• Rehab Didanai Pusat, Mas Dhito Sebut Pemkab Kediri Akan Hapus Aset Gedung yang Diratakan

    Kediri – Rehabilitasi gedung perkantoran milik Pemerintah Kabupaten Kediri yang mengalami kerusakan akibat dibakar massa pada akhir Agustus 2025 akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

    Direktorat Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Timur telah melakukan identifikasi dan asesmen kerusakan Gedung Kantor Sekretariat Daerah, Kantor DPRD, dan Gedung Kantor Bupati Kediri.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebut, bangunan gedung yang dinilai mengalami kerusakan berat akan diratakan dan dibangun kembali. Dari tiga gedung yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kediri tersebut, Kantor DPRD disebut yang bakal dirobohkan.

    “Dari kementerian PU akan diratakan, maka akan ada penghapusan aset di kami. Kalau ada penghapusan aset (berarti) akan ada bangun baru, itu yang kami akan diskusikan dengan pimpinan DPRD,” kata Mas Dhito usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melihat dari dekat gedung milik Pemkab Kediri yang mengalami kerusakan, Minggu (14/9). 

    Dengan kondisi Kantor DPRD yang harus dirobohkan, lokasi pembangunan yang baru pun belum diketahui pasti. Pembangunan akan tetap berada satu komplek dengan Kantor Bupati atau dibangun di tempat lain. 

    “Kalau rencana pindah atau tidak, keputusannya ada di pimpinan DPRD, keputusan bukan di kami yang ada di eksekutif,” terang Mas Dhito.

    Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU diminta segera membantu melakukan perbaikan fasilitas umum yang terdampak aksi.

    Proses perbaikan gedung itu akan dikerjakan oleh Kementerian dan dilakukan secepatnya supaya jalannya pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.

    “Kita kerjakan full,” ungkapnya.

    Bangunan-bangunan yang terdampak aksi pada akhir Agustus itu dilakukan penanganan sesuai tingkat kerusakan. Untuk Kantor DPRD karena kerusakan dinilai parah sehingga akan dirobohkan dan dilakukan pembangunan ulang.

    “Kantor dewan itu musti kita robohkan kita bangun ulang dari nol, yang lain kalau bisa kita rehab kita rehab tapi kalau tidak bisa kita robohkan,” urainya.

    Kabupaten Kediri, menurut dia, dari kejadian yang terjadi di berbagai daerah termasuk salah satu yang terparah mengingat bangunan yang terdampak cukup banyak. Adapun, anggaran untuk proses rehabilitasi dan pembangunan gedung yang mengalami kerusakan milik pemkab Kediri tersebut sekitar Rp100 miliar.

  • Ratusan Guru Non ASN Terima Bantuan Modal Usaha dari Mas Dhito

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali memberikan kepedulian terhadap kesejahteraan guru berstatus non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer.

    Untuk membangun kemandirian ekonomi, tak sekedar mendorong untuk berwirausaha, Mas Dhito sapaan akrabnya juga memberikan bantuan modal untuk pengembangan usaha.

    Sebanyak 242 orang guru dan tenaga pendidikan yang telah memiliki usaha mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) permodalan. Masing-masing mendapatkan Rp3 juta.

    “Kita fokus guru non ASN, jadi guru-guru ini kita berikan perhatian ekstra,” kata Mas Dhito usai penyerahan bantuan secara simbolis di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (10/9) siang.

    Perhatian yang diberikan Mas Dhito kepada mereka tak hanya bantuan modal. Sejak kepemimpinannya di periode pertama, Mas Dhito juga telah menyalurkan bantuan berupa tambahan insentif kepada guru ataupun pegawai non ASN.

    Dengan modal usaha yang diberikan kali ini, Mas Dhito mengingatkan supaya bantuan yang diterima benar-benar bisa dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha yang telah dijalankan.

    “Kita minta (bantuan ini) jangan digunakan untuk hal-hal yang sifatnya tidak substantif,” pesan Mas Dhito.

    Mereka yang mendapatkan bantuan permodalan ini memiliki usaha beragam, seperti membuka warung, jualan pakaian, toko kelontong, usaha kaki lima, jualan snack, atau pun jualan makanan di kantin.

