Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meresmikan gedung baru Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK). Pihaknya berharap dengan adanya gedung baru bisa diimbangi dengan SDM yang melayani.
Saat peresmian, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut berharap RSKK bisa menjadi salah satu rumah sakit rujukan di Kediri dan sekitarnya.
Dengan penambahan gedung baru tersebut, kata Mas Dhito, diharapkan juga dibarengi dengan pelayanan yang baik kepada pasien. Menurutnya dengan pelayanan yang baik bisa mempercepat proses penyembuhan pasien.
“Saya percaya pelayanan kesehatan terbaik lahir dari kombinasi antara fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang berkomitmen sepenuh hati,” kata Mas Dhito, (11/8/2025)
Untuk meningkatkan pelayanan tersebut, Mas Dhito, bahkan meminta kepada seluruh pegawai RSKK untuk berkirim surat tanpa nama kepadanya. Surat tersebut nantinya akan menjadi pertimbangan untuk bahan evaluasi terhadap rumah sakit.
Di samping itu, kritik dan saran yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian pegawai terhadap kemajuan dan pengembangan RSKK.
“Saya tunggu suratnya, itu biasa saya lakukan di satker-satker, dinas-dinas supaya saya bisa mengcapture (persoalan yang ada),” jelasnya.
Gedung Airlangga sendiri terdiri dari 3 zona gedung. Yakni Gedung A, B, dan C yang saing terintegrasi. Dimana di gedung B dibuka pelayanan katerisasi jantung.
Direktur RSKK dr. Gatut Rahardjo, Menjelaskan fasilitas tersebut guna menjawab kebutuhan penanganan penyakit jantung yang akhir-akhir ini terus meningkat.
Tak hanya itu, nantinya penanganan lain seperti kanker juga bisa dilakukan di rumah sakit yang berada di Kecamatan Pare ini. Untuk mendukung itu, tenaga medis baik dokter termasuk perawat kini telah mengikuti pendidikan lanjutan.
“Harapannya kedepan tidak perlu dirujuk lagi (ke rumah sakit lain),” terang Gatut.
Saat ini, RSKK memiliki total 323 tempat tidur untuk semua kelas termasuk penambahan kamar rawat inap Kelas 3 sebanyak 120 tempat tidur yang berada di Gedung Airlangga .
Adapun dalam peresmian tersebut, Mas Dhito sekaligus menyerahkan SK pengangkatan pegawai tetap BLUD RSKK sebanyak 107 orang. Pihaknya berharap, hal ini bisa mendorong kinerja pegawai untuk memberikan pelayanan terbaik.
Indo-Mataraman
Saring sebelum Sharing
recent posts
- Kediri Ngunduh Mantu, Mbak Cicha: Berikan Kepastian Hukum Pasangan Pengantin di Hari Ibu
- Berikan Fasilitas Laptop, Mas Dhito Dorong Pelajar SMA Boarding School Masuk PTN
- Mas Dhito Sebut DPPI Sebagai Ujung Tombak Membumikan Nilai Pancasila pada Kalangan Generasi Muda
- Karya Kreatif Penyandang Disabilitas Kediri Akan Dipamerkan di Puncak Hari Disabilitas Internasional
- Pemkab Kediri Lepas Kontingen NPCI, Mas Dhito Minta Atlet Jaga Semangat dan Sportivitas
about
-

-

Kediri- Seorang pelajar dengan masih mengenakan seragam biru putih, sepulang sekolah datang ke Kantor Pemkab Kediri untuk bertemu Bupati Hanindhito Himawan Pramana, Senin (11/8/2025) siang. Pelajar bernama Rifqi Nadhim Uqail,13, itu mengaku sering berkomunikasi dengan bupati melalui pesan singkat.
Meski sering berkomunikasi, namun Nadhim memang belum pernah bertemu langsung dengan sosok Mas Dhito. Dalam pertemuannya yang pertama kali tersebut, pelajar MTs Negeri 9 Kediri itu pun didampingi oleh ayahnya, kepala sekolah, beserta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mochamad Muhsin.
Kehadiran Nadhim pun mendapat sambutan langsung dari Mas Dhito dan diajak masuk ke ruang kerjanya. Dari obrolan mereka, baru diketahui rupanya pelajar yang memiliki hobi melukis ini telah lama mengidolakan sosok Mas Dhito.
