Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk menghindari flexing atau pamer gaya hidup berlebihan.
Imbauan ini disampaikan dua pekan pasca kejadian perusakan dan pembakaran gedung perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri. Tepatnya saat acara doa bersama perpindahan kantor sekretariat daerah, pada Selasa (16/9).
“Kita di lingkup Pemerintah Kabupaten Kediri kalau bisa jangan sampai ada yang membuat masalah di luar sana, baik secara etika, moril maupun memamerkan gaya hidup yang berlebihan,” kata Mas Dhito.
ASN sebagai representasi pemerintah diharapkan dapat menjaga sikap baik di lingkungan maupun media sosial. Pun semua orang memiliki harapan bisa hidup sejahtera dan berkecukupan, namun capaian itu tidak perlu dipamerkan.
Mas Dhito menekankan kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri untuk lebih mengedepankan integritas dan mengutamakan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Semua hal-hal yang sifatnya strategis dan pelayanan dasar saya minta tetap berjalan jangan sampai ada catatan,” ungkapnya.
Sementara itu, rehabilitasi dan pembangunan gedung perkantoran milik Pemkab Kediri yang rusak dibakar massa pada aksi anarkis akhir Agustus 2025 itu akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur telah melakukan identifikasi dan asesmen kerusakan. Meliputi Gedung Kantor Sekretariat Daerah, Kantor DPRD, dan Gedung Kantor Bupati Kediri.
Pun pembangunan akan ditangani pusat, Mas Dhito mengingatkan kepada instansi di Pemerintah Kabupaten Kediri, khususnya Dinas PUPR maupun Perkim dan dinas terkait untuk ikut mengawasi selama proses berjalan.
“Walaupun itu dari kementerian tidak berarti kita diam,” tandasnya.
Indo-Mataraman
Saring sebelum Sharing
recent posts
- Pemkab Kediri Larang Bunyikan Pengeras Suara Bervolume Tinggi Saat Sahur Keliling
- Momen Mas Dhito Kulineran di Pasar Wates Larisi Dagangan Pedagang
- Sinergi Pemkab Kediri dan Kodim 0809, TMMD ke-127 Segera Figelar
- Lantik Lima Pejabat, Mas Dhito Berharap Kekosongan Jabatan Kadis Segera Terisi
- Pengumpulan ZIS Kembali Lampaui Target, Mas Dhito Apresiasi Keterbukaan Baznas Kabupaten Kediri
about
-

-

Kediri – Restu Romadhon sudah mulai bersekolah di SDN Kawedusan 1, Kecamatan Plosoklaten sehari pasca didatangi langsung oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Di hari pertama sekolah, dia terlihat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Restu yang mengenakan seragam pemberian Mas Dhito (sapaan akrab Bupati Hanindhito) langsung mengikuti kegiatan belajar seperti kebanyakan siswa lainnya.
Menurut wali kelas 1, Fitri Nur’Aini, Restu terbilang cepat dalam membaca meski sudah beberapa waktu tidak masuk sekolah. Pun juga dalam kemampuan untuk menulis. Fitri menilai tidak ada kendala yang dialami oleh anak berusia 8 tahun tersebut.
“Restu masih bisa menulis walupun masih sedikit kaku,” terang Fitri yang ditemui waktu jam istirahat sekolah, Selasa (16/9/2025) pagi.
Tak perlu banyak waktu bagi Restu untuk bersosialisasi dan beradaptasi dengan kegiatan sekolah. Saat istirahat, misalnya, dia langsung bermain bersama teman-teman yang baru dikenalnya menuju ke kantin bersama untuk hanya sekadar membeli jajanan.
Saat senam pagi, kata Fitri, Restu juga bersemangat dan ceria. Hal ini membuat Fitri sebagai wali kelasnya tak memiliki kendala sedikit pun untuk mendidik anak yang sekarang tinggal bersama tetangganya ini.
“Tanpa malu langsung bisa bersosialisasi (dengan siswa lain),” jelas Fitri.
