• Kejurnas Horseback Archery 2025 Digelar di Kawasan Wisata Gunung Kelud

    Kediri – Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Horseback Archery 2025 yang digelar di Kawasan Wisata Gunung Kelud. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 6-7 Desember 2025 dan diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Mohammad Solikin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sehingga Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah pada kejuaraan Horseback Archery 2025.

    “Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen. Terima kasih karena Kabupaten Kediri telah dipilih menjadi tuan rumah Kejurnas ini,” katanya saat pembukaan acara Sabtu (6/12).

    Persiapan Kejurnas teeebut, menurut dia dilakukan dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun berkat sinergi seluruh pihak, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

    Kejurnas Horseback Archery 2025, lanjutnya, disebut sebagai momentum penting dalam pengembangan sport tourism di Kabupaten Kediri.

    “SemogaIa event ini dapat diagendakan secara rutin untuk memperkuat sektor pariwisata daerah,” pesan Mas Dhito yang dibacakan Sekda.

    Ketua Komisi Horseback Archery PP Pordasi Deri Asta menyebutkan bahwa Kejurnas 2025 diikuti 72 atlet dari 17 provinsi. Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri atas dukungan fasilitas dan infrastruktur sehingga seluruh kebutuhan dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

    “Ini merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan Kejurnas Horseback Archery di Indonesia,” ungkapnya.

    Ketua Umum PP Pordasi Aryo Djojohadikusumo menyebut Kejurnas tersebut menjadi bagian dari pembinaan atlet menuju level internasional. Untuk itu, pihaknya mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan atlet dan kuda selama pertandingan.

    “Yang terbaik akan kami dukung untuk mewakili Indonesia di ajang dunia,” tegasnya.

    Sementara itu, Ketua Pordasi Jawa Timur, Sentot Jamaludin menambahkan, penyelenggaraan Kejurnas di Gunung Kelud melibatkan beberapa komisi di bawah PP Pordasi.

    “Hari ini PP Pordasi juga menggelar Kejurnas Prospek Horseback Archery dengan peserta 230 orang dari berbagai provinsi,” jelasnya.

    Nomor yang dipertandingkan meliputi memanah di atas kuda dan memanah di darat (on ground). Dengan pemilihan Kabupaten Kediri sebagai lokasi kejurnas pihaknya berharap dapat memperkuat citra Kabupaten Kediri sebagai destinasi sport tourism di tingkat nasional.

  • Pemkab Kediri Gelar Dialog HUT Korpri ke-54, Fokus pada Penguatan Disiplin dan ASN BerAKHLAK

    Kediri – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar acara diialog dan sarasehan yang berlokasi di Ruang Auditorium Gedung A Lantai 3 RSUD SLG, Rabu (3/12).

    Mengusung tema “Pembinaan Disiplin, Wawasan Kebangsaan, dan Jiwa Korps Korpri dalam Mewujudkan ASN BerAKHLAK” acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri sekaligus Dewan Pembina Korpri, Mohamad Solikin.

    Pihaknya menegaskan pentingnya penguatan jiwa korps serta implementasi nilai-nilai ASN Berakhlak sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Menurutnya, ASN harus mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    “Orientasi pelayanan harus menjadi prinsip dasar setiap ASN, disertai akuntabilitas, loyalitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, nilai-nilai berAKHLAK harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” katanya.

    Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Kediri, Kurniawati Asmara yang membawakan materi penegakan disiplin pegawai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri.

    Dalam paparannya, Kurniawati menjelaskan ketentuan regulasi terkait penegakan disiplin, mekanisme pengawasan, dan upaya pencegahan pelanggaran di lingkungan kerja.

    Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Kediri, Yuli Marwanto berharap kegiatan tersebut dapat memperkokoh jiwa korps dan mempererat persatuan antar anggota Korpri. Pihaknya juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi ASN dalam melayani masyarakat, termasuk menerima kritik sebagai konsekuensi pelayanan publik.

    “ASN harus siap menghadapi kritik dan tetap profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

    Sebagaimana diketahui, kegiatan dialog dan sarasehan tersebut diikuti oleh kepala perangkat daerah, camat, Direktur RSUD, dan sekretaris desa ASN. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap terbangun kesamaan persepsi dalam memperkuat disiplin, wawasan kebangsaan, dan soliditas Korpri.

