• Mbak Dewi Tekankan Pentingnya Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bermasyarakat

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (1/10) pagi. Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang bertindak sebagai inspektur upacara menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup.

    “Sesuai tema tahun ini, kita kembali diuji tentang kesaktian Pancasila. Dari peristiwa yang terjadi, kita bisa belajar agar tidak mudah terprovokasi, baik dari dalam maupun luar, untuk melakukan tindakan anarkis,” kata Mbak Dewi usai memimpin jalannya upacara di Lapangan Pemkab Kediri.

    Peristiwa yang dimaksud Mbak Dewi tersebut terkait dengan aksi anarkis pembakaran dan penjarahan gedung Pemkab Kediri pada akhir Agustus 2025 lalu. Dimana para pelaku yang mayoritas kalangan anak muda tanpa demontrasi datang langsung melakukan perusakan.

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengangkat tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.” Tema tersebut mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan, membangun semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pendapat maupun tantangan zaman.

    Dalam upacara yang diikuti oleh jajaran TNI, Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kediri tersebut, Mbak Dewi juga berpesan pentingnya peran bersama dalam menjaga generasi muda supaya tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Pancasila. Termasuk pula mengingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

    “Jadikan Pancasila satu-satunya pandangan hidup. Jangan sampai terpengaruh hal-hal negatif,” pesannya.

    Lebih lanjut Mbak Dewi menegaskan, Pancasila yang lahir dari perjuangan para pahlawan, harus terus dijaga dan dilestarikan. Pihaknya pun berharap pendidikan Pancasila terus diberikan kepada anak-anak di sekolah.

    “Mas Bupati (Hanindhito Himawan Pramana) juga telah mencanangkan tagline Kediri Berbudaya agar masyarakat selalu menjunjung budaya dan berperilaku baik dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Mbak Dewi.

  • Pasok Kebutuhan Pangan Ibu Kota, Mas Dhito Ingatkan Pentingnya Jaga Kualitas



    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menekankan kerjasama antar daerah dalam memasarkan komoditas unggulan menjadi upaya memperluas akses pasar yang berkesinambungan.

    Melalui kerjasama yang telah dijalin dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Mas Dhito sapaannya berharap komoditas pertanian dan peternakan dari Kabupaten Kediri bisa menjadi pemasok kebutuhan pangan di ibu kota.

    “Intinya bagaimana produk unggulan Kabupaten Kediri bisa menjadi bagian dari kebutuhan pokok yang ada di ibu kota,” katanya, Jumat (26/9)

    Kesepakatan kerjasama antar dua daerah itu ditindaklanjuti oleh masing-masing perusahaan daerah. PD Canda Birawa sebagai perusahaan daerah Kabupaten Kediri menyediakan bahan pangan yang dibutuhkan Perumda Pasar Jaya untuk dipasarkan di Jakarta.

    Mas Dhito mengingatkan, kerjasama tersebut harus memberikan manfaat dan keuntungan bagi kedua belah pihak dan dilakukan secara transparan. Komoditas yang dikirim pun harus disesuaikan dengan kualitas yang dibutuhkan Perumda Pasar Jaya.

    “Jangan sampai terjadi hal-hal yang sifatnya under quality,” ungkapnya.

    Dengan selalu menjaga kualitas barang yang dikirim, diharapkan kerjasama yang dijalin dapat terus berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani maupun peternak di Kabupaten Kediri.

    Perumda Pasar Jaya sebagai perusahaan daerah milik Pemprov DKI telah berkunjung ke Kabupaten Kediri pada Kamis (25/9). Dari kunjungannya itu, setidaknya ada dua komoditas yang diambil untuk dipasarkan di ibu kota, yakni beras kemasan 5 kg dan ayam karkas frozen.

    Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menyebut, kerjasama tersebut menjadi upaya membangun perdagangan antar daerah yang saling menguntungkan, adil dan berkesinambungan.

    “Kami siap mendukung lewat promosi supaya komoditas kabupaten Kediri dapat dikenal luas. Ini langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak lokal,” ucapnya.