Restu juga mengaku bersyukur bisa kembali bersekolah. Menurutnya, dengan kembali bersekolah dirinya bisa kembali melanjutkan kemampuan membaca dan menulisnya.
“Tadi diajari menulis, lumayan bisa,” terang Restu.
Sebelumnya, Mas Dhito menemui restu di tempat tetangganya, Mujiastuti dan Siswanto. Pasangan suami istri tersebut dititipi Restu oleh sang ayah sejak lima bulan yang lalu. Orang tua Restu sendiri dikabarkan telah berpisah. Ayahnya menjadi driver truk. Sedang ibunya berada di Bandung.
Mujiastuti dan Siswanto pun mengaku terkendala untuk menyekolahkan Restu, karena anak ini tak memiliki identitas akta kelahiran. Mas Dhito, sapaan bupati Kediri begitu mendengar kabar ini, Selasa (15/9) siang langsung ke lokasi dan memfasilitasi supaya Restu dapat kembali bersekolah.
Saat bertemu, Mas Dhito pun mengajak Restu berkomunikasi hingga diperoleh pengakuan bahwa anak tersebut dulunya pernah sekolah dan duduk di kelas 1 SD. Namun, baru masuk dua pekan, anak ini tidak melanjutkan sekolah.
“Usianya delapan tahun, terakhir SD kelas satu, mulai besuk sudah kita siapkan sekolah lagi di SD terdekat,” kata Mas Dhito pada Senin (15/9). -

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menemui seorang anak laki-laki bernama Restu yang di usianya delapan tahun belum juga sekolah seperti teman-temannya karena terkendala tak memiliki akta kelahiran.
Orang tua Restu sendiri dikabarkan telah berpisah. Ibunya pulang ke Bandung, sedang bapaknya yang berprofesi sebagai sopir truk, kerap bepergian ke luar kota untuk mengirim barang. Oleh bapaknya, sudah lima bulan anak ini dititipkan di tempat Mujiastuti dan Siswanto, pasangan suami istri yang tinggal di Dusun Dawuhan, Desa Kawedusan, Kecamatan Plosoklaten.
Mereka tidak memiliki hubungan kerabat, hanya tetangga lama sewaktu dulu tinggal di Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah. Selama tinggal bersama Mujiastuti dan Siswanto, keseharian Restu seperti anak-anak pada umumnya, dia biasa bermain bersama anak-anak tetangga seumuran.
Mujiastuti dan Siswanto pun mengaku terkendala untuk menyekolahkan Restu, karena anak ini tak memiliki identitas akta kelahiran. Mas Dhito, sapaan bupati Kediri begitu mendengar kabar ini, Senin (15/9) siang langsung ke lokasi dan memfasilitasi supaya Restu dapat kembali bersekolah.
Saat bertemu, Mas Dhito pun mengajak Restu berkomunikasi hingga diperoleh pengakuan bahwa anak tersebut dulunya pernah sekolah dan duduk di kelas 1 SD. Namun, baru masuk dua pekan, anak ini tidak melanjutkan sekolah.
“Usianya delapan tahun, terakhir SD kelas satu, mulai besuk sudah kita siapkan sekolah lagi di SD terdekat,” kata Mas Dhito.
Dalam pertemuan tersebut, Mas Dhito yang didampingi Sekda Mohamad Solikin, termasuk dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Sosial Kabupaten Kediri terus memberikan motivasi supaya Restu mau kembali bersekolah. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk sekolah pun telah disiapkan, mulai dari baju seragam, tas, sepatu, buku tulis hingga kebutuhan lainnya.
Menerima pemberian dari bupati, Restu pun terlihat sumringah karena akhirnya bisa kembali bersekolah seperti teman-temannya. Dengan antusias, anak ini pun membuka satu per satu hadiah pemberian dari Mas Dhito.
“Untuk peralatan sekolah, dan biaya sekolah semua akan kita tanggung dan biayai,” tambah Mas Dhito.