    Binti Erfa Jumala, salah satu penerima bantuan modal yang berprofesi sebagai pengajar Taman Kanak-Kanak (TK) mengaku telah mengabdi menjadi guru selama 21 tahun.

    Selain sebagai guru, dia juga memiliki usaha catering yang telah berjalan lima tahun. Bantuan yang diterima rencananya akan dimanfaatkan untuk membeli peralatan oven tangkring.

    “Sampai saat ini belum punya. Saya senang sekali mendapatkan bantuan (modal) ini semoga usaha saya dapat berkembang dan lancar,” ucap guru dari Kecamatan Gampengrejo itu.

  • Beri Wadah Generasi Muda Pramuka Bertumbuh, Mbak Cicha Berangkatkan 20 Kontingen Giat Prestasi 2025



    Kediri – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberangkatkan 20 kontingen yang akan mengikuti Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.

    Mengusung tema “Generasi Unggul Beraksi Mengukir Jawa Timur Juara” dan tagline “JIWARA” atau Juang, Inspirasi, Wawasan, Aksi, Responsif, dan Apresiasi, kegiatan ini akan diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2025.

    Mbak Cicha sapaan akrabnya menyebut, tema dan tagline tersebut selaras dengan semangat Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

    “Giat prestasi ini bukan sekadar ajang lomba untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu sebagai wahana untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan sportivitas, membangun persaudaraan, serta memperkuat jati diri Pramuka yang tangguh, kreatif, dan berkarakter,” katanya dalam acara pelepasan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Selasa (9/9/2025).

    Berbagai tantangan dan kompetisi yang diaelenggarakan dalam giat prestasi tersebut menurut Mbak Cicha dapat melatih pengembangan pengetahuan sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan para peserta.

    Giat prestasi tersebut, sekaligus dapat memperkuat keterampilan bertahan hidup dan pengetahuan alam bagi para peserta. Hal itu sebagaimana ciri khas Pramuka yang selalu dekat dengan kehidupan alam terbuka dan meningkatkan solidaritas dan kerja tim.

    “Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kuat, giat prestasi ini diharapkan dapat membentuk generasi Pramuka yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

    Mbak Cicha berpesan kepada para peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan kemampuan terbaik dan mengutamakan kekompakan tim. Tak kalah penting, para peserta diharapkan untuk selalu menjaga nama baik Kwartir Cabang Kabupaten Kediri.

    “Ambil hikmah dan pengalaman berharga dari kegiatan ini untuk bekal di masa depan. Kami yakin, kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” tandasnya.

    Turut hadir dalam kegiatan pelepasan,  perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, Pengurus Kwartir, Rekan Dewan Kerja Cabang Kediri, serta seluruh peserta Giat Prestasi Jawa Timur.

  • Beri Wadah Generasi Muda Pramuka Bertumbuh, Mbak Cicha Berangkatkan 20 Kontingen Giat Prestasi 2025



    Kediri – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito memberangkatkan 20 kontingen yang akan mengikuti Giat Prestasi Pramuka Penegak Jawa Timur 2025 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Malang.

    Mengusung tema “Generasi Unggul Beraksi Mengukir Jawa Timur Juara” dan tagline “JIWARA” atau Juang, Inspirasi, Wawasan, Aksi, Responsif, dan Apresiasi, kegiatan ini akan diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2025.

    Mbak Cicha sapaan akrabnya menyebut, tema dan tagline tersebut selaras dengan semangat Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, kreatif, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

    “Giat prestasi ini bukan sekadar ajang lomba untuk mencari juara, tetapi lebih dari itu sebagai wahana untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan sportivitas, membangun persaudaraan, serta memperkuat jati diri Pramuka yang tangguh, kreatif, dan berkarakter,” katanya dalam acara pelepasan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Selasa (9/9/2025).

    Berbagai tantangan dan kompetisi yang diaelenggarakan dalam giat prestasi tersebut menurut Mbak Cicha dapat melatih pengembangan pengetahuan sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan para peserta.