  • Pemkab Kediri dan PKK Beri Ruang Anak Berkebutuhan Khusus Kembangkan Potensi Diri Lewat Camping Day

    Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri menggelar Camping Day 2025 dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

    Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Belakang Kantor Pemkab Kediri pada Rabu (3/12) ini diikuti sekitar 300 anak berkebutuhan khusus dari berbagai SLB di Kabupaten Kediri.

    Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Anissa Hanindhito atau Mbak Cicha, melalui Ketua Pokja 1 Dyah Saktiana menyampaikan, Camping Day 2025 menjadi ruang bagi anak-anak disabilitas untuk mendapatkan akses dan kesempatan yang setara.

    “Kegiatan ini diinisiasi Mbak Cicha untuk membantu anak-anak memperluas pengalaman, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan kemampuan sosial dan emosional,” katanya.

    Tim Penggerak PKK, lanjut dia, juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan bagi tumbuh kembang anak disabilitas. Dia menyebut bahwa setiap anak memiliki potensi besar apabila diberi ruang untuk berkembang.

    “Anak-anak penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama besarnya dengan anak lainnya ketika diberikan ruang untuk berkembang,” ungkapnya.

    Camping Day 2025 menghadirkan pelatihan inklusif yang berfokus pada penguatan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Anak-anak juga dilatih membangun kekompakan melalui berbagai lomba kelompok.

    Beberapa kegiatan yang diikuti peserta antara lain pioneering (membuat tandu darurat), Lomba Baris Berbaris (LBB), dan mendirikan tenda. Seluruh peserta juga menerima tas sekolah sebagai bentuk dukungan pendidikan.

    Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto menyampaikan, kegiatan Camping Day 2025 ini diharapkan dapat membentuk mental dan karakter anak agar lebih siap dan percaya diri.

    “Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak disabilitas untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam belajar dan beraktivitas seperti anak lainnya,” jelas Ariyanto.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamad Muhsin yang hadir dalam acara itu juga terlihat memberikan dukungan dan menegaskan pentingnya keberlanjutan program inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

  • Menuju Generasi Emas 2045, Pemkab Kediri Bareng TP PKK Gelar Lomba Cipta Menu Ikan 2025

    Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan bersama Tim Penggerak PKK menggelar Lomba Cipta Menu Ikan 2025. Kegiatan yang digelar di Gedung Bagawanta Bhari ini menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional ke-25.

    Pada lomba tahun ini, 26 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan di Kabupaten Kediri ditantang untuk menyajikan kreasi menu berbahan dasar ikan air tawar lokal, seperti gurame, patin, dan nila.

    Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, namun juga sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan.

    “Lomba ini bertujuan agar para ibu dapat menghadirkan variasi menu ikan yang menarik sehingga keluarga tidak merasa bosan. Harapannya, kreasi ini dapat mendorong peningkatan konsumsi ikan, terutama pada anak-anak,” katanya.

    Nur Hafid menerangkan, dalam perlombaan ini kriteria penilaian mengikuti prinsip B2SAH (Beragam, Bergizi Seimbang, Aman dan Halal), dengan komposisi ikan minimal 30 persen pada setiap menu.

    Selain mendorong konsumsi ikan, kegiatan ini juga sekaligus mengangkat potensi lokal berupa ikan air tawar Kabupaten Kediri.

    “Ke depan, juara dari Kabupaten Kediri akan kami bawa untuk mengikuti lomba tingkat provinsi, bahkan jika memungkinkan hingga tingkat nasional,” tambahnya.

    Perlombaan diawali dengan penyajian menu kudapan, kemudian dilanjutkan dengan menu utama yang seluruhnya wajib menggunakan bahan dasar ikan air tawar tanpa tambahan penyedap buatan.

    Dengan pengalaman dan keterampilan memasak yang dimiliki, para peserta berlomba-lomba menampilkan inovasi sajian sehat dan bergizi sebagai menu yang dapat diaplikasikan dalam hidangan keluarga sehari-hari.

    Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito melalui Rumiati selaku Pokja 3 menyampaikan, lomba tahun ini mengusung tema ‘Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045’.

    Tema tersebut dipilih untuk memperkuat komitmen Kabupaten Kediri dalam menekan angka stunting melalui peningkatan konsumsi protein hewani.

    “Ikan adalah sumber protein penting untuk pertumbuhan, terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dengan keluarga yang sehat, angka stunting dapat ditekan dan target Generasi Emas 2045 dapat tercapai,” urainya.