Dalam kesempatan itu pula, Mas Dhito mengaku berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada keluarga Mujiastuti beserta suami yang mau merawat Restu. Meski tidak ada hubungan keluarga, mereka dengan iklas dan kebesaran hati mau merawat Restu seperti anak sendiri.
Restu rencananya akan kembali bersekolah di SD Negeri Kawedusan I yang jaraknya tak jauh dari tempat dia tinggal. Kembalinya Restu bersekolah itu pun membawa kebahagiaan bagi Mujiastuti dan Siswanto.
“Harapannya dengan bisa sekolah, kedepannya (anak ini) bisa menjadi orang yang sukses,” doa Mujiastuti. -

Kediri – Rehabilitasi gedung perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Kediri yang mengalami kerusakan akibat dibakar massa pada akhir Agustus 2025 akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur telah melakukan identifikasi dan asesmen kerusakan Gedung Kantor Sekretariat Daerah, Kantor DPRD, dan Gedung Kantor Bupati Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut, bangunan gedung yang dinilai mengalami kerusakan berat akan diratakan dan dibangun kembali. Dari tiga gedung yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut, Kantor DPRD disebut yang bakal dirobohkan.
“Dari kementerian PU akan diratakan, maka akan ada penghapusan aset di kami. Kalau ada penghapusan aset (berarti) akan ada bangun baru, itu yang kami akan diskusikan dengan pimpinan DPRD,” kata Mas Dhito usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melihat dari dekat gedung milik Pemkab Kediri yang mengalami kerusakan, Minggu (14/9).
Dengan kondisi Kantor DPRD yang harus dirobohkan, lokasi pembangunan yang baru pun belum diketahui pasti. Pembangunan akan tetap berada satu komplek dengan Kantor Bupati atau dibangun di tempat lain.
“Kalau rencana pindah atau tidak, keputusannya ada di pimpinan DPRD, keputusan bukan di kami yang ada di eksekutif,” terang Mas Dhito.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU diminta segera membantu melakukan perbaikan fasilitas umum yang terdampak aksi.
Proses perbaikan gedung itu akan dikerjakan oleh Kementerian dan dilakukan secepatnya supaya jalannya pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Kita kerjakan full,” ungkapnya.
Bangunan-bangunan yang terdampak aksi pada akhir Agustus itu dilakukan penanganan sesuai tingkat kerusakan. Untuk Kantor DPRD karena kerusakan dinilai parah sehingga akan dirobohkan dan dilakukan pembangunan ulang.
“Kantor dewan itu musti kita robohkan kita bangun ulang dari nol, yang lain kalau bisa kita rehab kita rehab tapi kalau tidak bisa kita robohkan,” urainya.
Kabupaten Kediri, menurut dia, dari kejadian yang terjadi di berbagai daerah termasuk salah satu yang terparah mengingat bangunan yang terdampak cukup banyak. Adapun, anggaran untuk proses rehabilitasi dan pembangunan gedung yang mengalami kerusakan milik pemkab Kediri tersebut sekitar Rp100 miliar. -

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memberikan kepedulian terhadap kesejahteraan guru berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer.
Untuk membangun kemandirian ekonomi, tak sekedar mendorong untuk berwirausaha, Mas Dhito sapaan akrabnya juga memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha.
Sebanyak 242 orang guru dan tenaga pendidikan yang telah memiliki usaha mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) permodalan. Masing-masing mendapatkan Rp3 juta.
“Kita fokus guru non ASN, jadi guru-guru ini kita berikan perhatian ekstra,” kata Mas Dhito usai penyerahan bantuan secara simbolis di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (10/9) siang.
Perhatian yang diberikan Mas Dhito kepada mereka tak hanya bantuan modal. Sejak kepemimpinannya di periode pertama, Mas Dhito juga telah menyalurkan bantuan berupa tambahan insentif kepada guru ataupun pegawai non ASN.
Dengan modal usaha yang diberikan kali ini, Mas Dhito mengingatkan supaya bantuan yang diterima benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha yang telah dijalankan.