    Giat prestasi tersebut, sekaligus dapat memperkuat keterampilan bertahan hidup dan pengetahuan alam bagi para peserta. Hal itu sebagaimana ciri khas Pramuka yang selalu dekat dengan kehidupan alam terbuka dan meningkatkan solidaritas dan kerja tim.

    “Dengan bekal pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kuat, giat prestasi ini diharapkan dapat membentuk generasi Pramuka yang siap menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

    Mbak Cicha berpesan kepada para peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan kemampuan terbaik dan mengutamakan kekompakan tim. Tak kalah penting, para peserta diharapkan untuk selalu menjaga nama baik Kwartir Cabang Kabupaten Kediri.

    “Ambil hikmah dan pengalaman berharga dari kegiatan ini untuk bekal di masa depan. Kami yakin, kontingen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Dasa Darma Pramuka,” tandasnya.

    Turut hadir dalam kegiatan pelepasan,  perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz, Pengurus Kwartir, Rekan Dewan Kerja Cabang Kediri, serta seluruh peserta Giat Prestasi Jawa Timur.

  • Situasi Kembali Kondusif, Mas Dhito Cabut Surat Edaran Jam Malam Pelajar



    Kediri – Satu pekan pasca kekacauan akibat  aksi anarkis pembakaran dan penjarahan aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang dilakukan massa pada Sabtu, 30 Agustus 2025 malam, kondisi Kabupaten Kediri berangsur kondusif.

    Mempertimbangkan perkembangan kondisi yang ada, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memutuskan untuk mencabut surat edaran bupati terkait pemberlakuan jam malam bagi pelajar.

    Pencabutan surat edaran itu disampaikan Mas Dhito saat menghadiri acara pengajian akbar peresmian SDI Ulumiah Al Ma’ruf, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Minggu (7/9/2025) malam.

    “Saya cabut surat edaran bupati, saya tetapkan per malam ini saya nyatakan Kabupaten Kediri sudah menjadi kabupaten yang guyub rukun, adem tentrem gemah ripah loh jinawi,” kata Mas Dhito.

    Dari aksi kerusuhan malam itu, selain aksi perusakan yang dilakukan, keprihatinan juga muncul karena para pelaku mayoritas merupakan kalangan pelajar setingkat SMP dan SMA.

    Selain menyasar gedung pemerintahan Kabupaten Kediri, secara umum di wilayah Kediri para pelaku juga melakukan pembakaran Gedung DPRD, termasuk perusakan pos maupun kantor kepolisian.

    “Gedung yang hangus terbakar itu bisa kita bangun. Arsip yang hilang bisa kita cetak kembali, bangunan yang hancur bisa kita perbaiki tapi yang menjadi persoalan mayoritas pelaku anarkisme adalah anak pelajar,” ungkapnya.

    Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, tidak memberikan toleransi kepada siapapun pelaku tindakan anarkis. Dihadapan masyarakat yang hadir pada acara pengajian KH Anwar Zahid tersebut, Mas Dhito berpesan kepada semua orang tua untuk ikut mengawasi anaknya.

    “Bapak ibu, saya titip betul. Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bergandengan erat dengan panjenengan semua,” ajaknya.

    Mas Dhito berharap dari SDI Ulumiyah Al Ma’ruf yang diresmikan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf tersebut, nantinya lahir generasi penerus yang akan menggantikan tokoh-tokoh yang hadir dalam acara malam itu.

    Gus Ipul sapaan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dalam kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinannya dengan kejadian pembakaran gedung-gedung pemerintahan yang terjadi di Kediri. Pihaknya berharap, semua elemen masyarakat untuk ikut berperan serta membangun Kabupaten Kediri.

    “Saya sampaikan apresiasi kepada bapak bupati dan bapak aparat keamanan yang telah bisa segera memulihkan kembali Kabupaten Kediri,” ucapnya.

  • Mas Dhito Ajukan Surat Permohonan Pembangunan Gedung ke Kementerian PU



    Kediri – Pemerintah kabupaten Kediri terus melakukan inventarisir aset yang rusak maupun hilang akibat aksi anarkis pembakaran dan penjarahan yang dilakukan massa pada akhir Sabtu (30/8/2025) lalu. 