Mas Dhito bahkan menjadi salah satu objek lukisannya. Lukisan dari Nadhim tersebut terpampang di ruang kerja bupati. Untuk membuat lukisan bupati, Nadhim mengaku mencari referensi dari gambar yang ada di internet.
“Ya memang telah lama mengidolakan,” ucap Nadhim dalam obrolannya dengan Mas Dhito.
Menurut Nadhim, dia mengenal sosok Mas Dhito melalui media sosial. Dari sana, dia mengetahui gebrakan-gebrakan yang dilakukan bupati muda tersebut dalam membangun Kabupaten Kediri. Diantaranya dalam sektor pendidikan yang memberikan pendidikan gratis bagi anak keluarga miskin, termasuk dalam bidang infrastruktur.
“Mas Dhito ini kan membangun Stadion Gelora Daha Jayati, kebetulan saya juga suka sepakbola,” tambah pelajar kelas VIII itu.
Ditengah obrolan tersebut, Kepala Sekolah MTS Negeri 9 Kediri Sunarto yang ikut mendampingi Nadhim mengaku penasaran, apa benar muridnya sering berkomunikasi dengan bupati. Nadhim lantas menunjukkan ponselnya yang berisi pesan singkat antara dirinya dengan Mas Dhito.
“Saya malah heran, baru tahu sekarang, ternyata Nadhim bisa komunikasi langsung dengan Mas Dhito,” ucap Sunarto.
Menjawab rasa penasaran kepala sekolah tersebut, Mas Dhito menceritakan begitu menerima kiriman lukisan dari Nadhim, sekitar Bulan Juli lalu dirinya mengirim pesan untuk mengucapkan terimakasih. Dari pesan yang dikirim, Nadhim lantas mengutarakan keinginannya untuk bisa bertemu hingga akhirnya pertemuan dilakukan siang itu.
“Memang saya yang lebih dulu mengirim pesan, terus dia menyampaikan ingin bertemu,” terang Mas Dhito.
Nadhim yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara ini rupanya telah mewarisi darah seni melukis dari ayahnya. Dalam obrolannya dengan Mas Dhito, Nadhim juga mengaku memiliki keinginan untuk bisa memperdalam bakat melukisnya. Bahkan, dia berkeinginan bisa melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI).
Mendengar pengakuan itu, Mas Dhito menyatakan kesiapannya mendukung pendidikan Nadhim hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Sebagai bentuk apresiasi, Mas Dhito juga memberikan bantuan peralatan sekolah maupun melukis kepada Nadhim.
Setelah cukup lama mengobrol, sebelum meninggalkan ruang kerja bupati, Nadhim bersama ayahnya dan kepala sekolah pun diajak Mas Dhito untuk foto bareng. Dia juga berpesan supaya pelajar ini tidak sungkan untuk selalu memberi kabar.
“Kamu bilang teman-temanmu, aku saiki koncone Mas Bupati,” pesan Mas Dhito memberikan isyarat kedekatan hubungannya dengan pelajar asal Desa Pagu, Kecamatan Wates tersebut. -

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ikut angkat bicara terkait pengibaran bendera one piece. Pun demikian, tak boleh ada satupun bendera yang melebihi dari bendera merah putih.
Dikatakan Mas Dhito, sapaan akrabnya, one piece merupakan salah satu bentuk kreatifitas. Sehingga tidak perlu menjadi satu persoalan yang dibesarkan.
Kecuali, lanjutnya, pengibaran bendera ini sebagai bentuk provokasi dan radikalisme yang dapat memecah belah bangsa.
“Selama bendera (one piece) itu tidak lebih tinggi dari Bendera Merah Putih, tidak masalah,” tandas bupati 33 tahun itu pada Kamis (7/8/2025).
Menurut Mas Dhito bentuk kreatifitas ini tidak hanya dalam bentuk bendera one piece. Banyak kartun atau anime yang juga merupakan sebuah kreatifitas.
Oleh karenanya, pihaknya tidak melarang adanya berbagai bentuk ekspresi yang dilakukan oleh masyarakat di wilayahnya. Hingga berita ini dibuat, Mas Dhito mengaku tidak melakukan swiping terkait pengibaran bendera one piece yang sedang ramai di jagad maya tersebut.
