest 17 ini digelar berbagai kompetisi seperti story telling Bahasa Inggris, melukis sepatu, E-sport, hingga perang mading antar sekolah di wilayah Kediri dan sekitarnya.

  • Hari Batik Nasional, Pesan Mas Dhito: Jaga Keindahan Batik Secara Utuh

    Kediri – Sebagai salah satu kabupaten tertua di Indonesia yang memiliki sebutan Bumi Panjalu, Kabupaten Kediri merupakan daerah yang memiliki wastra batik dengan beragam motif khas. Seperti gringsing, lidah api, padma, tunjung, maupun panji yang menguatkan entitas kabupaten dengan tagline Kediri Berbudaya ini. 

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana selama kepemimpinannya terus mendorong pelestarian batik sebagai kekayaan khas. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk memajuan batik Kediri. Selain mematenkan motif batik, setiap tahunnya juga diadakan event Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) untuk mengenalkan kekayaan batik Kediri secara luas.

    Dukungan pemerintah daerah ini juga memacu semangat para pelaku industri kreatif, mulai perajin batik, desainer hingga penjahit lokal untuk menyuguhkan keindahan batik dalam pakaian yang fashionable dan berkelas. Bertepatan dengan hari batik nasional 2025 ini, Mas Dhito, sapaan akrab bupati Kediri berharap pelaku industri kreatif ini dapat menjaga keindahan kekayaan batik Kediri secara utuh.

    “Terutama bagi para pengrajin batik dan penjahit harus bisa menjaga kualitas, mutu dari motif batik tersebut, karena batik itu kalau dijahit pasti harus nyambung gambarnya,” pesan Mas Dhito, Kamis (2/10).

    Suami dari Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito itu melihat, dari berbagai event yang telah berjalan selama ini dia optimis batik Kediri dapat berkembang dan dikenal ke pasar nasional. Terlebih dalam dunia fashion saat ini, batik tak hanya dikenakan orang tua namun juga anak-anak.

    Batik juga tak lagi hanya dipakai sebagai pakaian pada acara resmi tapi telah berkembang menjadi gaya hidup modern dengan desain yang lebih beragam dan inovatif.

    Dengan keanekaragaman motif yang dimiliki, Mas Dhito berharap batik Kediri dapat menjadi salah satu ikon yang dicari orang. Batik akan menjadi buah tangan bagi siapa saja yang datang dan berkunjung ke Kabupaten Kediri.

    “Saya punya harapan, proses demi proses telah kita jalani, inovasi demi inovasi kita jalani untuk apa, mencari sebuah ikon kalau orang datang ke Kediri saya harus cari batik,” ungkapnya.

    Harapan itu selaras dengan para perajin batik di Kabupaten Kediri. Salah satu pengrajin batik asal Kecamatan Pare Rifki berharap banyak generasi muda yang lebih suka dan mencintai batik Indonesia dari berbagai macam daerah khususnya Kediri yang memiliki motif yang unik dan bernilai historis.