    Untuk rehabilitasi bangunan gedung yang mengalami kerusakan parah, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyampaikan pihaknya akan mengirimkan surat permohonan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum.

    “Kita akan mengajukan surat ke Kementerian PU, paling tidak bisa sharing (anggaran) untuk pembangunan kantor,” kata Mas Dhito di Komplek Kantor Pemkab Kediri, Kamis (4/9/2025).

    Hasil inventarisir, aksi anarkis yang dilakukan massa akhir pekan itu mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan gedung bupati. Pada gedung itu terdapat ruang kerja bupati, wakil bupati, kantor inspektorat, dan kesbangpol.

    Kemudian, gedung sekretarit daerah yang digunakan untuk ruang kerja Sekda, para asisten, ruang pertemuan, termasuk beberapa bagian seperti organisasi, perekonomian, pembangunan, dan hukum. Begitu pula gedung DPRD yang berada di dalam satu komplek.

    Selain tiga bagian gedung di bagian utara maupun barat yang rusak parah itu, kerusakan juga terjadi di beberapa bangunan dan gedung dalam komplek tersebut. Namun beberapa masih bisa difungsikan seperti dua gedung bagian timur untuk kantor Badan Keuangan dan Aset daerah (BPKD) maupun Dispertabun.

    Kepala BPKD Erfin Fatoni menambahkan, inventarisir aset yang dilakukan dibagi dalam tiga identifikasi, yakni peralatan dan mesin kantor, kendaraan bermotor kemudian gedung dan bangunan.  Proses inventarisir termasuk perhitungan dari aset yang kini telah dikembalikan.

    “Sejauh ini proses inventarisir masih berjalan, untuk peralatan dan mesin sendiri data kita kemarin ada 4.723 item yang hilang,” tambahnya.

    Proses pembersihan bangunan yang mengalami rusak ringan masih terus dilakukan supaya dapat digunakan untuk aktivitas bekerja.  Sementara proses pembersihan dilakukan, para pegawai juga menginventarisir dokumen-dokumen yang bisa diselamatkan.
    Menurut Mas Dhito, proses pembersihan sudah sekitar 50 persen dan rencananya akan diteruskan dengan kegiatan kerja bakti dengan masyarakat yang dilakukan pada Jumat (5/9) pagi.

    “Kami mengundang seluruh masyarakat ke Kabupaten Kediri, siapapun, elemen apapun untuk hadir besuk jam delapan pagi, kita apel dulu karena ada ruangan-ruangan (rawan ambruk) yang tidak boleh dimasuki,” jelasnya.

  • Paska Kejadian Penjarahan, Mas Dhito : Seluruh Satker Sudah Bekerja Normal



    Kediri –  Paska terjadi pembakaran dan penjarahan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, seluruh satuan kerja (satker) tetap bekerja secara normal. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyebutkan saat ini satker terdampak berbagi tempat dengan ruangan satker yang masih utuh.

    Mas Dhito, sapaan akrabnya, menjelaskan akibat kerusuhan tersebut, gedung dan bangunan dari 18 satker yang terdampak ini sudah tidak difungsikan. Pun demikian pihaknya menyebut roda pemerintahan di Kabupaten Kediri sudah mulai berjalan normal.

    “Antar OPD (yang tidak terdampak) saling memberikan ruangannya supaya bisa digunakan,” terang Mas Dhito usai mendampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto yang melakukan kunjungan di Kantor Pemkab Kediri, Kamis (4/92025).

    Gedung utama yang terdampak parah seperti gedung bupati dan wakil bupati serta zona sekretariat daerah, seluruhnya akan berbagi tempat dengan area gedung Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD),  Badan Pendapatan Daerah, serta Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri.

    Dari pantauan di lapangan, beberapa satker masih terlihat menyelamatkan dokumen-dokumen yang tersisa. Menurut Mas Dhito proses pembersihan saat ini sekitar 50 persen.

    Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat ikut kerja bakti dan pembersihan Kantor Pemkab Kediri pada Jumat (5/9). Harapannya, dengan adanya pembersihan bersama ini bisa membantu proses pemulihan.