“Tidak ada (swiping),“ jelasnya.
Sebagaimana diketahui, pengibaran bendera one piece ini tengah ramai diperbincangkan oleh netizen. Di medsos, ditemukan banyak postingan mengenai bendera one piece berwarna hitam dengan logo tengkorak dan topi jerami. -

Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar kegiatan smart parenting dalam rangka pencegahan pernikahan dini. Bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, kegiatan ini menghadirkan peserta dari kalangan orang tua dan remaja.
Melalui smart parenting diharapkan orang tua mendapatkan pemahaman mengenai pola asuh yang baik dalam mendukung tumbuh kembang anak. Termasuk pula pemahaman mengenai potensi perilaku yang dilakukan anak dan cara pencegahannya.
“Hadirnya program smart parenting ini diharapkan orang tua maupun anak dapat saling mengintrospeksi diri dalam pola komunikasi dan penerapan aturan di keluarga,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito usai pembukaan acara smart parenting di Pendopo Panjalu Jayati, Kamis (7/8/2025).
Lingkungan keluarga ini disebut sebagai benteng utama dalam pencegahan pernikahan dini. Di Kabupaten Kediri pada tahun 2025 ini pengajuan dispensasi pernikahan dibawah umur hingga Juli tercatat terdapat 132 pengajuan. Sedang pada tahun 2024 terdapat 312 pengajuan.
Menurut Mbak Cicha, melalui pola pengasuhan yang bijak dan komunikasi yang baik, dalam lingkungan keluarga akan terbentuk hubungan yang lebih sehat dan terbuka antara anak dengan orang tua. Ketika kondisi tersebut telah terbangun hal-hal yang bisa memicu terjadinya pernikahan dini tentunya dapat diminimalisir.
Disisi lain, pemahaman mengenai resiko pernikahan dini dinilai juga harus terus dilakukan. Dalam acara itu, Mbak Cicha pun berpesan kepada tiap orang tua di Kabupaten Kediri untuk bisa memberikan pengasuhan dan membangun komunikasi yang baik dengan anak sejak dini.
“Hindari (sikap yang mudah) menyalahkan atau meragukan anak. Sebaliknya rangkul, percayai, dan dampingi setiap langkah mereka,” pesan Mbak Cicha. -

Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyatakan sikap tegas untuk penertiban peredaran minuman keras (miras) di Kabupaten Kediri.
Pernyataan itu disampaikan Mas Dhito karena prihatin terhadap peredaran miras yang diduga oplosan dan belakangan sampai menelan korban jiwa.
“Saya sudah minta Satpol PP untuk giatkan operasi,” kata Mas Dhito pada Rabu (6/8/2025).
Peredaran miras tak dipungkiri sudah sangat memprihatinkan. Mas Dhito bahkan menduga peredaran itu juga terjadi di sekitaran kawasan Simpang Lima Gumul (SLG).
Untuk itu, Mas Dhito mendorong supaya Satpol PP terus menggiatkan patroli rutin. Penindakan tegas menurutnya harus dilakukan ketika mendapati penjualan miras tanpa izin, terlebih sampai menemukan penjualan miras oplosan.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini dampak miras oplosan telah mengakibatkan tiga orang meninggal usai menonton acara karnaval di Kepung akhir Juli 2025.
Ditengah masih ramainya kabar itu, pada awal Agustus ini juga muncul kejadian dua orang meninggal diduga akibat meminum miras oplosan di tempat karaoke wilayah Kecamatan Banyakan.
Pada kejadian yang terjadi di Kepung, menurut Mas Dhito, berdasarkan informasi dari pihak kepolisian menyebutkan miras oplosan yang merenggut nyawa itu memiliki kadar alkohol hingga 96 persen.
“Pemkab tentunya (untuk penertiban ini) bekerjasama dengan Polres, karena kami tidak punya kewenangan untuk melakukan penggeledahan,” tambah Mas Dhito.
Kegiatan patroli untuk penertiban peredaran minuman keras akan dilakukan menyasar tempat yang diduga menjadi lokasi penjualan maupun peredaran. Selain penertiban, ditegaskan Mas Dhito, tindakan pencegahan pun harus digiatkan.