  • Mbak Cicha Minta Pelayanan Posyandu Lebih Aktif

    Kediri – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito mendorong kegiatan dan pelayanan posyandu yang tersebar di tiap desa dapat lebih aktif. Melalui Gerakan Posyandu Aktif pihaknya berharap kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pada seluruh siklus hidup dapat berjalan secara optimal.

    Mbak Cicha sapaan istri Bupati Hanindhito Himawan Pramana ini menyampaikan, sampai saat ini peran posyandu di tengah masyarakat masih dirasakan penting dan bermanfaat. Kegiatan layanan di posyandu tidak hanya sebatas layanan kesehatan bagi bayi dan balita, namun juga bagi remaja, pasangan usia subur, ibu hamil maupun menyusui, usia produktif dan lanjut usia.

    “Mengingat saat ini terdapat berbagai tantangan kesehatan yang harus mendapatkan perhatian, upaya penggerakan posyandu aktif merupakan hal yang sangat penting dilakukan,” kata Mbak Cicha saat membuka acara Gerakan Posyandu Aktif di Kecamatan Plemahan, Kamis (25/9).

    Menurut Mbak Cicha, gerakan tersebut selain meningkatkan kualitas pelayanan posyandu sekaligus juga meningkatkan keterampilan kader. Pun demikian, tak kalah penting diharapkan gerakan ini juga diiringi dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk mau aktif datang ke posyandu setiap bulannya.

    Dalam hal ini, tim pembina posyandu, memiliki tanggung jawab untuk mendampingi, membina, sekaligus memastikan bahwa posyandu aktif dapat berjalan minimal delapan kali dalam setahun. Demi suksesnya gerakan tersebut, pihaknya berharap kerja sama dari semua pihak, baik itu pemerintah, kader, tokoh masyarakat, serta dukungan mitra swasta maupun perguruan tinggi.

    “Harapan kami, melalui posyandu yang aktif, kita dapat melahirkan generasi sehat dan cerdas, memperkuat keluarga, serta menjadikan masyarakat kita lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya,” pungkas Mbak Cicha yang juga sekaligus sebagai Tim Pembina Posyandu Kabupaten Kediri.

  • Selamat dari Kebakaran, Mas Dhito Sebut MPP Jadi Semangat Kebangkitan Pelayanan Publik

    Kediri – Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kediri, gedung pemerintah daerah yang selamat dari aksi pembakaran massa pada akhir Agustus 2025, kini secara resmi dibuka untuk umum. Peresmian MPP Kabupaten Kediri dilakukan serentak secara daring bersamaan 10 MPP dari daerah kabupaten/kota lain di Indonesia, Rabu (24/9/2025) pagi.

    Diresmikannya MPP ini disebut Bupati Hanindhito Himawan Pramana sebagai semangat baru dan bukti bahwa Kabupaten Kediri sudah bangkit kembali dengan pemerintahan yang siap melayani. Disampaikan, selain gedung DPRD dan Pemkab Kediri, gedung Samsat yang berada tepat disamping MPP juga tak luput dari aksi pembakaran.

    “Sebelah gedung ini persis terbakar habis, Alhamdulilah MPP yang dilaunching hari ini terselamatkan,” terang Mas Dhito dalam komunikasinya bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyastini secara daring dalam acara tersebut.  

    MPP Kabupaten Kediri yang telah dibuka untuk umum itu mengintegrasikan 85 layanan dari 21 intansi secara terpadu satu pintu. Puluhan instansi tersebut terdiri dari 10 instansi vertikal dan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Kediri. Mas Dhito pun menyampaikan akan ada tambahan 5 intansi lagi yang akan bergabung di MPP kabupaten Kediri.

    “Ini kita tengah melakukan penyesuaian di beberapa OPD karena kantor-kantor kami habis beserta isinya,” tambah Mas Dhito.

    MenPAN-RB Rini Widyastuti menyampaikan, keberhasilan pemerintah diukur dari bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dari layanan-layanan yang diberikan. Semakin banyak layanan yang diberikan di MPP, hal itu akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan dari pemerintah.