    Untuk pemulihan gedung-gedung, kata Mas Dhito, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna melakukan renovasi dan pembangunan gedung-gedung yang terdampak.

    “Mengajukan surat ke Kementerian PU, setidaknya untuk sharing pembangunan kantor (Pemkab Kediri),” jelasnya.

    Sebelumnya, Mas Dhito juga menyebutkan bahwa pelayanan publik masih terus berjalan paska kejadian tersebut. Hal ini disampaikannya saat melakukan Press Release pada Minggu (31/9) lalu.

    “Untuk yang sifatnya tidak pelayanan publik, maka dizinkan untuk bekerja dari rumah,” katanya.

  • Fragmen Kepala Ganesha yang Hilang Ditemukan



    Kediri – Benda peninggalan budaya koleksi Museum Bagawanta Bhari, fragmen Kepala Ganesha yang hilang dalam aksi pembakaran dan penjarahan di Komplek Kantor Pemkab Kediri ditemukan.

    Fragmen Kepala Ganesha itu ditemukan Ahmad Rifki Fahrudin dan Salman Alfarizzi, dua pelajar SMK Negeri 1 Ngasem di sekitar lokasi parkiran motor dekat sekolahnya, Kamis (4/9/2025) pagi.

    Begitu mengetahui dari media sosial benda yang ditemukan merupakan fragmen Kepala Ganesha yang hilang, siang harinya keduanya menyerahkan penemuannya itu ke Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mewakili Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi tindakan yang dilakukan kedua pelajar itu.

    “Memang adik-adik ini memiliki sifat yang baik, mereka mau mengantarkan ke sini,” kata Mustika.

    Menurut Mustika, Fragmen Kepala Ganesha yang telah kembali itu tidak mengalami kerusakan. Berkaca dari kejadian yang terjadi, sebagaimana arahan bupati, diharapkan nantinya semua benda-benda budaya yang ada dapat disimpan di museum yang lebih representatif dan aman.

    Museum yang dimaksud berada di Jalan Totok Kerot, Menang, Kecamatan Pagu tak jauh dari petilasan Sri Aji Joyoboyo. Di museum tersebut nantinya benda peninggalan budaya akan ditata berdasarkan story line.

    “Sementara (fragmen Kepala Ganesha) kita amankan dahulu, karena lokasi di sini tidak memungkinkan, karena itu sifatnya portable (mudah diangkat) kalau tetap di sini saya kira sangat rawan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ahmad Rifki Fahrudin, pelajar yang menemukan Fragmen Kepala Ganesha itu menceritakan, semula dia belum tau barang yang dilihat merupakan benda budaya yang hilang dan selama ini dicari. Hanya saja bentuknya berbeda dengan batu lain yang ada di sekitar.

    “Saya tanya ke tukang parkir apa itu arca dia juga tidak tahu,” terangnya.

    Sepulang sekolah, benda yang dilihat tadi pun masih tetap berada di lokasi semula. Karena penasaran, di rumah dia pun mencoba mencari petunjuk di internet maupun media sosial.

    Dari sana, dia baru mengetahui, bahwa benda yang dia lihat merupakan fragmen Kepala Ganesha yang hilang. Pelajar kelas XI itu pun lantas menghubungi ibunya yang merupakan pegawai di Pemkab Kediri.

    “Kebetulan lihat di tiktok menyebutkan kalau itu arca kepala Ganesha yang selama ini dicari-cari,” pungkasnya.

  • Mahasiswa Asal Klaten Ditangkap di Tulungagung, Diduga Jadi Provokator dan Pelaku Pelemparan Molotov di Kediri