“Tidak menutup kemungkinan kami juga akan masuk ke sekolah-sekolah, kami khawatirnya miras ini sudah masuk ke anak-anak sekolah,” tandasnya. -

Malang – Wisata ke Gunung Bromo kini memiliki alternatif menarik bagi para petualang yang ingin merasakan pengalaman berbeda dan bebas dari antrean panjang. Sejak berdiri pada tahun 2024, H2 Adventure, sebuah usaha rental motor trail yang dimiliki oleh Bapak Ardi, telah menjadi pilihan populer tidak hanya bagi turis domestik tetapi juga mancanegara yang ingin menjelajahi setiap sudut Bromo dengan lebih leluasa.
Menyiasati padatnya lalu lintas Jeep yang sering terjadi, terutama saat musim liburan, menggunakan motor trail menjadi solusi jitu. “Keunggulan utama menggunakan motor adalah bebas macet. Pengunjung bisa dengan lincah menuju semua spot terbaik di Bromo, mulai dari Penanjakan, Bukit Cinta, hingga Pasir Berbisik tanpa khawatir terjebak antrean,” ujar Bapak Ardi, pemilik H2 Adventure.
H2 Adventure menawarkan berbagai kemudahan bagi para pelanggannya. Dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, penyewa bisa lebih fleksibel merencanakan perjalanannya. “Harga kami sesuaikan dengan durasi sewa, jadi lebih hemat. Semua unit motor kami pastikan dalam kondisi prima dan siap pakai untuk medan offroad,” tambah Ardi. Selain itu, H2 Adventure juga memberikan diskon khusus bagi rombongan yang menyewa lebih dari satu unit motor.
Daya tarik H2 Adventure tidak berhenti pada penyewaan unit saja. Mereka juga melayani paket private trip lengkap dengan pemandu (guide) profesional yang akan memimpin perjalanan melalui jalur-jalur khusus offroad yang menantang dan menyajikan pemandangan eksotis yang jarang diakses wisatawan biasa. Layanan ini terbukti diminati oleh berbagai kalangan, termasuk turis asing yang mencari petualangan otentik.
“Belum lama ini ada turis dari Inggris yang menyewa di tempat kami dan mereka sangat puas karena bisa mengeksplorasi Bromo secara total,” ungkap Ardi. Pengalaman positif dari pelanggan menjadi bukti bahwa layanan yang ditawarkan mampu menjawab kebutuhan para wisatawan modern.
Bagi Anda yang tertarik untuk merasakan sensasi berpetualang di Bromo dengan motor trail, informasi lebih lanjut dan pemesanan dapat dilakukan melalui akun Instagram resmi @h2.adventure atau menghubungi langsung via WhatsApp di nomor 081348708745. -

KEDIRI – Kabar gembira bagi para pegiat kebugaran di Kediri dan sekitarnya. Pusat kebugaran bertaraf internasional, Elite Fitness, akan segera beroprasi di Kediri pada akhir Agustus 2025. Berlokasi strategis, pusat gym ini siap menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran.
Manajer Elite Fitness Kediri, Teguh Witanto, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyediakan pengalaman olahraga terbaik bagi para anggota. “Kami melihat antusiasme masyarakat Kediri terhadap gaya hidup sehat sangat tinggi. Oleh karena itu, kami hadir dengan fasilitas terlengkap dan terbaik di kelasnya,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (31/7/2025).
Elite Fitness akan memanjakan para anggotanya dengan sederet fasilitas premium. Seluruh peralatan gym didatangkan langsung dari luar negeri (full import) untuk menjamin kualitas dan keamanan selama latihan. Tak hanya itu, tersedia pula berbagai kelas yang dapat diikuti, mulai dari pilates, aerobic, poundfit, zumba, hingga combat sport dan calisthenics yang akan dipandu oleh instruktur profesional dan bersertifikasi.
Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah fasilitas relaksasi seperti sauna yang dapat digunakan anggota untuk melepas lelah setelah berolahraga. Bagi yang ingin bersantai atau mengisi energi, Elite Fitness juga dilengkapi dengan sebuah cafe sehat yang menyajikan beragam menu makanan dan minuman bernutrisi.
Kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama. Elite Fitness Kediri menyediakan area parkir yang sangat luas sehingga pengunjung tidak perlu khawatir kesulitan mencari tempat parkir. Pusat kebugaran ini akan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WIB, memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang kesibukan.