    Pihaknya pun dalam kesempatan tersebut menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi di Kabupaten Kediri. MenPAN-RB Rini berharap hadirnya MPP Kabupaten Kediri dapat menjadi semangat baru bagi pemerintah daerah dan instansi lainnya untuk bangkit dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

    “Mudah-mudahan ini adalah langkah awal untuk terus berkomitmen melayani masyarakat Kabupaten Kediri,” pesan Menteri Rini.

  • Kemensos Coret Penerima PKH-BPNT Terlibat Judol, Mas Dhito Ingatkan Hindari Penyalahgunaan Bansos



    Kediri – Pemerintah menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Bulan September 2025 ini. Bantuan disalurkan melalui rekening penerima.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan, pemerintah terus berupaya supaya bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Berdasarkan update data, terdapat daftar penerima yang namanya dicoret oleh Kementerian Sosial. Salah satunya, karena penerima terindikasi terlibat dalam perjudian online (judol).

    “Tentunya ini yang sangat disayangkan (jika sampai bansos disalahgunakan untuk judol),” kata Mas Dhito, Selasa (23/9).

    Disampaikan Mas Dhito di Kabupaten Kediri terdapat 222 penerima bansos PKH dan BPNT yang dicoret dari daftar oleh Kementerian Sosial. Penyebabnya beragam, diantaranya karena mengundurkan diri, tidak lagi masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terdaftar sebagai ASN/TNI/Polri.

    Namun dari jumlah yang dicoret, paling banyak karena penerima terindikasi terlibat permainan judol. Jumlahnya mencapai 118 orang. Hal inilah yang disayangkan Mas Dhito.

    “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri untuk menghindari judi online, apalagi jika sampai menggunakan dana bansos,” pesan Mas Dhito.

    Mas Dhito mengungkapkan, penyaluran bansos ditujukan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi penerima untuk bangkit menuju kemandirian ekonomi.

    Melihat kasus penerima yang dicoret dari daftar penerima bansos, menurut Mas Dhito pemerintah Kabupaten Kediri siap membantu bagi mereka yang memiliki niatan untuk menghilangkan kecanduan judol.

    “Bagi masyarakat yang kecanduan judi online kalau memang butuh bantuan pemerintah, kita siapkan psikolog atau psikiater untuk menghilangkan kecanduan judi,” urainya.

    Sebagaimana diketahui, penyaluran bansos pada triwulan ketiga tahun 2025 ini disalurkan sekaligus pada bulan September. Di Kabupaten Kediri untuk bansos PKH telah disalurkan kepada 48.793 penerima manfaat dan BPNT sebanyak 100.517 penerima.

    Penyaluran bansos akan dilanjutkan karena terdapat penerima tambahan. Berdasarkan data yang diterima Dinas Sosial Kabupaten Kediri penerima tambahan yakni 7.098 khusus program sembako/BPNT dan ada sekitar 12.000 penerima kembali untuk program PKH maupun BPNT.

    “Untuk tambahan ini mudah-mudahan di akhir September atau awal Oktober sudah bisa disalurkan,” tambah Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto.

    Mengingat penyaluran bansos akan kembali dilakukan, lanjut Ariyanto, pihaknya juga  memberikan imbauan kepada semua penerima manfaat untuk tidak memberikan kartu ATM kepada orang lain untuk menghindari penyalahgunaan. Termasuk data kependudukan baik itu KTP dan KK.

    Semua bantuan disalurkan tidak dalam bentuk barang melainkan dalam bentuk uang dan di kirim ke rekening masing-masing penerima. Termasuk untuk bantuan program sembako atau BPNT.

  • Mas Dhito Imbau ASN Pemkab Kediri Hindari Flexing

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menghindari flexing atau pamer gaya hidup berlebihan.

    Imbauan ini disampaikan dua pekan pasca kejadian perusakan dan pembakaran gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri. Tepatnya saat acara doa bersama perpindahan kantor sekretariat daerah, pada Selasa (16/9).

    “Kita di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri kalau bisa jangan sampai ada yang membuat masalah di luar sana, baik secara etika, moril maupun memamerkan gaya hidup yang berlebihan,” kata Mas Dhito.