    Tulungagung – Seorang mahasiswa berinisial CK (27), yang berasal dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditangkap oleh jajaran Polres Tulungagung. CK, yang tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ilmu kesehatan di Kediri, diduga kuat sebagai provokator yang berencana menciptakan kerusuhan dalam sebuah aksi unjuk rasa.
    Penangkapan terhadap CK dilakukan di sebuah hotel di Tulungagung. Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi, pelaku telah berada di kota tersebut selama tiga hari terakhir. Selama itu, ia aktif melakukan provokasi kepada masyarakat di tempat-tempat umum seperti warung kopi, mengajak mereka untuk ikut dalam demonstrasi dan melakukan tindakan anarkis.
    “CK telah berada di Tulungagung selama tiga hari, mendatangi warung-warung kopi dan memprovokasi warga,” jelas AKBP M Taat Resdi pada hari Kamis (4/9/2025).
    Lebih lanjut, hasil penyelidikan mengungkap keterlibatan CK dalam insiden pelemparan bom molotov di depan Markas Polres Kediri Kota pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Dari pengembangan kasus ini, polisi berhasil mengamankan satu tersangka lain, MSA (24), seorang warga Jakarta Timur. Dalam aksi di Kediri, MSA diketahui berperan menyulut bom molotov yang kemudian dilemparkan oleh CK.
    “MSA juga berencana datang ke Tulungagung untuk membuat kerusuhan, namun berhasil kami amankan terlebih dahulu di Kediri,” tambah Kapolres.
    Kedua tersangka kini telah diserahkan ke Polres Kediri Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
    Penangkapan kedua terduga pelaku ini berimbas pada pembatalan rencana aksi unjuk rasa yang sedianya akan digelar hari ini di Tulungagung. Setelah pertemuan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan koordinator aksi, tercapai kesepakatan untuk menunda demonstrasi hingga situasi kembali kondusif.
    “Meskipun aksi unjuk rasa batal, kami tetap memberlakukan pengamanan secara ketat,” tutup Kapolres.

    Sumber artikel dan gambar: https://beritajatim.com/polres-tulungagung-tangkap-terduga-provokator-demo-rusuh-mahasiswa-kesehatan-kediri-asal-klaten

  • Temui Tersangka Aksi Kericuhan dan Penjarahan, Ini Pesan Mas Dhito



    Kediri – Pasca aksi pembakaran dan penjarahan di komplek Kantor Pemkab Kediri, Bupati Hanindhito pada Rabu (3/9/2025) siang mendatangi Polres Kediri dan bertemu dengan orang-orang yang telah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Setidaknya ada 28 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tak hanya warga Kabupaten Kediri, namun juga datang dari daerah lain. Bahkan, para tersangka yang berasal dari Kabupaten Nganjuk diketahui datang secara berkelompok menggunakan mobil pick up.

    “Kedatangan saya ke sini untuk berkoordinasi intens dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres karena ada informasi akan ada aksi lanjutan. Kemudian kedua untuk melihat proses hukum yang ada di Polres Kediri,” kata Mas Dhito didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji bersama Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama.

    Ketika bertemu para tersangka, Mas Dhito pun sempat mengajak mereka berkomunikasi. Terlihat rasa kekecewaan, terlebih sebagian merupakan warga kabupaten yang semestinya ikut menjaga justru terlibat perusakan dan penjarahan.

    Terkait aksi lanjutan, disebutkan Mas Dhito berdasarkan informasi aksi tersebut akan dilakukan kalangan mahasiswa maupun orang-orang yang memang ingin menyampaikan pendapat. Tidak seperti aksi Sabtu lalu, dimana massa yang datang tanpa orasi namun langsung melakukan perusakan. 

    Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji dalam kesempatan yang sama menambahkan, dari 123 orang yang berhasil diamankan pasca kejadian, 28 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dimana 14 diantaranya masih dibawah umur.

    “Kemarin, hari Selasa siang kita juga sudah amankan kembali 26 orang lainnya dan saat ini masih menjalani  proses pemeriksaan untuk menentukan mana yang (terlibat maupun) tidak terlibat tindak pidana,” terangnya.

    Sementara itu, setelah disebarkan imbauan kepada masyarakat luas, pengembalian barang jarahan pun terus berjalan baik melalui pemerintah desa maupun langsung ke Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri. Bahkan, ada pula yang mengembalikan langsung ke Kantor Pemkab Kediri dan menyerahkan kepada Mas Dhito.

    “Kalau mengembalikan barang-barang jarahan tersebut maka dipastikan tidak akan diproses hukum, kecuali masuk dalam kategori provokator atau aktor intelektual dibalik kericuhan ini,” tegas Mas Dhito.