Di akhir perbincangan, Teguh Witanto juga berbagi tips sederhana untuk menjaga kesehatan. “Kuncinya adalah konsistensi. Rajinlah berolahraga sesuai kemampuan dan yang terpenting, kurangi waktu rebahan. Tubuh kita dirancang untuk bergerak,” pesannya.
-
“Aku akan pergi ke Green Gables setelah meminum teh dan bertanya kepada Marilla ke mana dia pergi dan mengapa,” simpulan wanita kaya itu. “Di bulan-bulan ini, dia biasanya tidak pergi ke kota dan dia tidak pernah berkunjung; kalau cuma kehabisan biji lobak, dia tidak akan berpakaian rapi dan naik kereta kuda untuk membelinya; kalau pergi ke dokter, lajunya pelan sekali. Sesuatu pasti telah terjadi tadi malam dan membuatnya seperti ini. Saya benar-benar bingung, sungguh. Pikiran dan hati saya tidak akan tenang sebelum saya tahu alasan Matthew Cuthbert pergi keluar Avonlea hari ini.”
Maka, setelah minum teh, Nyonya Rachel pergi keluar. Ia tidak perlu pergi jauh; rumah megah dan luas yang dikelilingi kebun buah-buahan tempat keluarga Cuthbert tinggal itu hanya berjarak seperempat mil dari Lembah Lynde. Memang, jalan yang panjang membuatnya jadi lebih jauh. Saat mendirikan rumahnya, ayah Matthew Cuthbert, yang juga pemalu dan pendiam seperti putranya, memilih tinggal sejauh mungkin dari rekan-rekannya tanpa benar-benar masuk ke dalam hutan. Green Gables dibangun di tepi terjauh dari lahan yang telah dibukanya, dan di sanalah letaknya hingga saat ini, nyaris tidak terlihat dari jalan utama, berbeda dari semua rumah di Avonlea yang terletak dekat satu sama lain. Nyonya Rachel Lynde yakin bahwa tinggal di tempat seperti ini sama saja seperti tidak bertempat tinggal .
“Hanya seperti singgah, menurutku,” katanya sambil melangkah di sepanjang jalan berumput dan berpagar semak mawar liar. “Tidak heran jika Matthew dan Marilla sedikit aneh; mereka tinggal hanya berdua di tempat terpencil seperti ini. Pohon tidak bisa dijadikan teman meski jumlahnya sangat banyak. Saya lebih memilih bertemu dengan orang. Yang pasti, mereka terlihat cukup bahagia. Namun toh, kurasa itu karena mereka sudah terbiasa. Tubuh bisa terbiasa dengan apa pun, bahkan digantung, seperti kata orang Irlandia itu.”
Sembari berkata demikian, Nyonya Rachel mulai masuk ke halaman belakang Green Gables. Halaman belakang itu terlihat sangat hijau, rapi, dan bersih dengan pohon dedalu besar yang gagah di satu sisi dan pohon poplar yang elegan di sisi satunya. Tidak ada ranting atau batu di halaman tersebut; jika ada pasti akan terlihat oleh Nyonya Rachel. Menurut Nyonya Rachel, Marilla Cuthbert menyapu halaman itu sesering ia menyapu rumahnya. Siapa pun bisa memungut makanan dari halaman tanpa khawatir ada kotoran yang menempel.
Ilustrasi Batu Permata oleh Emil Hochdanz. CC0
-
Ia sedang duduk di sana pada suatu sore di awal Juni. Sinar mentari masuk melalui jendela, hangat dan cerah; kebun buah di lereng di bawah rumah itu ditumbuhi bunga-bunga berwarna putih-merah muda, dan diselimuti oleh sekumpulan lebah. Thomas Lynde—pria kecil lemah lembut yang lebih sering disebut “suami Rachel Lynde” oleh warga Avonlea—sedang menabur benih lobak terakhir di ladang bukit di belakang lumbung; dan Matthew Cuthbert seharusnya juga sedang menabur benihnya di ladang di tepi anak sungai merah besar dekat Green Gables. Nyonya Rachel mengetahuinya karena ia mendengarnya memberi tahu Peter Morrison saat petang hari kemarin di toko William J. Blair’s di Carmody bahwa ia akan menabur benih lobaknya esok sore. Peter yang bertanya, tentu saja, karena Matthew Cuthbert dikenal tidak pernah memberi tahu informasi apa pun kepada siapa pun selama hidupnya jika tidak ditanya.