    Pada lomba yang diadakan Dinas Perikanan bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri ini, Juara I diraih oleh tim Kecamatan Kayen Kidul dengan sajian andalan Sultan Patin dan Sushi Patin.

  • Lewat Profiling, Mas Dhito Petakan Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mendorong peningkatan kompetensi pegawai, tak terkecuali para guru. Memetakan tingkat kompetensi guru, Pemerintah Kabupaten Kediri menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF) melakukan profiling terhadap guru-guru mulai tingkat SD dan SMP.

    “Kita melakukan profiling kepada 7200 guru, baik negeri maupun swasta,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini dalam acara pembukaan profiling guru yang berlokasi di SMP Negeri 3 Grogol, Senin (1/12/2025).

    Melalui profiling ini akan mengidentifikasi sejauhmana kompetensi tiap guru, baik pengetahuan, keterampilan, kekuatan yang sudah dimiliki serta hal-hal yang sekiranya menjadi kelemahan dan perlu dilakukan pengembangan. Hasil dari profiling tersebut, secara umum dapat menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan utamanya pada sektor pendidikan.

    “Tujuannya supaya pemerintah kabupaten ini punya data, jadi kalau mengambil keputusan di bidang pendidikan kita berdasarkan data, itu yang kita harapkan,” bebernya.

    Mas Dhito menekankan, ke depan diharapkan terjadi pemerataan kompetensi guru di tiap sekolah. Dengan begitu akan terwujud mutu pendidikan yang setara sehingga semua sekolah di Kabupaten Kediri akan menjadi sekolah yang layak dan favorit.

    Pembukaan profiling tersebut diikuti sekitar 200 guru perwakilan dari sekolah-sekolah di 26 Kecamatan. Head of Development PSF Juliana menyebutkan, ada empat kompetensi yang akan dilakukan dalam profiling tersebut, yakni pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian.

    “Kurang lebih ada sekitar 40 soal yang mencerminkan indikator dari setiap kompetensi,” ungkapnya.

    Selain itu, lanjut Juliana, pihaknya juga akan melihat sejauhmana keterampilan atau softskill para guru. Misalnya, integritas, kemampuan berkolaborasi, kemampuan sosial, maupun berkomunikasi.

    “Dari data ini kemudian akan diidentifikasi dan dianalisa baik dari sisi pengetahuan, implementasi, evaluasi hingga kemampuan guru dalam berkolaborasi dan berbagi praktik baik,” terangnya.

  • Nribun Bareng Gading Marten, Mas Dhito Berharap Persik Terus Tuai Kemenangan

    Kediri – Dewan Pembina Persik Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap kemenangan macan putih atas Semen Padang jadi kunci kemenangan selanjutnya.

    Menurut Mas Dhito optimisme ini harus kembali muncul bagi Macan Putih, setelah dalam 5 laga terakhir persik hanya menuai tiga kali kekalahan dan 2 kali imbang.

    “Akhirnya persik menang lagi,” terang Mas Dhito usai melihat pertandingan Persik menjamu Semen Padang di Stadion Brawijaya pada Kamis 27 November 2025.

    Saat menonton pertandingan tersebut, Mas Dhito terlihat nribun bareng Presiden Persik Kediri, Gading Marten. Keduanya nampak mengenakan baju bernuansa hitam dengan logo Persik dengan dua bintang di atasnya.

    Pria yang juga Bupati Kediri ini berharap, permainan klub yang dikapteni oleh Ezra Walian ini bisa menuai hasil positif sehingga bisa terkerek ke papan atas klasemen.

    “Kita doakan semoga pertandingan persik berikutnya menang terus,” ujar Mas Dhito.

    Bermain di kandang sendiri, Macan Putih menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Goal perdana diciptakan oleh tandukan Jose Enrique lewat asis gemilang sang kapten pada menit 16.

    Tak puas hanya berikan asis, Ezra Walian menyusul dengan mencetak goal pada menit 34. Dengan goal pemain nomor punggung 10 itu, membawa Persik unggul 2 – 0 hingga turun minum.

    Dibabak kedua, kedua tim saling ngotot untuk mencetak goal. Dengan kondisi ini, Macan Putih justru kebobolan melalui Samuel Christianson pada menit 77.

    Hasil 2-1 ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang dan membawa Persik Kediri meraih 3 poin. Saat berita ini ditulis, Persik masih bertengger di klasemen 11 Liga Super Indonesia.

