Nilai minyak bumi di kancah internasional kembali mengalami lonjakan seiring memanasnya situasi politik di kawasan Timur Tengah. Adanya perseteruan yang melibatkan pihak Houthi bersama Arab Saudi membuat pelaku pasar merasa khawatir terhadap kelancaran distribusi pasokan minyak dari wilayah vital energi dunia tersebut. ππ’οΈ
Ketika sesi perdagangan hari Kamis, 22 Oktober 2026, minyak mentah berjenis Brent mencatatkan kenaikan sampai menyentuh penutupan di angka US$113,17 per barel dengan persentase kenaikan sekitar 4%. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat turut menguat sebanyak 2,4% ke posisi US$99,47 per barel. Peningkatan tersebut sukses mengantarkan harga Brent menuju titik penutupan tertingginya dalam kurun waktu lima bulan ke belakang.
Lalu, apa alasan di balik kenaikan harga minyak akibat gempuran di Timur Tengah? Faktor utamanya adalah kekhawatiran bahwa aksi penyerangan terhadap fasilitas energi serta jalur pelayaran bakal menghambat proses distribusi minyak. Apabila pasokan mengalami hambatan sedangkan tingkat kebutuhan terus tinggi, maka harga minyak berpeluang besar ikut terdongkrak naik.
Pengaruh dari kondisi ini patut dicermati pula oleh Indonesia. Pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, nilai tukar rupiah dibuka melemah hingga berada pada level Rp18.074 tiap dolar AS. Berdasarkan pandangan ekonom yang dilansir dari ANTARA, peningkatan harga minyak dunia tercatat menjadi salah satu elemen yang memberikan pengaruh terhadap pergerakan rupiah.
Walau demikian, kenaikan harga minyak global tidak serta-merta membuat harga bahan bakar minyak di Tanah Air langsung mengalami perubahan. Besar kecilnya dampak tersebut sangat dipengaruhi oleh keputusan pemerintah, situasi pasar, kurs rupiah, serta dinamika pasokan energi.
Kondisi ini masih terus berjalan dan dinamis. Apabila situasi panas tersebut terus berlangsung, pasar energi global diperkirakan bakal terus mengalami ketidakpastian. Dengan demikian, perkembangan pertikaian di Timur Tengah bukan sekadar urusan geopolitik semata, melainkan turut memengaruhi perekonomian global serta dalam negeri.
Sumber: CNN Indonesia | Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$ 110,11 Imbas Serangan Houthi ke Arab | Penulis belum terverifikasi | 22 Oktober 2026 | ilustrasi AI

Tinggalkan Balasan