Namun, di sana lah Matthew Cuthbert, pada pukul setengah tiga sore di hari yang sibuk, dengan tenang mengemudikan kereta kudanya melewati lembah dan mendaki bukit; terlebih lagi, dia mengenakan kerah putih dan pakaian terbaiknya, yang menjadi bukti nyata bahwa ia akan pergi keluar Avonlea; dan dia pergi menggunakan kereta kuda bersama kuda coklatnya yang kemerah-merahan, menandakan bahwa dia akan menempuh jarak yang cukup jauh. Mana kah tujuan Matthew Cuthbert dan mengapa dia pergi ke sana?
Jika pria itu bukan Matthew Cuthbert tetapi pria lain dari Avonlea, Nyonya Rachel, yang dengan cekatan menghubungkan informasi satu dan lainnya, mungkin dapat memberikan jawaban bagus untuk kedua pertanyaan tersebut. Namun, Matthew sangat jarang pergi dari rumah jika bukan karena hal mendesak dan tidak biasa; dia adalah pria paling pemalu yang pernah ada dan benci jika harus bertemu orang asing atau pergi ke suatu tempat yang mengharuskan dia berbicara. Matthew, yang berdandan rapi dan pergi mengendarai kereta kuda, bukanlah hal yang sering terjadi. Nyonya Rachel berusaha keras untuk merenungkan alasan Matthew dan tidak bisa berbuat apa-apa. Kesenangan sorenya pun rusak berantakan.
Ilustrasi Fosil oleh Emil Hochdanz. CC0
-
Nyonya Rachel tinggal tepat di jalan utama Avonlea di sebuah lembah kecil, dibatasi dengan pohon alnus dan fuschia, dan dilewati anak sungai yang sumbernya berada jauh di dalam hutan dekat tempat tinggal Cuthbert yang lama; anak sungai yang terkenal rumit, panjang berliku di dalam hutan, dengan rahasia kelam tentang kolam dan air terjun, tetapi ketika sampai di Lembah Lynde alirannya kecil dan tenang, bahkan anak sungai pun lewat depan pintu rumah Nyonya Rachel Lynde dengan sopan, layaknya anak sungai ini tahu bahwa Nyonya Rachel duduk di sebelah jendela rumah, menatap tajam segala hal yang lewat, mulai dari anak sungai hingga anak-anak di sekitar. Dan jika ia melihat sesuatu yang aneh atau tidak pada tempatnya, ia tidak akan berhenti sebelum menemukan alasan dan solusi atas apa yang perlu ia lakukan terhadapnya.
Ada banyak orang dari dalam dan luar Avonlea, yang memperhatikan urusan tetangga tetapi mengabaikan urusannya sendiri; namun Nyonya Rachel Lynde merupakan orang yang dapat menangani urusan pribadi dan urusan orang lain secara seimbang. Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang terkenal; pekerjaannya selalu dikerjakan dan diselesaikan dengan baik; ia “mengelola” Perkumpulan Menjahit, membantu menjalankan sekolah minggu, dan merupakan pendukung utama dari Lembaga Bantuan Gereja dan Pembantu Misi Asing. Namun, dengan semua aktivitasnya, Nyonya Rachel masih punya banyak waktu untuk duduk selama berjam-jam di sebelah jendela dapurnya, merajut selimut “lungsin katun”—telah diselesaikannya enam belas rajutan, seperti yang diceritakan para pembantu rumah tangga di Avonlea dengan kagum—sambil jeli mengawasi jalan utama yang membelah lembah dan berkelok di samping bukit merah terjal di kejauhan. Karena Avonlea berada di semenanjung segitiga kecil yang menjorok ke Teluk St. Lawrence dengan air laut di kedua sisinya, siapa pun yang keluar atau masuk ke Avonlea harus melewati jalan bukit itu dan tanpa sadar lewat di depan Nyonya Rachel yang memantau segalanya.
Ilustrasi Batu Permata oleh Emil Hochdanz. CC0