  • Mas Dhito Bersama Pimpinan DPRD Tandatangani Persetujuan Raperda APBD 2026

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Kediri menandatangani berita acara persetujuan bersama Raperda APBD 2026 dalam sidang paripurna yang digelar, Rabu (26/11/2025) siang.

    “Tadi telah disepakati bersama, kekuatan anggaran kita di 2026 Rp3,3 triliun, harapannya dengan kekuatan anggaran itu dapat berdampak kepada masyarakat,” kata Mas Dhito.

    Secara umum Raperda APBD 2026, pendapatan daerah Rp3.092.312.288.416, belanja daerah sebesar Rp3.298.595.617.436. Kemudian, pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah Rp235.960.748.376 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp29.677.419.356.

    Persetujuan bersama atas Raperda APBD 2026 tersebut, selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sebelum nantinya ditetapkan sebagai Perda.

    Menurut Mas Dhito, 2025 menjadi tahun yang penuh tantangan, selain adanya pemotongan dana transfer kas daerah, pada akhir Agustus lalu gedung Pemerintah Kabupaten Kediri termasuk gedung DPRD menjadi sasaran pembakaran.

    Atas kondisi yang terjadi itu tentunya menjadikan tahun 2026 harus ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan. Pun demikian, tantangan yang dihadapi, lanjut Mas Dhito, bukan menjadi alasan untuk mengurangi komitmen pemerintah daerah dalam melayani dan bekerja untuk mensejahterakan masyarakat.

    Pihaknya mengapresiasi kepada kalangan legislatif yang selama ini telah bekerjasama dengan baik dan mendukung program yang dijalankan pemerintah daerah.

    “Kami di pemerintah Kabupaten Kediri dan teman-teman di DPRD tidak mengeluhkan soal turunnya transfer kas daerah, tapi kami menikmati apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat dan menjalankan apa yang menjadi kebijakan bapak presiden,” tandasnya.

  • Mas Dhito Resmikan Daycare Padmakara, Fasilitas Pengasuhan Anak Pegawai Pemkab Kediri

    Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan pendirian Daycare Padmakara, fasilitas pengasuhan anak-anak pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (25/11/2025).

    Daycare Padmakara yang diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito ini menjadi solusi bagi para pegawai pemerintah yang membutuhkan pengasuhan anak selagi ditinggal bekerja.

    Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Katang, Ngasem Daycare Padmakara ini buka layanan setiap hari kerja. Senin-Kamis buka pukul 07.00 – 14.00 WIB, kemudian Jumat pukul 07.00 – 15.00 WIB.

    “Kita siapkan Daycare ini untuk pegawai Pemkab,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini.

    Adanya Daycare Padmakara ini diharapkan para pegawai merasa nyaman dalam bekerja tanpa khawatir dalam pengasuhan anak. Mereka akan mendapatkan pengasuh profesional yang akan mendampingi tumbuh kembang anak.

    “Kita harapkan tumbuh kembang anak ini juga tidak terlewatkan oleh orang tuanya, tadi saya minta pengasuh di sini untuk mengasuh anak-anak dengan hati,” ungkapnya.

    Mas Dhito menyebut, bilamana sistem pengasuhan yang berjalan di Daycare Padmakara ini berjalan dengan baik, tidak menutup kemungkinan ke depan layanan berkembang untuk anak pekerja lain.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari menambahkan Daycare Padmakara tersebut berbeda dengan layanan penitipan anak lain.

    Disebutkan bahwa di area Day Care Padmakara itu dipantau dengan banyak kamera CCTV. Dengan begitu, secara real-time, kegiatan anak bisa dilaporkan ke orang tua.

    “Jadi CCTV ini tersambung ke ponsel orang tuanya, kemudian juga ada real-time activity record jadi tiap hari pengasuh akan melaporkan,” tambahnya.

    Menurut Nurwulan, saat ini ada 15 anak yang dititipkan pengasuhannya di Daycare Padmakara, dimana dua diantaranya masih bayi.

    Sebagai inisiator pendirian Daycare Padmakara, Mbak Cicha sapaan Eriani Annisa berpesan khusus supaya anak-anak yang diasuh di sana dipantau betul layanan yang dibutuhkan.

