Menjaga keharmonisan serta kerukunan antarumat beragama memerlukan kerja sama dan komunikasi yang berkesinambungan. Keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sangat krusial dalam mempererat hubungan antarwarga demi menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat yang majemuk.

Hal tersebut mengemuka dalam acara Silaturahmi FKUB-PK bersama Forkopimcam, Toga, Tomas, dan Pelantikan Pengurus FKUB Kecamatan Pesantren. Acara yang diisi dengan pembacaan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, pada Senin (2/11/2026) bertempat di Gedung Kecamatan Pesantren.

“Selamat kepada seluruh pengurus FKUB Kecamatan Pesantren yang hari ini dikukuhkan. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat. Kita tentu bersyukur, selama ini masyarakat Kota Kediri dapat hidup berdampingan dengan rukun di tengah berbagai perbedaan. Namun, kerukunan yang sudah terjaga ini tetap perlu kita rawat bersama,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Kediri berpesan agar FKUB proaktif menjaga kerukunan, khususnya di era keterbukaan informasi dan media sosial saat ini yang rentan memicu kesalahpahaman kecil menjadi masalah besar. Maka dari itu, sikap saling menghargai dan komunikasi yang baik sangat diperlukan.

Gus Qowim menambahkan bahwa silaturahim serta komunikasi harus dijalin secara rutin tanpa menunggu timbulnya masalah. Langkah ini memastikan keharmonisan antarumat tetap terpelihara meski situasi sedang aman. Pengurus FKUB juga diminta senantiasa dekat dengan para lurah, tokoh agama, unsur Forkopimcam, serta warga.

“Dengan begitu, ketika muncul perbedaan pandangan atau persoalan di lingkungan masyarakat, kita bisa segera mencari jalan keluarnya melalui dialog dan musyawarah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Qowim menyampaikan bahwa keharmonisan tidak hanya tercipta lewat acara formal, tetapi juga lewat kehidupan sehari-hari lewat kepedulian sosial, perhatian antartetangga, dan kegiatan bersama. Dirinya turut mendorong keterlibatan generasi muda agar terbiasa saling menghargai sejak dini.

Baginya, kerukunan bukan berarti menyamakan pandangan, melainkan bagaimana warga tetap bekerja sama dan saling menghormati meski beragam. Prinsip ini penting demi mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni), yang unggul dalam pembangunan sekaligus menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi semua.

“Melalui deklarasi yang dibacakan tadi, saya berharap semangat kerukunan tidak berhenti pada apa yang kita ucapkan bersama, tetapi terus kita wujudkan mulai dari lingkungan kita masing-masing,” pungkasnya. (AB)

Posted in

Tinggalkan Balasan