“Kita minta (bantuan ini) jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya tidak substantif,” pesan Mas Dhito.
Mereka yang mendapatkan bantuan permodalan ini memiliki usaha beragam, seperti membuka warung, jualan pakaian, toko kelontong, usaha kaki lima, jualan snack, atau pun jualan makanan di kantin.
Binti Erfa Jumala, salah satu penerima bantuan modal yang berprofesi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak (TK) mengaku telah mengabdi menjadi guru selama 21 tahun.
Selain sebagai guru, dia juga memiliki usaha catering yang telah berjalan lima tahun. Bantuan yang diterima rencananya akan dimanfaatkan untuk membeli peralatan oven tangkring.
“Sampai saat ini belum punya. Saya senang sekali mendapatkan bantuan (modal) ini semoga usaha saya dapat berkembang dan lancar,” ucap guru dari Kecamatan Gampengrejo itu. -

Kediri – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberangkatkan 20 kontingen yang akan mengikuti Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.
Mengusung tema “Generasi Unggul Beraksi Mengukir Jawa Timur Juara” dan tagline “JIWARA” atau Juang, Inspirasi, Wawasan, Aksi, Responsif, dan Apresiasi, kegiatan ini akan diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2025.
Mbak Cicha sapaan akrabnya menyebut, tema dan tagline tersebut selaras dengan semangat Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Giat prestasi ini bukan sekadar ajang lomba untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu sebagai wahana untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan sportivitas, membangun persaudaraan, serta memperkuat jati diri Pramuka yang tangguh, kreatif, dan berkarakter,” katanya dalam acara pelepasan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Selasa (9/9/2025).
Berbagai tantangan dan kompetisi yang diaelenggarakan dalam giat prestasi tersebut menurut Mbak Cicha dapat melatih pengembangan pengetahuan sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan para peserta.
Giat prestasi tersebut, sekaligus dapat memperkuat keterampilan bertahan hidup dan pengetahuan alam bagi para peserta. Hal itu sebagaimana ciri khas Pramuka yang selalu dekat dengan kehidupan alam terbuka dan meningkatkan solidaritas dan kerja tim.
“Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kuat, giat prestasi ini diharapkan dapat membentuk generasi Pramuka yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Mbak Cicha berpesan kepada para peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan kemampuan terbaik dan mengutamakan kekompakan tim. Tak kalah penting, para peserta diharapkan untuk selalu menjaga nama baik Kwartir Cabang Kabupaten Kediri.
“Ambil hikmah dan pengalaman berharga dari kegiatan ini untuk bekal di masa depan. Kami yakin, kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan pelepasan, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, Pengurus Kwartir, Rekan Dewan Kerja Cabang Kediri, serta seluruh peserta Giat Prestasi Jawa Timur. -

Kediri – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberangkatkan 20 kontingen yang akan mengikuti Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.
Mengusung tema “Generasi Unggul Beraksi Mengukir Jawa Timur Juara” dan tagline “JIWARA” atau Juang, Inspirasi, Wawasan, Aksi, Responsif, dan Apresiasi, kegiatan ini akan diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2025.
Mbak Cicha sapaan akrabnya menyebut, tema dan tagline tersebut selaras dengan semangat Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Giat prestasi ini bukan sekadar ajang lomba untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu sebagai wahana untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan sportivitas, membangun persaudaraan, serta memperkuat jati diri Pramuka yang tangguh, kreatif, dan berkarakter,” katanya dalam acara pelepasan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Selasa (9/9/2025).
Berbagai tantangan dan kompetisi yang diaelenggarakan dalam giat prestasi tersebut menurut Mbak Cicha dapat melatih pengembangan pengetahuan sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan para peserta.
Giat prestasi tersebut, sekaligus dapat memperkuat keterampilan bertahan hidup dan pengetahuan alam bagi para peserta. Hal itu sebagaimana ciri khas Pramuka yang selalu dekat dengan kehidupan alam terbuka dan meningkatkan solidaritas dan kerja tim.
“Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kuat, giat prestasi ini diharapkan dapat membentuk generasi Pramuka yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Mbak Cicha berpesan kepada para peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan kemampuan terbaik dan mengutamakan kekompakan tim. Tak kalah penting, para peserta diharapkan untuk selalu menjaga nama baik Kwartir Cabang Kabupaten Kediri.
“Ambil hikmah dan pengalaman berharga dari kegiatan ini untuk bekal di masa depan. Kami yakin, kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan pelepasan, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, Pengurus Kwartir, Rekan Dewan Kerja Cabang Kediri, serta seluruh peserta Giat Prestasi Jawa Timur. -

Kediri – Satu pekan pasca kekacauan akibat aksi anarkis pembakaran dan penjarahan aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang dilakukan massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 malam, kondisi Kabupaten Kediri berangsur kondusif.
Mempertimbangkan perkembangan kondisi yang ada, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memutuskan untuk mencabut surat edaran bupati terkait pemberlakuan jam malam bagi pelajar.
Pencabutan surat edaran itu disampaikan Mas Dhito saat menghadiri acara pengajian akbar peresmian SDI Ulumiah Al Ma’ruf, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Minggu (7/9/2025) malam.
“Saya cabut surat edaran bupati, saya tetapkan per malam ini saya nyatakan Kabupaten Kediri sudah menjadi kabupaten yang guyub rukun, adem tentrem gemah ripah loh jinawi,” kata Mas Dhito.
Dari aksi kerusuhan malam itu, selain aksi perusakan yang dilakukan, keprihatinan juga muncul karena para pelaku mayoritas merupakan kalangan pelajar setingkat SMP dan SMA.
Selain menyasar gedung pemerintahan Kabupaten Kediri, secara umum di wilayah Kediri para pelaku juga melakukan pembakaran Gedung DPRD, termasuk perusakan pos maupun kantor kepolisian.
“Gedung yang hangus terbakar itu bisa kita bangun. Arsip yang hilang bisa kita cetak kembali, bangunan yang hancur bisa kita perbaiki tapi yang menjadi persoalan mayoritas pelaku anarkisme adalah anak pelajar,” ungkapnya.
Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, tidak memberikan toleransi kepada siapapun pelaku tindakan anarkis. Dihadapan masyarakat yang hadir pada acara pengajian KH Anwar Zahid tersebut, Mas Dhito berpesan kepada semua orang tua untuk ikut mengawasi anaknya.
“Bapak ibu, saya titip betul. Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bergandengan erat dengan panjenengan semua,” ajaknya.
Mas Dhito berharap dari SDI Ulumiyah Al Ma’ruf yang diresmikan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf tersebut, nantinya lahir generasi penerus yang akan menggantikan tokoh-tokoh yang hadir dalam acara malam itu.
Gus Ipul sapaan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dalam kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinannya dengan kejadian pembakaran gedung-gedung pemerintahan yang terjadi di Kediri. Pihaknya berharap, semua elemen masyarakat untuk ikut berperan serta membangun Kabupaten Kediri.
“Saya sampaikan apresiasi kepada bapak bupati dan bapak aparat keamanan yang telah bisa segera memulihkan kembali Kabupaten Kediri,” ucapnya. -

Kediri – Pemerintah kabupaten Kediri terus melakukan inventarisir aset yang rusak maupun hilang akibat aksi anarkis pembakaran dan penjarahan yang dilakukan massa pada akhir Sabtu (30/8/2025) lalu.
Untuk rehabilitasi bangunan gedung yang mengalami kerusakan parah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan pihaknya akan mengirimkan surat permohonan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kita akan mengajukan surat ke Kementerian PU, paling tidak bisa sharing (anggaran) untuk pembangunan kantor,” kata Mas Dhito di Komplek Kantor Pemkab Kediri, Kamis (4/9/2025).
Hasil inventarisir, aksi anarkis yang dilakukan massa akhir pekan itu mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan gedung bupati. Pada gedung itu terdapat ruang kerja bupati, wakil bupati, kantor inspektorat, dan kesbangpol.