    ASN sebagai representasi pemerintah diharapkan dapat menjaga sikap baik di lingkungan maupun media sosial. Pun semua orang memiliki harapan bisa hidup sejahtera dan berkecukupan, namun capaian itu tidak perlu dipamerkan.

    Mas Dhito menekankan kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri untuk lebih mengedepankan integritas dan mengutamakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    “Semua hal-hal yang sifatnya strategis dan pelayanan dasar saya minta tetap berjalan jangan sampai ada catatan,” ungkapnya.

    Sementara itu, rehabilitasi dan pembangunan gedung perkantoran milik Pemkab Kediri yang rusak dibakar massa pada aksi anarkis akhir Agustus 2025 itu akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

    Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur telah melakukan identifikasi dan asesmen kerusakan. Meliputi Gedung Kantor Sekretariat Daerah, Kantor DPRD, dan Gedung Kantor Bupati Kediri.

    Pun pembangunan akan ditangani pusat, Mas Dhito mengingatkan kepada instansi di Pemerintah Kabupaten Kediri, khususnya Dinas PUPR maupun Perkim dan dinas terkait untuk ikut mengawasi selama proses berjalan.

    “Walaupun itu dari kementerian tidak berarti kita diam,” tandasnya.

  • Sehari Pasca Ditemui Mas Dhito, Restu Langsung Kembali ke Sekolah



    Kediri – Restu Romadhon sudah mulai bersekolah di SDN Kawedusan 1, Kecamatan Plosoklaten sehari pasca didatangi langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

    Di hari pertama sekolah, dia terlihat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Restu yang mengenakan seragam pemberian Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito) langsung mengikuti kegiatan belajar seperti kebanyakan siswa lainnya.

    Menurut wali kelas 1, Fitri Nur’Aini, Restu terbilang cepat dalam membaca meski sudah beberapa waktu tidak masuk sekolah. Pun juga dalam kemampuan untuk menulis. Fitri menilai tidak ada kendala yang dialami oleh anak berusia 8 tahun tersebut.

    “Restu masih bisa menulis walupun masih sedikit kaku,” terang Fitri yang ditemui waktu jam istirahat sekolah, Selasa (16/9/2025) pagi.

    Tak perlu banyak waktu bagi Restu untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan kegiatan sekolah. Saat istirahat, misalnya, dia langsung bermain bersama teman-teman yang baru dikenalnya menuju ke kantin bersama untuk hanya sekadar membeli jajanan.

    Saat senam pagi, kata Fitri, Restu juga bersemangat dan ceria. Hal ini membuat Fitri sebagai wali kelasnya tak memiliki kendala sedikit pun untuk mendidik anak yang sekarang tinggal bersama tetangganya ini.

    “Tanpa malu langsung bisa bersosialisasi (dengan siswa lain),” jelas Fitri.

    Restu juga mengaku bersyukur bisa kembali bersekolah. Menurutnya, dengan kembali bersekolah dirinya bisa kembali melanjutkan kemampuan membaca dan menulisnya.

    “Tadi diajari menulis, lumayan bisa,” terang Restu.

    Sebelumnya, Mas Dhito menemui restu di tempat tetangganya,  Mujiastuti dan Siswanto. Pasangan suami istri tersebut dititipi Restu oleh sang ayah sejak lima bulan yang lalu. Orang tua Restu sendiri dikabarkan telah berpisah. Ayahnya menjadi driver truk. Sedang ibunya berada di Bandung.

    Mujiastuti dan Siswanto pun mengaku terkendala untuk menyekolahkan Restu, karena anak ini tak memiliki identitas akta kelahiran. Mas Dhito, sapaan bupati Kediri begitu mendengar kabar ini, Selasa (15/9) siang langsung ke lokasi dan memfasilitasi supaya Restu dapat kembali bersekolah.

    Saat bertemu, Mas Dhito pun mengajak Restu berkomunikasi hingga diperoleh pengakuan bahwa anak tersebut dulunya pernah sekolah dan duduk di kelas 1 SD. Namun, baru masuk dua pekan, anak ini tidak melanjutkan sekolah.