    “Jadi waktunya imunisasi, waktunya nimbang, waktunya dipantau kesehatannya ini juga harus dilakukan di Daycare ini,” urai Andadari.

  • Perkuat Ketahanan Mental Remaja di Era Digital, Pemkab Kediri Gelar Layanan Psikososial

    Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK menggelar kegiatan layanan dampingan psikososial bagi siswa-siswi SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School, Senin (24/11)

    Kegiatan yang digelar di Pendopo Garasi UMKM Pare ini mengusung tema “Unlock Your Strength: Membangun Ketangguhan Remaja melalui Regulasi Emosi Efektif.” Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah memperkuat kesehatan mental dan kemampuan adaptif para remaja di era digital.

    Bapak Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto menyebut layanan dampingan psikososial merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini.

    Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial selain membawa dampak positif namun juga mengakibatkan potensi tekanan bagi generasi muda. Untuk itu, pendampingan emosional dan sosial menjadi sangat penting.

    Ariyanto dalam kesempatan tersebut juga mengajak para siswa untuk tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi persoalan akademis, keluarga, maupun pergaulan.

    “Mencari bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nurwulan Andadari menegaskan, remaja adalah aset penting bagi masa depan daerah.

    Untuk itu, sebagaimana pesan dari Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, PKK bersama pemerintah daerah terus mengajak semua elemen masyarakat memberi ruang bagi anak tumbuh sebagai individu yang tangguh dan mandiri.

    Pihaknya pun mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Sosial, TP PKK Kabupaten Kediri, sekolah, dan para pendamping yang telah memberikan perhatian serta dukungan kepada para pelajar.

    “Hari ini bukan hanya tentang materi, tetapi tentang bagaimana kalian bisa menjadi pemimpin bagi diri sendiri dan membawa perubahan positif,” ujarnya dihadapan ratusan siswa.

    Adapun dalam layanan dampingan psikososial tersebut, disampaikan materi mengenai pentingnya kemampuan mengelola emosi, membangun ketahanan diri, serta menciptakan lingkungan sosial yang aman bagi perkembangan remaja.

    Disisi lain, disampaikan pula mengenai pentingnya membangun resilience atau ketahanan diri, yang memungkinkan remaja bangkit dari kegagalan, menghadapi tekanan, dan beradaptasi dengan perubahan hidup secara positif.

    “Melalui kegiatan ini Pemkab Kediri berharap para remaja semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu mengelola emosi dengan baik, serta berani mencari solusi atas setiap tantangan yang mereka hadapi,” tandas Nurwulan Andadari.

  • Program Prioritas Pemkab Lamongan Selaraskan Nilai Perjuangan Pahlawan

    Lamongan – Dikutip dari korandigital.id, Pemkab Lamongan memperingati Hari Pahlawan 2025 dengan berbagai kegiatan. Mulai apel hingga berkunjung ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Lamongan.
    Terlepas dari berbagai kegiatan formal, Pemkab Lamongan juga memaknai Hari Pahlawan melalui komitmen melanjutkan perjuangan dengan ilmu, empati dan pengabdian.
    Bupati Lamongan, Yuhrornur Efendi mengungkapkan bahwa berbagai program prioritas Pemkab Lamongan mewarisi nilai-nilai perjuangan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang merata, dan masyarakat harmonis.
    “Pemerintah Kabupaten Lamongan memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh Pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
    Sebanyak 15 program prioritas dirancang antara lain, Lamongan Sehat, UMKM Naik Kelas, Young Entrepreneur Success (YES), Pendidikan Berkualitas dan Gratis, Pariwisata Ramah dan Terintegrasi (Ramasinta), Desa Berjaya, Yakin Semua Sejahtera (YSS), Jalan Mantap dan Mulus Lamongan (Jamula), dan Prestasi Pemuda dan Olahraga, 100% Pelayanan Publik Berkualitas, Lamongan Menyala, Lamongan Hijau, Lamongan Nyantri, Desa Pintar, dan Lamongan Generasi Emas
    “Lima belas program prioritas tersebut juga telah selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto. Yang memiliki tujuan memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” beber Pak Yes.
    Lebih jauh, Bupati Yes berharap berbagai Program Prioritas dapat berjalan maksimal dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga Lamongan.
    “Tentu Pemerintah Kabupaten Lamongan akan melanjutkan perjuangan melalui pembangunan, kerja keras, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus untuk kesejahteraan masyarakat Lamongan,” tuturnya.