Kemudian, gedung sekretarit daerah yang digunakan untuk ruang kerja Sekda, para asisten, ruang pertemuan, termasuk beberapa bagian seperti organisasi, perekonomian, pembangunan, dan hukum. Begitu pula gedung DPRD yang berada di dalam satu komplek.
Selain tiga bagian gedung di bagian utara maupun barat yang rusak parah itu, kerusakan juga terjadi di beberapa bangunan dan gedung dalam komplek tersebut. Namun beberapa masih bisa difungsikan seperti dua gedung bagian timur untuk kantor Badan Keuangan dan Aset daerah (BPKD) maupun Dispertabun.
Kepala BPKD Erfin Fatoni menambahkan, inventarisir aset yang dilakukan dibagi dalam tiga identifikasi, yakni peralatan dan mesin kantor, kendaraan bermotor kemudian gedung dan bangunan. Proses inventarisir termasuk perhitungan dari aset yang kini telah dikembalikan.
“Sejauh ini proses inventarisir masih berjalan, untuk peralatan dan mesin sendiri data kita kemarin ada 4.723 item yang hilang,” tambahnya.
Proses pembersihan bangunan yang mengalami rusak ringan masih terus dilakukan supaya dapat digunakan untuk aktivitas bekerja. Sementara proses pembersihan dilakukan, para pegawai juga menginventarisir dokumen-dokumen yang bisa diselamatkan.
Menurut Mas Dhito, proses pembersihan sudah sekitar 50 persen dan rencananya akan diteruskan dengan kegiatan kerja bakti dengan masyarakat yang dilakukan pada Jumat (5/9) pagi.
“Kami mengundang seluruh masyarakat ke Kabupaten Kediri, siapapun, elemen apapun untuk hadir besuk jam delapan pagi, kita apel dulu karena ada ruangan-ruangan (rawan ambruk) yang tidak boleh dimasuki,” jelasnya. -

Kediri – Paska terjadi pembakaran dan penjarahan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, seluruh satuan kerja (satker) tetap bekerja secara normal. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan saat ini satker terdampak berbagi tempat dengan ruangan satker yang masih utuh.
Mas Dhito, sapaan akrabnya, menjelaskan akibat kerusuhan tersebut, gedung dan bangunan dari 18 satker yang terdampak ini sudah tidak difungsikan. Pun demikian pihaknya menyebut roda pemerintahan di Kabupaten Kediri sudah mulai berjalan normal.
“Antar OPD (yang tidak terdampak) saling memberikan ruangannya supaya bisa digunakan,” terang Mas Dhito usai mendampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto yang melakukan kunjungan di Kantor Pemkab Kediri, Kamis (4/92025).
Gedung utama yang terdampak parah seperti gedung bupati dan wakil bupati serta zona sekretariat daerah, seluruhnya akan berbagi tempat dengan area gedung Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Pendapatan Daerah, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri.
Dari pantauan di lapangan, beberapa satker masih terlihat menyelamatkan dokumen-dokumen yang tersisa. Menurut Mas Dhito proses pembersihan saat ini sekitar 50 persen.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat ikut kerja bakti dan pembersihan Kantor Pemkab Kediri pada Jumat (5/9). Harapannya, dengan adanya pembersihan bersama ini bisa membantu proses pemulihan.
Untuk pemulihan gedung-gedung, kata Mas Dhito, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna melakukan renovasi dan pembangunan gedung-gedung yang terdampak.
“Mengajukan surat ke Kementerian PU, setidaknya untuk sharing pembangunan kantor (Pemkab Kediri),” jelasnya.
Sebelumnya, Mas Dhito juga menyebutkan bahwa pelayanan publik masih terus berjalan paska kejadian tersebut. Hal ini disampaikannya saat melakukan Press Release pada Minggu (31/9) lalu.
“Untuk yang sifatnya tidak pelayanan publik, maka dizinkan untuk bekerja dari rumah,” katanya.