    “Usianya delapan tahun, terakhir SD kelas satu, mulai besuk sudah kita siapkan sekolah lagi di SD terdekat,” kata Mas Dhito pada Senin (15/9).

  • Belum Sekolah dan Tak Miliki Akta Lahir, Mas Dhito Cukupi Kebutuhan Pendidikan Restu



    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menemui seorang anak laki-laki bernama Restu yang di usianya delapan tahun belum juga sekolah seperti teman-temannya karena terkendala tak memiliki akta kelahiran.

    Orang tua Restu sendiri dikabarkan telah berpisah. Ibunya pulang ke Bandung, sedang bapaknya yang berprofesi sebagai sopir truk, kerap bepergian ke luar kota untuk mengirim barang. Oleh bapaknya, sudah lima bulan anak ini dititipkan di tempat Mujiastuti dan Siswanto, pasangan suami istri yang tinggal di Dusun Dawuhan, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.

    Mereka tidak memiliki hubungan kerabat, hanya tetangga lama sewaktu dulu tinggal di Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah. Selama tinggal bersama Mujiastuti dan Siswanto, keseharian Restu seperti anak-anak pada umumnya, dia biasa bermain bersama anak-anak tetangga seumuran.

    Mujiastuti dan Siswanto pun mengaku terkendala untuk menyekolahkan Restu, karena anak ini tak memiliki identitas akta kelahiran. Mas Dhito, sapaan bupati Kediri begitu mendengar kabar ini, Senin (15/9) siang langsung ke lokasi dan memfasilitasi supaya Restu dapat kembali bersekolah.

    Saat bertemu, Mas Dhito pun mengajak Restu berkomunikasi hingga diperoleh pengakuan bahwa anak tersebut dulunya pernah sekolah dan duduk di kelas 1 SD. Namun, baru masuk dua pekan, anak ini tidak melanjutkan sekolah.

    “Usianya delapan tahun, terakhir SD kelas satu, mulai besuk sudah kita siapkan sekolah lagi di SD terdekat,” kata Mas Dhito.

    Dalam pertemuan tersebut, Mas Dhito yang didampingi Sekda Mohamad Solikin, termasuk dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Sosial Kabupaten Kediri terus memberikan motivasi supaya Restu mau kembali bersekolah. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk sekolah pun telah disiapkan, mulai dari baju seragam, tas, sepatu, buku tulis hingga kebutuhan lainnya.

    Menerima pemberian dari bupati, Restu pun terlihat sumringah karena akhirnya bisa kembali bersekolah seperti teman-temannya. Dengan antusias, anak ini pun membuka satu per satu hadiah pemberian dari Mas Dhito.

    “Untuk peralatan sekolah, dan biaya sekolah semua akan kita tanggung dan biayai,” tambah Mas Dhito.

    Dalam kesempatan itu pula, Mas Dhito mengaku berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada keluarga Mujiastuti beserta suami yang mau merawat Restu. Meski tidak ada hubungan keluarga, mereka dengan iklas dan kebesaran hati mau merawat Restu seperti anak sendiri.

    Restu rencananya akan kembali bersekolah di SD Negeri Kawedusan I yang jaraknya tak jauh dari tempat dia tinggal. Kembalinya Restu bersekolah itu pun membawa kebahagiaan bagi Mujiastuti dan Siswanto.

    “Harapannya dengan bisa sekolah, kedepannya (anak ini) bisa menjadi orang yang sukses,” doa Mujiastuti.

  • Rehab Didanai Pusat, Mas Dhito Sebut Pemkab Kediri Akan Hapus Aset Gedung yang Diratakan

    Kediri – Rehabilitasi gedung perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Kediri yang mengalami kerusakan akibat dibakar massa pada akhir Agustus 2025 akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

    Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur telah melakukan identifikasi dan asesmen kerusakan Gedung Kantor Sekretariat Daerah, Kantor DPRD, dan Gedung Kantor Bupati Kediri.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut, bangunan gedung yang dinilai mengalami kerusakan berat akan diratakan dan dibangun kembali. Dari tiga gedung yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut, Kantor DPRD disebut yang bakal dirobohkan.

    “Dari kementerian PU akan diratakan, maka akan ada penghapusan aset di kami. Kalau ada penghapusan aset (berarti) akan ada bangun baru, itu yang kami akan diskusikan dengan pimpinan DPRD,” kata Mas Dhito usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melihat dari dekat gedung milik Pemkab Kediri yang mengalami kerusakan, Minggu (14/9). 

    Dengan kondisi Kantor DPRD yang harus dirobohkan, lokasi pembangunan yang baru pun belum diketahui pasti. Pembangunan akan tetap berada satu komplek dengan Kantor Bupati atau dibangun di tempat lain. 

    “Kalau rencana pindah atau tidak, keputusannya ada di pimpinan DPRD, keputusan bukan di kami yang ada di eksekutif,” terang Mas Dhito.

    Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU diminta segera membantu melakukan perbaikan fasilitas umum yang terdampak aksi.

    Proses perbaikan gedung itu akan dikerjakan oleh Kementerian dan dilakukan secepatnya supaya jalannya pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    “Kita kerjakan full,” ungkapnya.

    Bangunan-bangunan yang terdampak aksi pada akhir Agustus itu dilakukan penanganan sesuai tingkat kerusakan. Untuk Kantor DPRD karena kerusakan dinilai parah sehingga akan dirobohkan dan dilakukan pembangunan ulang.

    “Kantor dewan itu musti kita robohkan kita bangun ulang dari nol, yang lain kalau bisa kita rehab kita rehab tapi kalau tidak bisa kita robohkan,” urainya.

    Kabupaten Kediri, menurut dia, dari kejadian yang terjadi di berbagai daerah termasuk salah satu yang terparah mengingat bangunan yang terdampak cukup banyak. Adapun, anggaran untuk proses rehabilitasi dan pembangunan gedung yang mengalami kerusakan milik pemkab Kediri tersebut sekitar Rp100 miliar.

  • Ratusan Guru Non ASN Terima Bantuan Modal Usaha dari Mas Dhito

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memberikan kepedulian terhadap kesejahteraan guru berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer.

    Untuk membangun kemandirian ekonomi, tak sekedar mendorong untuk berwirausaha, Mas Dhito sapaan akrabnya juga memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha.

    Sebanyak 242 orang guru dan tenaga pendidikan yang telah memiliki usaha mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) permodalan. Masing-masing mendapatkan Rp3 juta.

    “Kita fokus guru non ASN, jadi guru-guru ini kita berikan perhatian ekstra,” kata Mas Dhito usai penyerahan bantuan secara simbolis di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (10/9) siang.

    Perhatian yang diberikan Mas Dhito kepada mereka tak hanya bantuan modal. Sejak kepemimpinannya di periode pertama, Mas Dhito juga telah menyalurkan bantuan berupa tambahan insentif kepada guru ataupun pegawai non ASN.

    Dengan modal usaha yang diberikan kali ini, Mas Dhito mengingatkan supaya bantuan yang diterima benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha yang telah dijalankan.

    “Kita minta (bantuan ini) jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya tidak substantif,” pesan Mas Dhito.

    Mereka yang mendapatkan bantuan permodalan ini memiliki usaha beragam, seperti membuka warung, jualan pakaian, toko kelontong, usaha kaki lima, jualan snack, atau pun jualan makanan di kantin.

    Binti Erfa Jumala, salah satu penerima bantuan modal yang berprofesi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak (TK) mengaku telah mengabdi menjadi guru selama 21 tahun.

    Selain sebagai guru, dia juga memiliki usaha catering yang telah berjalan lima tahun. Bantuan yang diterima rencananya akan dimanfaatkan untuk membeli peralatan oven tangkring.

    “Sampai saat ini belum punya. Saya senang sekali mendapatkan bantuan (modal) ini semoga usaha saya dapat berkembang dan lancar,” ucap guru dari Kecamatan Gampengrejo itu.